• January 2022
    M T W T F S S
    « Mar    
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

Archive for the 'Opini' Category

PERSPEKTIF “YANG SACRAL” DURKHEIM TENTANG PUASA (2)

Puasa kiranya dapat dikaji dari perspektif konsepsi Emile Durkheim, karena puasa adalah ritual suci untuk menuju kesucian. Bulan Ramadlan dikenal di dalam konsepsi Islam sebagai bulan suci, untuk menggambarkan peristiwa keutamaan yang terdapat di dalamnya. Secara faktual, bahwa puasa menjadi bulan idaman dan kesempatan bagi umat Islam untuk mendapatkan sejumlah keutamaan, antara lain; adalah rahmah, […]

RITUAL PUASA BAGI MANUSIA (1):

RITUAL PUASA BAGI MANUSIA (1): Perspektif Sosiologi   Sudah banyak yang mengkaji dan menjelaskan puasa dari perspektif ajaran teologis, dan fiqh. Tulisan ini secara sengaja untuk menjelaskan puasa dari perspektif sosiologis. Mungkin ada yang menganggap bahwa ini hanyalah analisis gotak gatik gathuk atau sengaja mencocokkan terhadap hal-hal yang “barangkali” kurang atau bahkan tidak relevan. Namun […]

MEMOTONG JALUR BANK TITIL

MEMOTONG JALUR BANK TITIL: Studi Historis tahun 1990-an
   Nur Syam   Pengantar Bank Titil, istilah yang digunakan oleh masyarakat pedesaan untuk menyebut sebuah kegiatan usaha di dalam bidang keuangan, proses kerjanya ialah debitornya mendatangi kreditor dari rumah ke rumah untuk meminjamkan uang dalam jumlah tertentu. Sebenarnya kegiatan peminjaman uang ini dilakukan secara sukarela, artinya […]

SILATURRAHIM VIRTUAL DI ERA COVID-19

Tidak hanya pembatasan manusia harus berada di dalam rumah di era covid-19 akan tetapi juga membatasi relasi antar manusia. Yang tidak dibatasi hanya orang pergi ke rumah sakit atau klinik untuk periksa kesehatan, pergi ke rumah makan atau warung untuk membeli makanan, ke mall yang khusus untuk pemenuhan kebutuhan kehidupan, ke apotik untuk membeli obat […]

DERITA PARA PEKERJA INFORMAL DI ERA COVID-19

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Kompas 20-21 April 2020 (Kompas, 26/04/2020), diketahui bahwa 15 persen para pekerja pulang kampung karena PHK, 30 persen pulang kampung karena usahanya tutup dan 50 persen dirumahkan tanpa gaji. Sementara itu yang sudah pulang juga mengalami penerapan aturan yang berbeda-beda. Sebanyak 60 persen pemerintah meminta karantina mandiri di rumah, dan […]