Salah satu tantangan IAIN Sunan Ampel ke depan adalah globalisasi pendidikan tinggi. Di tahun 2011, tantangan Perguruan Tinggi (PT) adalah bagaimana PT harus hidup di tengah dunia kompetisi global yang semakin nyata. Makanya di tahun 2010 harus menjadi titik awal dalam kerangka menjemput berbagai macam kompetisi yang memang menjadi awal pertarungan di dunia PT. Di dalam kerangka itulah maka semua komponen PT harus bekerja keras untuk bersiap melakukan kompetisi baik di tingkat nasional maupun internasional. (more..)
Saya telah membahas tentang Ibu dalam dua dimensi: dimensi antropologis dan sosiologis. Maka menjadi penting juga untuk membahas persoalan Ibu tersebut dalam dimensi teologis biar pembahasan menjadi lebih tuntas. Pembahasan tentang perempuan sebagai Ibu dalam aspek antropologis, sosiologis dan teologis memang menarik. Selama ini perempuan hanya dibahas melalui aspek-aspek dimensi luarnya saja, seperti: periklanan, fashion, atau seksualitasnya. Makanya, di tengah keinginan menjadikan perempuan dalam ruang kehidupan yang lebih luas dewasa ini, maka membahas perempuan dalam konteks keibuan menjadi penting dan mendasar. (more..)
Kemarin, 22 Desember 2009 diperingati oleh bangsa Indonesia sebagai hari Ibu. Mengapa perlu ada hari Ibu dan mengapa hari Ibu perlu diperingati? Apa tidak perlu ada hari Bapak? Pertanyaan-pertanyaan ini tentu pertanyaan yang mengada-ada, sebab memperingati hari Ibu sudah menjadi kelaziman selama ini dan sudah menjadi bagian dari sejarah kehidupan bangsa ini. Jika kita memperingati hari Ibu, maka kesan yang muncul adalah sosok Ibu dalam dunia outward appearance. Yaitu sosok Ibu yang digambarkan sebagai Ibu yang bernafaskan dunia tradisional kita. Mungkin saja, kita masih terbelenggu oleh konstruksi tentang Ibu sebagaimana gambaran Ibu masa lalu. (more..)
Seperti yang saya ceritakan kemarin, bahwa hijrah memiliki makna pindah dari satu keadaan ke keadaan lainnya. Saya telah menulis tentang hijrah dalam kaitannya dengan konteks sosial yang seharusnya dipilih. Hijrah tersebut melawan terhadap tantangan kehidupan masyarakat yang semakin kompleks melalui kegiatan-kegiatan nyata yang berada di sekeliling kita. Hijrah kontekstual inilah yang mesti menjadi tindakan nyata kita di tengah kehidupan bangsa yang masih terpuruk di dalam banyak hal. Namun demikian, ada satu hal yang juga mendasar terkait dengan hijrah, yaitu hijrah dari kegelapan hati dan pikiran ke suasana terang benderang, min al-dhulumat ila al nur. (more..)
Hijrah dalam konteks yang luas berarti pindah atau berubah. Jadi secara etimologis berarti kepindahan dari suatu tempat ke tempat lainnya. Hijrah dalam pengertian fisikal memang memindahkan sesuatu dari suatu tempat ke tempat lainnya. Namun sesungguhnya ada pengertian secara terminologis tentang hijrah yaitu perpindahan dari suatu keadaan ke keadaan lainnya, perpindahan dari suatu fase ke fase lainnya, perpindahan dari keterbelengguan ke kebebasan. Hijrah secara terminologis lebih tepat dalam pengertian terakhir. (more..)