• September 2020
    M T W T F S S
    « Aug    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

PERINGATI TAHUN BARU HIJRIYAH DENGAN RENUNGAN KEBAIKAN

PERINGATI TAHUN BARU HIJRIYAH DENGAN RENUNGAN KEBAIKAN

Saya diminta oleh Ta’mir Masjid Al Ihsan untuk memberikan khutbah Jum’at, 21/08/2020, sehari setelah peringatan Tahun Baru Hijriyah 1442. Saya tentu bersyukur sebab Masjid Al Ihsan bisa menjadi tempat shalat Jum’at bagi warga Lotus Regency dan juga warga sekitar. Perumahan Lotus Regency memang hanya terdiri dari kurang lebih 20 KK, berbeda misalnya dengan Perumahan Sakura atau lainnya. Namun demikian, pelaksanaan Shalat Rawatib dan Shalat Jum’at bisa dilaksanakan dengan jumlah jamaah yang memadai.

Di dalam khutbah ini saya sampaikan beberapa hal, yaitu: Pertama, pesan taqwa. Sebagai umat Islam tentu kita harus bertaqwa kepada Allah swt, Tuhan Yang Maha Kuasa. Bertaqwa sering dipahami sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah Swt., dengan cara menjalankan semua perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Semua umat Islam tentu yang diharapan adalah ketika meninggal dunia berada di dalam suasana khusnul khatimah. Jangan sampai meninggal dalam keadaaan suul khatimah. Inilah yang dimaksud sebagai wa la tamutunna illa wa antum muslimun. Jangan kita meninggalkan dunia dalam keadaan tidak pasrah menjadi umat Islam.

Kedua, kemarin kita memperingati Tahun Baru Hijriyah atau tahun 1442 Hijriyah. Makna memperingati hari Tahun Baru Hijriyah itu tidak sebagaimana dengan berakhirnya tahun baru Masehi dan memulai Tahun Baru Masehi, yaitu dengan hura-hura bersama  alunan music dan sebagainya, akan tetapi merayakan Tahun Baru Hijriyah sebaiknya dilakukan dengan perenungan dan doa. Apa yang sudah kita lakukan pada tahun yang baru saja berakhir dan apa yang seharusnya dilakukan di tahun berikutnya sebagaimana kemarin adalah sesuatu yang benar.

Yang justru harus direnungkan adalah bagaimana Nabi Muhammad saw melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah dalam jarak 490 KM lebih di tengah gurun pasir yang tandus, penuh bebatuan kecil dan besar, gunung-gunung, lembah dan ngarai batu dan gundukan pasir yang kering, bahkan suatu ketika bisa saja terjadi badai pasir yang menerbangkan pasir lembut kemana saja.

Perjalanan Nabi Muhammad saw di dalam hijrah inilah yang seharusnya menjadi perenungan kita untuk diteladani dan dilakukan yaitu hijrah di dalam kerangka menjalankan ajaran agama yang benar sesuai dengan keyakinan kita. Nabi Muhammad saw melakukan perjalanan hijrah itu pasti tidak akan bisa dilakukan oleh manusia biasa. Kita semua tidak akan mampu melakukannya. Nabi Muhammad saw diberikan kekuatan yang dahsyat sebagaimana dahsyatnya ajaran agama yang harus disebarkannya. Tidak mungkin manusia berjalan di malam hari dalam kegelapan atau terang bulan di tengah padang pasir yang seperti itu. Pastilah Allah yang membimbingnya dan menjalankannya. Semua terjadi karena takdir Allah semata. Hijrah Nabi Muhammad saw yang dijadikan sebagai permulaan tahun baru Islam menandai disebarkannya Islam ke seluruh dunia, dan berdasarkan statistic tahun 2019 sudah terdapat sebanyak 1,8 Milyar umat Islam di seluruh dunia.

Makanya sudah benar ketika terjadi pergantian tahun baru di dalam tahun Hijriyah, maka yang dilakukan adalah berdoa sebagaimana tuntunan Nabi Muhammad saw. Nabi Muhammad saw memang tidak menyuruh kita melakukannya, akan tetapi dengan Nabi Muhammad saw melakukan hal ini, maka pantaslah jika kita mengikuti apa yang dilakukannya. Inilah yang membedakan  dalam perayaan tahun baru  Masehi dengan tahun baru Hijriyah. Jadi kita sudah melakukan yang benar di dalam menyambut tahun baru Hijriyah tersebut.

