• July 2026
    M T W T F S S
    « Jun    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

TANTANGAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN

 Di dalam sebuah workshop yang diselenggarakan oleh Bakesbang Jawa Timur tanggal 18 Nopember 2009 di Hotel Utami, ada sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh seorang guru Pendidikan Kewarganegaan yang mengajar di sekolah dasar, bahwa menjadi guru sekarang ini sangat berat, sebab  sangat sulit untuk memberi contoh kepada siswa tentang kebaikan-kebaikan. Di sekolah mereka diajari tentang yang baik dan buruk, akan tetapi di lingkungannya dijumpai sesuatu yang  bertentantangan dengannya. Misalnya, tayangan  tentang ketidakadilan, tayangan sinetron dengan latar percintaan remaja, beredarnya ponsel porno dan sebagainya. Hal ini merupakan tantangan pendidikan yang tidak mudah diatasai oleh guru. (more..)

SEKALI LAGI INDEKS KORUPSI INDONESIA

 Di tengah perseteruan berbagai institusi penegak hukum, KPK dengan Kepolisian, ternyata muncul peringkat baru tentang Indeks Korupsi di Indonesia. Indeks korupsi Indonesia ternyata berada di urutan 111 dari 180 negara di dunia yang disurvei. Memang ada peningkatan indeksnya, yaitu  2,8  di tahun 2009 dibanding dengan 2,6 di tahun 2008. Di dalam hal peringkat tersebut, Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Singapura, Brunei Darus Salam, Malaysia dan Thailand. Meskipun indeks korupsi meningkat, namun ternyata peringkat Indonesia tersebut hanya sejajar dengan beberapa negara miskin lain, yaitu Togo, Solomon Island, Mali, Algeria dan Djibouti. Di kawasan Asia Tenggara, persepsi korupsi Indonesia belum membanggakan. Indonesia berada di urutan kelima, sedangkan Singapura berada di urutan 3 dan Brunei di urutan 35. Indonesia hanya lebih baik sedikit dibandingkan Filipina, Timor Leste, Vietnam, Kamboja, Laos dan Myanmar. Indeks Persepsi Korupsi tersebut dibuat berdasarkan survey setahun terakhir yang merupakan gabungan dari 13 polling dan survey yang dilakukan oleh 10 institusi independen. Survey tersebut dilakukan untuk mengukur persepsi korupsi para pejabat publik dan politisi. (more..)

PERLUNYA BAHAN AJAR ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN

 Membincang Islam rahmatan lil alamin memang mengasyikkan. Penyebabnya tentu saja adalah adanya keinginan yang sangat kuat untuk menunjukkan bahwa Islam Indonesia ini adalah Islam dalam wajahnya yang damai dan menyelamatkan. Islam tidak boleh dijadikan sebagai dasar untuk melakukan kekerasan kepada siapapun dan dimana pun juga juga. Baik kekerasan simbolik maupuan aktual.  Kekerasan aktual, misalnya perusakan terhadap fasilitas umum dan pribadi, perusakan tempat ibadah, kekerasan terhadap umat agama lain (hubungan antar umat beragama), dan kekerasan terhadap umat seagama (hubungan interen umat beragama). Sedangkan yang termasuk kategori kekerasan simbolik, misalnya munculnya peraturan diskriminatif atau  munculnya tulisan-tulisan provokatif tentang truth claimed yang berlebihan. (more..)

MERUMUSKAN ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN

 Gagasan tentang Islam rahmatan lil alamin kembali memperoleh momentum untuk dibicarakan oleh Direktorat Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama dalam tema “Penulisan Buku Ajar Islam Rahmatan Lil Alamin.” Acara ini dilaksanakan selama dua hari, 14-15 Nopember 2009 bertempat di Hotel Grand Cempaka Jakarta. Acara ini diikuti oleh sejumlah rektor UIN, IAIN dan Ketua STAIN, Direktur PPS dan juga dosen-dosen yang memiliki kapabilitas untuk menulis tentang Islam Rahmatan lil Alamin dimaksud. (more..)

MENGAWASI PERILAKU REMAJA

 Perkembangan akhir-akhir ini tentang peruilaku permissiveness remaja sungguh memprihatinkan. Semakin banyak saja anak-anak remaja yang secara terang-terngan mengekspose tindakan seksual permissiveness yang mereka lakukan. Ini merupakan sebuah indikasi bahwa sedang terjadi perilaku seksual yang luar biasa di kalangan anak muda. Dahulu perilaku seksual adalah perilaku yang sangat tersembunyi, namun kini sudah seperti pasar raya. Bisa direkam lalu diekspose dan disebarkan dari satu ponsel ke ponsel lain secara berantai. (more..)