• May 2026
    M T W T F S S
    « Apr    
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

GEMPA SEBAGAI PERISTIWA ALAM

 Banyak orang yang menyatakan bahwa gempa bumi, gunung meletus dan peristiwa alam lainnya sebagai “peringatan”, “ujian” dan  bahkan “kemarahan” Allah atas perilaku manusia. Pernyataan ini benar, sebab memang Allah dengan kekuasaan yang tidak terbatas bisa melakukan peringatan, ujian dan laknat kepada siapa saja yang melakukan kesalahan. Di dalam al-Qur’an juga dinyatakan tentang sejarah Qarun, sejarah umat Nabi Nuh, sejarah umat Nabi Luth, sejarah Fir’aun dan sebagainya. Semuanya memberikan gambaran bahwa perilaku kemungkaran yang dilakukan secara komunal dan massal oleh umat manusia memang bisa menjadi pemicu bagi “kemurkaan” Allah atasnya. (more..)

GEMPA DAN INFERIORITAS MANUSIA

 Kita sungguh tidak tahu bahwa tanggal 30 September 2009 yang bertepatan dengan 44 tahun pasca peristiwa G 30 S/PKI ternyata di Bumi Indonesia terjadi gempa bumi yang sangat hebat dan menghancurkan dua kota di Sumatera Barat. Peristiwa ini tentu sangat memilukan terutama masyarakat yang baru saja merayakan hari lebaran beberapa hari yang lalu. Di tengah kegembiraan menyambut hari raya Idul Fitri tersebut tiba-tiba masyarakat disentakkan dengan peristiwa yang sangat mengerikan, yaitu gempa bumi di tanah Si  Malin Kundang. (more..)

MERAGUKAN KEBERSATUAN POLITIS UMAT ISLAM

 Kemarin, Jum’at, 2 Oktober 2009, saya melakukan shalat Jum’at di Masjid Baiturrahman kompleks DPR/MPR. Sayangnya saya datang di masjid itu ketika khutbah sudah dimulai karena baru saja ada acara yang saya ikuti dan selesainya mepet dengan waktu shalat Jum’at. Namun demikian, tentu saja saya masih bisa mengikuti khutbah  yang disampaikan oleh khatib dengan seksama. Masjid itu terasa kurang besar sebab jamaahnya membludak. Bisa saja karena hari itu memang ada pelantikan anggota MPR RI setelah sehari sebelumnya di tempat yang sama juga ada kegiatan pelantikan anggota DPR RI. Sebab semua anggota DPR/MPR terkonsentrasi di sini, maka masjid tersebut penuh sesak. Di tempat itu saya sempat bertemu kawan lama saya, Dr. Ali Maschan Musa, dosen IAIN Sunan Ampel yang sekarang menjadi anggota legislatif dan juga Drs. A. Ruba’i, MSi, alumni IAIN Sunan Ampel yang sekarang juga menjadi anggota legislatif. Pak Ali Maschan berangkat dari PKB dan Pak Ruba’i berasal dari PAN. (more..)

KESAKTIAN PANCASILA DAN SEJARAH KEBANGSAAN

 Kemarin saya terlibat dalam upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2009 di Kantor Grahadi. Pasca reformasi memang gaung hari kesaktian Pancasila tidak lagi seriuh di era Orde Baru (orba). Hal itu tentu saja terkait dengan perubahan orientasi politik pemerintah. Di masa orba pemerintah sangat peduli dengan berbagai peristiwa komunisme, dan ideologi lain yang kontra Pancasila. Namun di era Orde Reformasi, maka perhatian pemerintah terhadap berbagai aliran yang kontra Pancasila nampaknya mengendor. Itulah sebabnya di era reformasi ini tumbuh berbagai ideologi baik yang berbasis agama atau lainnya yang memperoleh ruang gerak yang sangat luas. Maka tak ayal lagi jika kemudian muncul sekelompok orang yang tidak lagi sudi menjadikan Pancasila sebagai ideologi negara. (more..)

POSISI STRATEGIS KEMENTERIAN PDT

 Pada hari Selasa, 29 September 2009, saya diundang untuk menjadi narasumber di TVONE terkait dengan program pengentasan kemiskinan di daerah tertinggal. Mestinya yang harus menjadi narasumber utama adalah Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal, Ir. HM. Lukman Edy, Msi, namun karena beliau ada tugas lain di Senayan yang tidak dapat ditinggalkan, maka yang menggantikan  adalah Sekretaris Kementerian PDT, Ir.Lucky Hari Korah. Pembicaraan tentang kemiskinan, terutama di daerah tertinggal menjadi sangat penting mengingat bahwa problem kemiskinan masih mendera kehidupan sebagian masyarakat Indonesia, kira-kira 17,75% atau sekitar 40 juta dari populasi masyarakat Indonesia. (more..)