Ketiga,  sebagai konsekuensi dari perenungan tersebut, maka sudah sewajarnya kalau kita kemudian selalu berdoa kepada Allah swt agar kita ditunjukkan jalan kebenaran. Jalan yang diridhoi oleh Allah swt. Ada doa yang sangat baik yang bisa dilantunkan malam hari ketika kita selesai Shalat Malam, selesai Qiyamul Lail dan membaca dzikir kepada Allah. Doa itu adalah: Allahumma arinal haqqa haqqa war zuqnat tiba’ah, wa arinal bathila bathila warzuqnaj tinabah”. Yang arti bebasnya adalah: “Ya Allah tunjukkan kepada Kami yang benar itu kebenaran dan berikan kekuatan kami untuk mengikutinya, dan tunjukkan kepada kami yang salah itu kesalahan dan berikan kami kekuatan untuk menjauhinya”.

Alangkah indahnya doa ini. Doa yang menunjukkan bahwa kita membutuhkan pertolongan Allah agar Allah menunjukkan kepada kita mana yang benar dan mana yang salah, dan yang paling penting Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk bisa melakukan yang terbaik dan menjauhi yang jelek. Doa ini akan menjadi harapan kita kepada Allah agar kita menjadi umat Islam yang terbaik. Dan umat Islam yang terbaik itu ditandai dengan kebaikan pula.

Ketika Islam mengajarkan tentang Islam itu rahmat bagi seluruh alam, maka hendaknya kita tidak melakukan kekerasan. Tidak melakukan pelecehan, penghinaan, penistaan terhadap umat Islam sendiri bahkan terhadap umat manusia lainnya. Manusia di dalam kehidupan ini memiliki hak yang kita harus menghormatinya, hak sebagai sesama manusia, hak sebagai sesama umat Islam dan hak sebagai bangsa atau masyarakat.

Marilah kita hargai “kemanusiaan” dengan hak-hak istimewanya tersebut agar kita bisa menjadi teladan bahwa umat Islam memiliki peradaban yang luar biasa dan menjadi contoh bagi manusia  dan bangsa lainnya.

Wallahu a’lam bi al shawab.

KHIDMATNYA DOA AKHIR DAN AWAL TAHUN BARU HIJRIYAH

KHIDMATNYA DOA AKHIR DAN AWAL TAHUN BARU HIJRIYAH

Sebagai masjid baru, Masjid Al-Ihsan memang berupaya agar banyak kegiatan yang dilakukan oleh para penyelenggaranya atau ta’mir masjid. Jika selama ini tidak digunakan shalat jum’at, maka mulai bulan ini diselenggarakan shalat Jum’at. Lalu juga kegiatan tahtimul Qur’an dan ngaji malam hari yang diasuh oleh para Hafidz dan hafidzah Qur’an, dan kemudian menyongsong tahun baru Hijriyah 1442, maka juga diselenggarakan acara doa bersama, yang diikuti oleh warga Lotus Regency. Hadir Bersama kita, Prof. Abd. A’la dan Ketua RT (Pak Yudi) serta Ketua Ta’mir Masjid Al-Ihsan (Pak Rusmin) dan warga Perumahan Lotus Regency.

Tanggal 19 Agustus 2020 sebelum shalat jamaah Magrib dilakukan doa bersama untuk doa tutup tahun 1441 H dan ba’da magrib dilanjutkan dengan doa awal tahun 1442 Hijriyah. Sebelum acara doa awal tahun didahului dengan membaca Surat Yasin bersama-sama yang dipimpin oleh Ustadz Zamzami al Hafidz. Saya bersyukur bahwa acara ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kesyahduan. Melalui doa yang diterjemahkan secara bebas dari doa akhir dan awal tahun, maka terasa bahwa doa itu berasal dari dalam hati.

Saya diminta oleh Ta’mir Masjid Al-Ihsan untuk memimpin doa dan memberikan sedikit pengantar, tentang makna doa ini. Tentu saja saya bacakan doanya di dalam bahasa Arab sesuai dengan doa yang dibaca oleh Nabi Muhammad saw, dan kemudian saya terjemahkan secara bebas sesuai dengan situasi dan kondisi kita sekarang ini. Doa itu saya rumuskan dengan bahasa yang sedikit puitis agar lebih menyentuh hati dan perasaan.

