Saya memperoleh kesempatan untuk memberikan sambutan pada acara penandatangan Memory of Understanding (MoU) tentang Fasilitasi Peningkatan Kualitas Guru Madrasah Diniyah, Selasa, 13 Oktober 2009 di Ruang Binaloka Adikara, Kantor Gubernur Jawa Timur. Tidak ada yang khusus dalam sambutan saya. Saya ungkapkan bahwa secara nyata di Indonesia telah terjadi silent revolution, yaitu melalui disahkannya UU Sisdiknas, UU Guru dan Dosen, PP Guru dan Dosen, yang secara khusus menjadi titik tolak bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Khusus di Jawa Timur, maka silent revolution tersebut bisa dirasakan adanya program yang sangat inovatif tentang relasi antara pemberdayaan Madrasah Diniyah (madin) sebagai implementasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk rakyat. Konsep itu tentu saja adalah janji Pak De Karwo sewaktu kampanye pilgub beberapa bulan yang lalu. Di mana-mana terpampang tulisan APBD Untuk Rakyat. (more..)
Madrasah Diniyah (Madin) merupakan pengembangan lebih lanjut dari sistem pendidikan madrasi yang mulai berkembang di tahun 60-an. Sebelumnya, banyak pesantren yang melakukan pembelajaran melalui sistem tradisional seperti wetonan, sorogan dan bandongan. Sistem ini merupakan sistem asli dalam pembelajaran di pondok pesantren. Baru ketika pesantren menerimna sistem baru pembelajaran yang bercorak klasikal, maka sistem ini kemudian menjadi penting. Sistem klasikal yang memasuki dunia pesantren, sesungguhnya kemudian mereduksi tingkat pengetahuan keagamaan yang selama ini menjadi andalan pesantren. Makanya kemudian muncullah alternatif untuk melakukan penambahan sistem pendidikan baru yang kemudian disebut Madrasah Diniyah (Madin). (more..)
Surabaya sedang menyelenggarakan acara yang luar biasa. Cross culture festival yang ternyata sudah dilakukan untuk tahun ke empat. Acara meriah ini dilaksanakan di Galaxy Mall, tanggal 15 Oktober 2009. Begitu luar biasanya acara ini, sehingga sejumlah duta besar negara sahabat pun datang. Dari Pakistan, Zimbabwe, Azerbaijan, Saudi Arabia, Cina dan lainnya. Yang menarik, tema acara ini adalah “memahami perbedaan budaya untuk menghargai keragaman.” Acara dibuka oleh Bambang DH dengan memukul drum yang diikuti oleh seluruh duta besar yang hadir. Setelah sebelumnya Pak Walikota dan para duta besar membubuhkan tandatangan di atas kanvas. (more..)
Salah satu kekhasan pendidikan di Indonesia adalah adanya lembaga pendidikan pesantren. Secara historis, pesantren telah ada dalam waktu yang relatif lama. Sistem pendidikan pesantren telah ada semenjak para walisongo menyebarkan Islam di Indonesia. Seluruh walisongo memiliki pesantrennya sendiri-sendiri. Sunan Ampel dengan pesantren Ampelnya, Sunan Bonang dengan pesantren di Bonang Tuban, Sunan Drajat dengan pesantrennya di desa Drajat Lamongan, Sunan Giri dengan pesantren Giri di Gresik, dan sebagainya. Pesantren adalah institusi pertama di Nusantara yang mengembangkan pendidikan diniyah. (more..)
Golongan Karya (Golkar) baru saja menyelenggarakan perhelatan nasional yaitu Musyawarah Nasional (Munas) VIII yang dilaksanakan di Pekanbaru, 5-8 Oktober 2009, untuk memilih pimpinan partai. Munas yang dihelat di Pekanbaru tersebut telah menghasilkan pimpinan baru Golkar. Munas telah menentukan Aburizal Bakri yang biasa disebut Ical untuk memimpin Golkar periode 2009-2015. Sebelum ini, Golkar dipegang oleh Jusuf Kalla, biasa disebut JK, yang juga menjabat Wakil Presiden tahun 2004-2009. Pak JK bersama dengan Pak Susilo Bambang Yudhoyono, biasa disebut SBY, telah memimpin negeri ini dalam kurun lima tahun terakhir. Keduanya memang menjadi eksponen partai politik yang berbeda. Pak JK di Golkar, sementara Pak SBY di Partai Demokrat. (more..)