Tiada yang lebih indah di dunia ini kecuali kebersamaan. Di dalam konsepsi ilmu sosial, bahwa dunia ini sebenarnya dibangun di atas relasi sosial yang stabil dan jika ada perubahan maka perubahan itu terjadi secara alami atau evolusioner. Perubahan yang cepat atau revolusioner hanya akan membawa kerumitan dan konflik sosial yang tidak terelakkan. Perubahan sosial memang sesuatu yang tidak terelakkan di dalam kehidupan sosial ini, namun demikian perubahan yang terjadi secara cepat hanya akan menghasilkan dinamika sosial yang terkadang tidak berimbang. Bahkan cenderung menyulitkan. Sebaliknya, dunia yang tanpa perubahan juga akan menyebabkan ketiadaan dinamikanya. Akan terjadi stagnasi di mana-mana. Akibatnya juga akan menyebabkan terjadinya pembangkangan di mana-mana. Oleh karena itu perubahan haruslah dimanej sedemikian rupa sehingga akan terjadi keseimbangan di dalam hasil akhir perubahan tersebut. (more..)
Lebaran sebagai penanda berakhirnya puasa ramadlan memang menyimpan banyak ritual. Tidak hanya ritual shalat idul fitri dan tradisi sungkeman atau halal bi halal tetapi juga ziarah kubur. Tradisi ini telah terjadi dalam rentangan waktu yang sangat lama dan tentu bermula ketika Islam mulai berkembang di Nusantara. Para wali, khususnya walisongo adalah orang yang pertama mengembangkan tradisi nyekar atau tradisi ziarah kubur. Di Nusantara, tradisi ini tentu sudah berkembang pada waktu kerajaan Hindu atau Budha, namun kemudian memperoleh sentuhan baru yang bersesuaian dengan ajaran Islam. (more..)
Jika manusia bersyukur kepada Allah, tentu sangat wajar sebab manusia diberi potensi untuk melakukan kebaikan dalam pengertian yang umum maupun khusus. Kebaikan umum terkait dengan tindakan terhadap sesama umat manusia dan keaikan khusus adalah tindakan kepada sesama umat Islam. Kemudian Allah juga mengajarkan kepada manusia agar selalu membangun kerukunan, keharmonisan dan keselamatan. Tiga hal inilah yang disebut sebagai pilar dalam membangun kehidupan di dunia. Bisa dibayangkan bahwa hidup tanpa kerukunan, tanpa keharmonisan dan tanpa keselamatan, maka kehidupan tersebut tentu terasa berada di neraka. Akan menjadi terasing di tengah keramaian yang di dalam konsepsinya David Reismann disebut lonely in the crowd. (more..)
Ketika di Arab Saudi sudah banyak yang melaksanakan puasa Syawal yang dilakukan satu hari setelah hari raya Idul Fitri, maka di masyarakat Indonesia, khususnya Jawa, justru masih menyelenggarakan acara hari lebaran. Di Indonesia memang hari raya Idul Fitri bisa dilakukan berhari-hari. Baik acara yang diselenggarakan secara individual maupun secara berkelompok. Apalagi sekarang ini sedang berlangsung satu tambahan tradisi baru dalam melaksanakan acara halal bi halal yaitu halal bi halal keluarga, yang mengambil tokoh sentral dari keluarga itu, misalnya Bani Ismail, Bani Ridwan dan sebagainya. (more..)
Inilah tradisi khas masyarakat Indonesia. Halal bi halal namanya. Tradisi ini merupakan tradisi yang sudah mengakar di Indonesia. Makanya, banyak orang Indonesia yang menjadikannya sebagai momentum penting di dalam prosesi kehidupannya. Sungguh tidak diketahui secara pasti kapan tradisi ini bermula. Tetapi yang jelas sudah menjadi tradisi khas Indonesia, jauh sebelum Indonesia menjadi semakin modern. Dan anehnya meskipun masyarakat Indonesia sudah modern akan tetapi tradisi ini nampaknya tidak akan lekang oleh panas dan lapuk oleh hujan. Mau bukti? Cobalah lihat bagaimana masyarakat Indonesia yang berada di perantauan dan jauh dari sanak kerabatnya rela untuk berhimpitan pulang ke kampung halaman hanya untuk satu hal, berhalal bi halal. (more..)