Setelah saya membacakan doa di dalam Bahasa Arab untuk doa akhir tahun, maka saya berdoa dalam Bahasa Indonesia dengan mengambil kata-kata kunci di dalam Bahasa Arab dimaksud. Doa dalam Bahasa Indonesia tersebut terangkum dalam ungkapan sebagai berikut:

  1. Ya Allah, Dzat yang Maha Pengampun, ampuni kesalahan, kekhilafan dan dosa-dosa yang pernah kami lakukan. Kami menyadari bahwa kami banyak sekali melakukan pelanggaran atas perintahmu, dan bahkan kami tidak sempat memohon ampunanmu setelah kami melakukannya. Oleh karena itu ampuni kami di akhir tahun ini atas kesalahan, kekhilafan dan dosa yang pernah kami lakukan.
  2. Ya Allah, Dzat Yang Maha menerima taubat. Kami menyadari bahwa kami belum sungguh-sungguh melakukan pertaubatan. Kami masih sibuk dengan urusan kami di dunia ini dan lupa melakukan taubatan nasuha. Oleh karena itu di akhir tahun ini kami melakukan pertobatan agar engkau ridloi.
  3. Ya Allah, Dzat yang Maha Baik, kami menyadari banyak amalan kebaikan yang kami lupakan. Banyak amalan kebaikan yang kami lalaikan. Banyak amalan kebaikan yang kami tunda melakukannya. Oleh karena itu, jadikan kami hambamu yang terus berupaya untuk berbuat baik.
  4. Ya Allah, Dzat yang Maha Bijaksana, kami menyadari bahwa kami selalu mengharap agar amalan-amalan baik yang kami lakukan engkau terima dan ridloi sehingga menjadi amalan yang mengantarkan kami ke jalan menuju surgamu.
  5. Ya Allah, Dzat yang Maha Kuasa, bimbinglah kami menuju jalanmu dan bimbinglah kami kepada jalan yang Engkau Ridloi. Ya Allah kami sungguh berharap agar kami warga Lotus regency dapat menjadi bagian dari umatmu yang selalu bertaqarrub kepadamu. Rabbana Atina fidu dunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzaban nar. Amin.

Ba’da magrib acara dilanjutkan. Setelah selesai dzikir ba’da magrib, lalu membaca Surat Yasin dengan harapan Allah akan memberikan ampunan, keridlaan dan keselamatan. Lalu dilanjutkan dengan doa bersama. Setelah membaca doa dalam Bahasa Arab, maka kami menerjemahkannya secara bebas sesuai dengan konteks yang sedang terjadi. Doa tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Ya Allah, Dzat yang Maha Kekal. Dzat yang awal tanpa permulaan dan Dzat yang akhir tanpa penghabisan. Dzat yang Maha Agung dan keagunganmu tiada taranya. Ya Allah Engkau selalu menjadi harapan kami agar kami dapat terus melakukan kebaikan.
  2. Ya Allah yang Maha Pemberi. Pada hari ini kami memasuki tahun baru Hijriyah, 1442. Ya Allah kami sedang menghadapi banyak tantangan di tahun kemarin dan juga tahun ini. Kami memohon kepadamu ya Allah agar Engkau menghilangkan masalah kami, yaitu tersebarnya wabah penyakit Covid-19, yang membuat kami ketakutan. Ya Allah bahkan kami takut untuk beribadah di rumahmu, di masjidmu. Kami harus melakukan hal-hal yang tidak relevan dengan perintahmu di dalam shalat, dan bahkan di dalam pergaulan. Oleh karena itu Ya Allah hilangkan penyakit ini agar kami dapat kembali hidup yang normal sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Allahumma inna na’udzubika minar rihil ahmari wad damil aswad wadail akbar. Ya Allah jauhkan kami dari angin merah, penyakit yang berasal dari darah hitam dan penyakit yang berat.
  3. Ya Allah, Dzat yang Maha membimbing. Kami memohon kepadamu agar kami selalu Engkau bimbing ke dalam jalan kebenaran dan jalan kebaikan. Berikan kekuatan kepada kami agar kami dapat mengarahkan nafsu amarah kepada nafsu muthmainnah. Tunjukkah kami yang benar itu kebenaran dan yang batil itu kebatilan.
  4. Ya Allah bimbinglah kami dari godaan syaitan dan seluruh bala tentaranya, agar kami dapat mengindari melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran kebaikan yang Engkau wajibkan. Ya Allah hanya kepadamu kami meminta pertolongan dan perlindungan.
  5. Ya Allah, dekatkan hati kami kepadamu, dan bimbinglah kami dan seluruh keluarga kami, warga Lotus regency untuk selalu berada dan berjuang untuk mencapai kebenaran yang Engkau ajarkan.
  6. Ya Allah kabulkan doa-doa kami. Rabbana atina fid dunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzaban nar, amin.

