• July 2026
    M T W T F S S
    « Jun    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

MEMPERTAHANKAN GEOPOLITIK INDONESIA

 Jawa Pos, 24/10/2009, dalam tajuknya menyatakan bahwa Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa harus sama dengan Menlu sebelumnya, Ali Alatas. Dalam tajuk itu disebutkan bahwa Ali Alatas  bisa melakukan mekanisme hubungan luar negeri dengan sangat memadai. Satu kakinya digunakan untuk mempertahankan identitas Indonesia sedemikian kuat, sementara satu kaki lainnya dapat bergerak lincah untuk menjalin komunikasi dan relasi dengan dunia luar secara efektif dan efisien. Di dunia yang berubah cepat sekarang ini, memang dibutuhkan kemampuan untuk tetap eksis dan kemudian berkembang cepat di tengah pusaran kepentingan yang sangat keras. Marty Natalegawa telah memiliki modal sebagai duta besar di Inggris dan juga PBB. Jadi dari sisi variabel pengalaman,  kiranya sudah cukup. (more..)

TANTANGAN KIB II

Bersamaan dengan pelantikan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, maka sejumlah pemuda dan mahasiswa  di Maluku melakukan demonstrasi untuk mengungkapkan kekecewaannya, karena tidak satupun menteri dalam KIB yang berasal dari daerah tersebut.  Mereka mendatangi Kantor Gubernur Maluku. Aksi ini merupakan kelanjutan dari aksi yang pernah dilakukan oleh pengurus DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di gedung DPRD Maluku, 20/10/09 lalu. Mereka sempat menyegel kantor DPRD. Target unjuk rasa pemuda dan mahasiswa tersebut,  sebenarnya adalah memblokade penerbangan dari dan ke Ambon. Karena gagal demonstrasi  di bandara, maka mereka pindah ke kantor Gubernur Maluku. Para pemuda dan mahasiswa tersebut berasal dari HMI, IMM, GMNI, GMKI, PMII, PMKRI, BEM IAN dan STAKPN. Yang ironis bahwa ada tuntutan agar Maluku melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) (JP, 23/10/09). (more..)

MENANTI KINERJA MENTERI BARU

 Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II sudah dilantik kemarin, 22-10-2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ada menteri yang diangkat kembali dan ada muka baru. Tetapi sesungguhnya semuanya sudah memiliki pengalaman yang cukup baik dalam institusi sosial, politik, dan budaya, militer, pendidikan, ekonomi  dan agama. Semuanya merupakan orang yang sudah mendarmabaktikan sebagian kehidupannya di dalam berbagai organisasi yang sangat variatif. Dari sebanyak 34 menteri, maka sebagian besar adalah politisi dan sebagian lainnya para profesional. (more..)

MENTERI BARU MUKA LAMA

 Hingar bingar dunia perpolitikan Indonesia berakhir sudah. Setelah melewati masa panjang mulai dari pemilu legislatif, kemudian dilanjutkan dengan pilpres, kemudian diteruskan dengan pelantikan presiden dan wakil presiden, maka semalam, 21 Oktober 2009 diumumkanlah nama-nama menteri yang akan mengisi pos-pos kementerian di era Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, masa khidmat 2009-2014. Semua orang bisa berkomentar, ada yang pro dan ada yang kontra. Tetapi yang jelas –sebagaimana sambutan Presiden SBY—bahwa semuanya sudah dipertimbangkan secara matang dan penuh perhitungan. (more..)

MENGELOLA KRITISISME MAHASISWA

 Mahasiswa merupakan kelompok paling kritis di antara generasi muda lainnya. Tentu saja kritisisme tersebut diperoleh dari bangku kuliahnya. Bukankah mereka diajari agar memiliki kemampuan kritis dan analitis tentang masalah yang ada di sekitarnya. Melalui proses pembelajaran, diskusi dengan teman sejawat dan berbagai aktivitas yang dilakukannya baik melalui organisasi intra maupun ekstra kampus, maka mereka menjadi kelompok yang memiliki kesadaran kritis (critical awareness). (more..)