Ketika Pak Boediono mencalonkan diri menjadi pendamping Pak SBY, maka lawan-lawan politiknya menyerang melalui pernyataan bahwa Pak Boed, demikian orang memanggilnya, akan kembali mengembangkan sistem ekonomi Neo Liberal, yang salah satunya ditandai dengan mengemukanya sistem kapitalisme dalam sistem perekonomian di Indonesia. Liberalisme atau Neo Liberalisme hakikatnya sama yaitu penguatan akumulasi modal untuk pertumbuhan. Strategi pertumbuhan ekonomi pernah menjadi titik tekan dalam pengembangan ekonomi di Indonesia. Meskipun pertumbuhan ekonomi pernah mencapai angka ideal, sayangnya bahwa pertumbuhan itu menjadi hancur seirama dengan krisis ekonomi yang mendera dunia. Dampak krisis ekonomi tersebut hingga sekarang masih dirasakan oleh banyak negara, khususnya di negara-negara berkembang. (more..)
Jawa Pos, 24/10/2009, dalam tajuknya menyatakan bahwa Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa harus sama dengan Menlu sebelumnya, Ali Alatas. Dalam tajuk itu disebutkan bahwa Ali Alatas bisa melakukan mekanisme hubungan luar negeri dengan sangat memadai. Satu kakinya digunakan untuk mempertahankan identitas Indonesia sedemikian kuat, sementara satu kaki lainnya dapat bergerak lincah untuk menjalin komunikasi dan relasi dengan dunia luar secara efektif dan efisien. Di dunia yang berubah cepat sekarang ini, memang dibutuhkan kemampuan untuk tetap eksis dan kemudian berkembang cepat di tengah pusaran kepentingan yang sangat keras. Marty Natalegawa telah memiliki modal sebagai duta besar di Inggris dan juga PBB. Jadi dari sisi variabel pengalaman, kiranya sudah cukup. (more..)
Bersamaan dengan pelantikan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, maka sejumlah pemuda dan mahasiswa di Maluku melakukan demonstrasi untuk mengungkapkan kekecewaannya, karena tidak satupun menteri dalam KIB yang berasal dari daerah tersebut. Mereka mendatangi Kantor Gubernur Maluku. Aksi ini merupakan kelanjutan dari aksi yang pernah dilakukan oleh pengurus DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di gedung DPRD Maluku, 20/10/09 lalu. Mereka sempat menyegel kantor DPRD. Target unjuk rasa pemuda dan mahasiswa tersebut, sebenarnya adalah memblokade penerbangan dari dan ke Ambon. Karena gagal demonstrasi di bandara, maka mereka pindah ke kantor Gubernur Maluku. Para pemuda dan mahasiswa tersebut berasal dari HMI, IMM, GMNI, GMKI, PMII, PMKRI, BEM IAN dan STAKPN. Yang ironis bahwa ada tuntutan agar Maluku melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) (JP, 23/10/09). (more..)
Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II sudah dilantik kemarin, 22-10-2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ada menteri yang diangkat kembali dan ada muka baru. Tetapi sesungguhnya semuanya sudah memiliki pengalaman yang cukup baik dalam institusi sosial, politik, dan budaya, militer, pendidikan, ekonomi dan agama. Semuanya merupakan orang yang sudah mendarmabaktikan sebagian kehidupannya di dalam berbagai organisasi yang sangat variatif. Dari sebanyak 34 menteri, maka sebagian besar adalah politisi dan sebagian lainnya para profesional. (more..)
Hingar bingar dunia perpolitikan Indonesia berakhir sudah. Setelah melewati masa panjang mulai dari pemilu legislatif, kemudian dilanjutkan dengan pilpres, kemudian diteruskan dengan pelantikan presiden dan wakil presiden, maka semalam, 21 Oktober 2009 diumumkanlah nama-nama menteri yang akan mengisi pos-pos kementerian di era Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, masa khidmat 2009-2014. Semua orang bisa berkomentar, ada yang pro dan ada yang kontra. Tetapi yang jelas –sebagaimana sambutan Presiden SBY—bahwa semuanya sudah dipertimbangkan secara matang dan penuh perhitungan. (more..)