Wassalamu alaikum waramatullahi wabarakatuh.

 

DEMI MASA DEPAN PTKIS HARUS BERUBAH

DEMI MASA DEPAN PTKIS HARUS BERUBAH

Jadikan tantangan menjadi peluang. Jadilah Pemenang dan bukan pecundang. Itulah pernyataan saya   mengakhiri perbincangan di Webinar yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana   IAI Tribhakti Kediri, 08/08/2020. Hadir sebagai nara sumber adalah saya dan Prof. Dr. Azis Fahrur Rozi, MA, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.  Acara  tersebut diprakarsai oleh Dr. Suko Susilo, MSi, Direktur PPs IAI Tribhakti Kediri.

Secara empiris, bahwa PTKIS memang terus eksis di tengah persaingan PT yang semakin ketat. Bisa dibayangkan bahwa jumlah PTKIS semakin meningkat dari tahun ke tahun, dan untuk Koordinatorat Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) Wilayah IV, dengan wilayah Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT,   jumlahnya tidak kurang dari 150 PTKIS. Bahkan di dalam satu kabupaten/kota bisa terdapat tiga sampai empat PTKIS. Makanya, persaingan untuk merebut sumber daya mahasiswa di PTKIS juga sangat ketat. Padahal, kebanyakan yang memasuki PTKIS adalah mereka yang tidak menghendaki untuk kuliah di luar kota atau di kota-kota besar, tetapi sengaja memasuki kuliah di daerahnya karena beberapa keterbatasan.

Namun demikian, saya   berasumsi bahwa ada beberapa kekuatan yang dimiliki oleh PTKIS, khususnya yang berbasis pesantren. Kekuatan tersebut antara lain adalah kesamaan dalam perspektif dimensi keberagamaan, misalnya pengetahuan, keyakinan, ritual, konsekuensi dan pengamalan beragama. Dari sisi keyakinan beragama pastilah mereka memiliki paham keyakinan beragama berbasis konsep Ahlu Sunnah wal Jamaah, demikian pula pada dimensi pengetahuan, dan ritual beragama. Di dalam konteks konsekuensi beragama juga pasti berpaham Islam wasathiyah. Kala menafsirkan jihad, pasti bukan jihad dalam konteks perang offensive, tetapi jihad sebagai upaya sungguh-sungguh dalam menjalankan visi dan misi kehidupan, berbasis pada keluhuran ajaran Islam.

Kemudian, pesantren merupakan institusi social yang paling stabil, tidak mudah berubah, tidak mudah goncang karena serbuan modernisasi dan factor eksternal lainnya. Kyai bisa menjadi kekuatan penyeimbang dan mediator bagi setiap perubahan yang datang dari eksternal pesantren. Kekuatan lainnya adalah rasa memiliki pesantren dan kebanggaan sebagai alumni pesantren merupakan kekuatan khusus, yang menjadi peluang bagi PTKIS untuk menuai dukungan dan sumber daya mahasiswa. Selama ini, keterikatan alumni pesantren dengan kyai  itu masih melekat dengan kuat. Bahkan apa yang dinyatakan oleh kyai masih menjadi pedoman dalam menempuh kehidupan. Kyai memiliki peran polymorphic bagi para santri dan alumninya. Pesantren juga merupakan system social yang egaliter. Mereka memiliki kesamaan beragama, gaya hidup dan kehidupan sehari-hari, serta cara pandang terhadap dunia atau world view.

Namun demikian, pesantren dengan lembaga pendidikannya juga menghadapi tantangan yang sangat serius. Di antaranya adalah perubahan social yang sangat cepat, era revolusi industry 4.0, yang semua ini mengimbas pada perubahan social di dunia pesantren dan lembaga pendidikannya. Misalnya di masa lalu, pesantren hanya mengajarkan ilmu agama berbasis kitab kuning, dengan metode sorogan, bandongan atau wetonan. Akan tetapi perubahan dalam konsepsi pendidikan, maka pesantren berubah mengadopsi system madrasi dengan kurikulum Kementerian Agama, lalu harus mengadopsi system baru lagi, yaitu system pendidikan sekolah dengan mengadaptasi kurikulum Kemendikbud. Semua perubahan ini hakikatnya merupakan respon positif pesantren terhadap perubahan social yang terus terjadi.

