• November 2026
    M T W T F S S
    « Oct    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

TERORISME BELUM BERAKHIR?

 Ketika saya membaca tulisan Nur Kholik Ridwan tentang  “Regenerasi NII, Membedah Jaringan Islam Jihadi di Indonesia,” di mana tulisan tersebut diangkat dari laporan International Crisis Group (ICG) tentang meningkatnya gerakan fundamentalisme agama di Indonesia, saya sampai pada suatu kesimpulan awal bahwa gerakan fundamentalisme Islam telah memiliki kekuatan laten yang kuat yang sewaktu-waktu bisa seperti api dalam sekam, yang jika ada momentum yang tepat maka akan menjadi api yang besar. Kesimpulan awal ini tentunya bukan tanpa bukti empiris, sekurang-kurangnya prediksi empiris bahwa Islam fundamentalis semakin memiliki keberanian untuk mengekspresikan gerakannya dalam negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). misalnya melalui konferensi, diskusi, tulisan dan bahkan deklarasi secara terbuka. (more..)

MENGAKHIRI HIDUP NOORDIN MANUSIA TOP

 Tulisan ini hampir saya buat ketika tokoh bomber  yang sudah sangat terkenal dalam belantara gerakan terorisme Noordin M. Top diduga tewas di lokasi Dusun Beji, Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. Waktu itu diduga dia ditembak di dalam rumah Muh. Zahri, 60 tahun yang tidak lain adalah ayah Tatak salah seorang teroris jaringan Noordin M. Top dan Dr. Azhari yang juga pernah tertangkap di Wonosobo sekitar Maret 2006. akhirnya ternyata yang terbunuh dalam drama pengejaran teroris oleh Densus 88 adalah Ibrohim yang dinyatakan sebagai otak pengeboman di Hotel Ritz Carlton dan Hotel JW. Mariott. (more..)

PUASA DAN KEPEKAAN TERHADAP KAUM DHUAFA

 

Rukun puasa sebagaimana kita ketahui adalah menahan lapar, haus dan hubungan seks. Ini merupakan perintah fisikal yang harus dipenuhi selama menjalankan puasa. Jika tidak mampu menahan tiga hal yang bersifat fisikal ini maka puasanya akan batal. Meskipun sesungguhnya Nabi memberikan arahan bahwa orang yang puasanya hanya dengan menahan tiga hal itu dan tidak melakukan yang esensial seperti menahan hawa nafsu yang lebih luas,  maka seseorang hanya akan memperoleh lapar dan dahaga saja. Ini sesungguhnya menyiratkan bahwa ada yang mesti juga tetap diperhatikan yaitu bagaimana seseorang yang sedang puasa dapat mencegah berbagai keinginan untuk berbuat jelek, meskipun sekedar niat saja. (more..)

LEBIH SULIT MENAHAN HAWA NAFSU

 

Disyariatkannya puasa sesungguhnya merupakan bagian dari pelestarian ajaran agama-agama sebelumnya. Hal itu tentu bisa dilihat dari perintah menjalankan puasa di dalam teks al-Qur’an bahwa puasa juga dilakukan oleh umat sebelum Islam. Jadi ketika Islam diwahyukan kepada Muhammad saw yang tidak lain adalah penerus agama hanif, maka Islam juga mengambil sebagian hukum dan tradisi di dalam agama-agama sebelumnya, baik yang menambah atau mengurangi atau bahkan menetapkan ajaran agama yang sudah pernah ada. (more..)

PUASA, MENGAPA PERLU?

Di lima hari terakhir puasa ini, rasanya ada dorongan yang sangat kuat untuk menulis perihal puasa dalam aspek yang dirasa mendasar. Jadi sementara harus menyisihkan keinginan untuk memberi respon terhadap masalah-masalah sosial politik, pendidikan dan budaya yang biasanya selalu tersaji di berbagai media nasional maupun internasional. Baiklah saya akan menulis yang terkait dengan puasa dan pernak-perniknya, meskipun terkadang juga harus tetap menggunakan pendekatan sosiologis karena memang tidak bisa dipisahkan sama sekali. (more..)