• July 2026
    M T W T F S S
    « Jun    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

MENGENTAS PENGEMIS

Kian banyak saja daerah yang mendukung Fatwa MUI Sumenep tentang hukum haram mengemis. Selain MUI Jawa Timur juga terdapat beberapa MUI yang merespon, yaitu MUI Kabupaten Bojonegoro, MUI Kabupaten Garut, dan MUI Kabupaten Kudus (Suara Karya, 28/08/09).

Tentu ada alasan yang sangat jelas, baik naqli maupun aqli yang dijadikan sebagai rujukan untuk  menentukan fatwa haram mengemis tersebut. Alasan naqli tentu saja berangkat dari teks yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang pekerja keras. Misalnya beliau bersabda “dan bekerjalah kamu seakan-akan kamu akan hidup selamanya dan berbuatlah untuk akhirat seakan-akan kamu akan mati besuk”. Bahkan al-Qur’an juga menjelaskan bahwa Allah tidak suka jika manusia meninggalkan keturunan yang lemah. (more..)

MENGEMIS KOLEKTIF

Membaca Harian Suara Karya tentang respons para pengemis tentang fatwa haram yang dikeluarkan  oleh MUI Sumenep dalam judul “Mengemis Haram, Gepeng Cuek” (Suara Karya, 25/08/09),  tentu membuat kita harus berhitung ulang tentang efektivitas fatwa bagi para subyek pelaku mengemis. Ternyata memang tidak mudah untuk menjelaskan persoalan mengemis ini dari sisi pelaku. Dalam cerita tentang Dudun yang mengalami kegagalan dalam mengais kehidupan dikota semenjak tahun 1987, maka pilihannya tidak ada lain adalah mengemis. Tentu ada banyak orang yang senasib dengan Dudun di negeri ini. Masih banyak di antara mereka yang tidak beruntung.

(more..)

FATWA MENGEMIS HARAM

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumenep membuat gebrakan dengan melansir fatwa haram bagi mengemis. Fatwa ini kemudian direspon positif oleh MUI Jawa timur. MUI memang telah berkali-kali membuat gebrakan dengan fatwa-fatwanya. Masih segar dalam ingatan tentang Fatwa Merokok Haram, Fatwa wajib mencoblos dalam pemilu dan tentu masih banyak lagi.

Sebuah fatwa memang tidak datang dari ranah kosong. Setiap fatwa tentu dihasilkan dari ijtihad yang mendalam dan panjang. Untuk fatwa mengemis haram ini tentu saja juga telah didiskusikan dengan sangat mendasar dan berdasarkan pengamatan yang panjang tentang fenomena mengemis di kalangan masyarakat.  Adakah mengemis telah disalahgunakan untuk kepentingan yang yang salah. Adakah mengemis telah menjadi profesi dan bukan karena kehidupannya miskin atau melarat. Dan tentu masih ada sederet pertanyaan tentang mengemis sebagai fenomena sosial. (more..)

DAKWAH YANG MEMBERDAYAKAN

Pengawasan terhadap kegiatan dakwah memang sudah dilakukan dengan plus minusnya. Di Batam pengawasan telah dilakukan oleh para polisi. Makanya para ulama setempat lalu merasa gerah. Salah seorang pengurus MUI Batam, Azahari Abbas, lalu melayangkan keberatan terhadap pengawasan dakwah tersebut.  Baginya bahwa dengan pengawasan seperti itu, maka suasananya seperti kembali ke Orde Lama, yaitu ketika para da’i harus melaporkan materi dakwahnya kepada aparat keamanan.

Memang harus diakui bahwa ada –sebagian kecil—dari para da’i yang melakukan dakwah yang mengarah kepada kekerasan. Dakwah yang dilakukan oleh Abu Jibril di Pamulang juga menuai keresahan umat. Alih-alih membuat kerukunan umat, dakwah yang dilakukannya justru membuat konflik horizontal dengan warga setempat. Bahkan umat Islam di Pamulang yang selama itu dalam keadaan damai lalu menjadi terkontaminasi. Menurut warga  di situ bahwa dakwah Abu Jibril selalu menyalahkan orang lain. Tidak ada yang benar, semuanya salah. Bahkan setelah masjid di daerah itu dikuasai, maka jamaah masjid dari daerah setempat merasa tidak nyaman lagi beribadah di masjid tersebut.

(more..)

HAKIKAT PESAN DAKWAH

Dakwah secara lughotan adalah ajakan atau seruan kepada jalan Allah. Hal ini senada dengan firman Allah dalam Surat An-Nahl, 125 yang artinya: “Ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah, mauidzoh hasanah dan bermujadalahlah dengan cara sebaik-baiknya. Sesungguhnya  Tuhanmu, Dia lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui siapa yang mendapatkan petunjuk.” Jalan Allah itu tidak lain adalah agama Islam.

Islam sesuai dengan namanya adalah agama keselamatan. Agama yang mengajarkan agar manusia memperoleh keselamatan baik di dunia maupun kelak di akhirat. Sebagai jalan keselamatan, maka pastilah bahwa orang yang beragama Islam akan mendahulukan keselamatan tersebut di dalam kehidupannya. (more..)