Pesantren dan Pendidikan Tinggi Islam memang dua hal yang  berbeda, tetapi memiliki basis yang sama yaitu pengembangan ilmu keislaman. Hanya saja jika PTKI itu berbentuk institut maka memiliki kewenangan untuk pengembangan mandate tambahan yaitu ilmu social dan humaniora, sedangkan jika bentuknya universitas, maka bisa memiliki wewenang untuk mengembangkan ilmu sains dan teknologi selain ilmu keagamaan, social dan humaniora. Meskipun memiliki ilmu nonislamic studies, namun tetap saja lembaga pendidikan di bawah pesantren harus mengedepankan lingkungan pendidikan yang berbasis pesantren, yaitu institusi pendidikan yang mengusung ilmu keislaman, perilaku keberagamaan yang tinggi, mengembangkan wawasan kebangsaan dan mengadopsi kemodernan yang memiliki relevansi dengan kebutuhan di zaman sekarang.

Bukankah pesantren memiliki pirnsip: “al muhafadhotu ‘ala al qadimish shalih wa al ahdzu bi al jadid al ashlah”. Yang artinya kurang lebih “menjaga tradisi lama yang baik, dan mengambil tradisi baru yang lebih baik”. Jadi, perubahan itu suatu keniscayaan, melakukan pembaharuan itu kewajiban ijtima’iyyah dan melakukan inovasi itu kewajiban institusional, namun semua harus tetap berlandaskan pada nilai-nilai luhur yang sudah berjalan dan mentradisi yang memiliki rujukan di dalam pedoman keberagamaan.

Di dalam menghadapi tantangan  ERI 4.0, mestinya PTKIS harus merespon dengan cepat, dengan melakukan perubahan terhadap apa yang dibutuhkan di masa depan. Generasi ke depan itu harus memiliki kapasitas: competence, creative, communications and collaboration, maka PTKIS harus menjawabnya dengan perubahan kurikulum yang relevan dengan tuntutan perubahan ke depan. Hard skill diperkuat, baik dari sisi teori, metodologi maupun praksisnya, dan tetap mengedepankan wawasan keislaman, wawasan kebangsaan dan penguasaan IT. Betapa untungnya sekarang dengan Pandemi Covid-19, yang secara cepat mengubah dari nihil IT menjadi serba IT. Webinar hari ini dihadiri banyak participant dari berbagai daerah dan dihadiri nara sumber dari Jakarta dan Surabaya, yang  dengan aplikasi Zoom, maka semua tersambung dari tempatnya masing-masing lintas wilayah tersebut.

Hal ini merupakan contoh bagaimana ke depan PTKIS harus menggunakan IT untuk kepentingan pendidikan. IAIT, meskipun kajiannya bercorak Islamic studies, akan tetapi harus mengubah mindset pengelolaan pendidikan dari prinsip pendidikan konvensional ke pendidikan modern-religius, dengan mengadopsi IT sebagai instrument pembelajaran dan pelayanan. Ke depan, PTKIS harus memperkuat jejaring, misalnya antar PT, dengan perusahaan, dengan organisasi social keagamaan dan juga LSM yang bergerak di bidang pengembangan keberagamaan masyarakat dan sebagainya. Hal ini dilakukan untuk menjawab gagasan Kampus Merdeka dan Belajar Merdeka.

Tidak ada salahnya PTKIS belajar dari kampus-kampus di Thailand, dengan Pusat Bahasa dan Budaya negara-negara lain, semisal Pusat Bahasa dan Budaya Jepang, Korea Selatan, Indonesia dan sebagainya. Bukankah PTKIS yang berbasis pesantren bisa juga membuat Pusat Studi Bahasa dan Budaya Timur Tengah, Pusat Bahasa dan Budaya China, Pusat Bahasa dan Budaya Afrika Utara dan sebagainya.

Oleh karena itu, jika PTKIS ingin eksis, maka kedepankan distingsi, apa yang menjadi pembedanya dengan program sejenis, lalu ekselensi atau apa keunggulannya berbasis pada distingsi dimaksud dan akhirnya akan menjadi destinasi atau tujuan belajar bagi masyarakat Indonesia maupun dunia internasional. Makanya PTKIS harus berubah untuk menjemput masa depan yang lebih baik.

Wallahu a’lam bi al shawab.

 

 

 

Dampak Positif Covid-19

Selengkapnya

 

Islam Damai Dalam Konstruksi Ahli Tarekat

Download Fulltext Pdf