• May 2026
    M T W T F S S
    « Apr    
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

MENANTI KINERJA MENTERI BARU

 Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II sudah dilantik kemarin, 22-10-2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ada menteri yang diangkat kembali dan ada muka baru. Tetapi sesungguhnya semuanya sudah memiliki pengalaman yang cukup baik dalam institusi sosial, politik, dan budaya, militer, pendidikan, ekonomi  dan agama. Semuanya merupakan orang yang sudah mendarmabaktikan sebagian kehidupannya di dalam berbagai organisasi yang sangat variatif. Dari sebanyak 34 menteri, maka sebagian besar adalah politisi dan sebagian lainnya para profesional. (more..)

MENTERI BARU MUKA LAMA

 Hingar bingar dunia perpolitikan Indonesia berakhir sudah. Setelah melewati masa panjang mulai dari pemilu legislatif, kemudian dilanjutkan dengan pilpres, kemudian diteruskan dengan pelantikan presiden dan wakil presiden, maka semalam, 21 Oktober 2009 diumumkanlah nama-nama menteri yang akan mengisi pos-pos kementerian di era Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, masa khidmat 2009-2014. Semua orang bisa berkomentar, ada yang pro dan ada yang kontra. Tetapi yang jelas –sebagaimana sambutan Presiden SBY—bahwa semuanya sudah dipertimbangkan secara matang dan penuh perhitungan. (more..)

MENGELOLA KRITISISME MAHASISWA

 Mahasiswa merupakan kelompok paling kritis di antara generasi muda lainnya. Tentu saja kritisisme tersebut diperoleh dari bangku kuliahnya. Bukankah mereka diajari agar memiliki kemampuan kritis dan analitis tentang masalah yang ada di sekitarnya. Melalui proses pembelajaran, diskusi dengan teman sejawat dan berbagai aktivitas yang dilakukannya baik melalui organisasi intra maupun ekstra kampus, maka mereka menjadi kelompok yang memiliki kesadaran kritis (critical awareness). (more..)

MENGAPA MAHASISWA TERLIBAT KEKERASAN AGAMA?

 Ketika tiga orang mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Fajar Firdaus, Sony Djajadi dan Ahmad Ramadlan,   dinyatakan terlibat di dalam menyembunyikan buron nomor wahid, Syaifuddin Zuhri,  bagi khususnya Densus 88 dan juga masyarakat Indonesia umumnya, maka menjadikan kita semua yakin bahwa jaringan terorisme di Indonesia sudah memasuki kawasan yang variatif. Yang saya maksud di sini, bahwa jaringan terorisme atau sekurang-kurangnya tafsir agama yang mengandung kekerasan sudah memasuki kawasan paling sentral bagi bangsa Indonesia, yaitu para mahasiswa atau para pemuda. Noordin M Top dan berikutnya Syaifuddin Zuhri dkk., mengetahui betul bahwa para pemuda sebagai penerus bangsa ini dapat dijadikan sebagai sasaran utama dalam kerangka pengembangan ajaran agamanya yang bercorak kekerasan dimaksud. (more..)

MAHASISWA DAN GERAKAN KEKERASAN AGAMA

 Gerakan kekerasan agama menjadi mengedepan pasca reformasi. Pada waktu Orde Baru berkuasa, negara sangat represif terhadap kelompok-kelompok yang diidentifikasi sebagai gerakan agama yang disebut sebagai fundamental. Begitu powerfullnya peran pemerintah dalam menghadapi gerakan Islam garis keras, maka begitu terdapat gejala mengenai hal itu, maka segera saja ditumpas habis. Makanya,  berbagai gerakan Islam garis keras, seperti Komando Jihad, Teror Warman, dan sebagainya langsung bisa dipadamkan. Kasus yang paling heroik, peristiwa kekerasan Tanjung Priok yang melibatkan Amir Biki  dan kawan-kawan pun dapat dipadamkan dengan kekuatan militer. Orde Baru memang tidak memberikan ruang sedikitpun untuk bernafas terhadap gerakan-gerakan Islam garis keras yang mengusung ideologi lain selain ideologi negara yang dianggap paling sah, Pancasila. (more..)