Saya termasuk orang yang sesungguhnya tidak suka terhadap kekerasan, apakah kekerasan simbolik atau aktual. Bagi saya kehidupan yang sesungguhnya adalah ketika orang merasa damai dalam berdampingan antara satu dengan lainnya. Bisa saling bertegur sapa, saling bercanda dan bermanfaat bagi satu dengan lainnya. Keindahan kehidupan terletak pada aplikasi konsep salam di dalam kehidupan ini. Makanya, Islam lalu menganjurkan agar kita membangun afsyus salam, saling menebar keselamatan. Menebar keselamatan itu indikatornya tidak sulit, yaitu ketika seseorang selamat dari ucapan dan tindakan kita. Ucapan kita menyelamatkan diri dan orang lain dan tindakan kita juga menyelamatkan diri dan orang lain. (more..)
Saya sebenarnya termasuk orang yang menyukai kata kebebasan. Sebab kata ini memang layak disukai oleh siapapun. Jika ingin maju, maka kebebasan adalah kata kuncinya. Kebebasan merupakan bagian dari kemoderenan. Dan kemoderenan identik dengan kemajuan. Jadi kalau kamu maju maka harus dimulai dengan kebebasan. Begitulah logika kebebasan itu dikembangkan. Tetapi kita juga bisa bertanya, dengan pertanyaan sederhana, bagaimana yang namanya kebebasan itu, atau dengan pertanyaan yang agak tinggi sedikit, yaitu: ”apa kebebasan itu mutlak tanpa pembatasan ataukah kebebasan itu terkait dengan pembatasan-pembatasan”. Memang agak rumit juga membahas kebebasan itu, sebab setiap orang memang bisa menafsirkan kebebasan itu. (more..)
Secara umum bahwa dunia pendidikan memang sedang menghadapi tantangan yang tidak sedikit. Berdasarkan konsep globalisasi yang memang tidak mungkin ditolak kehadirannya, maka siapapun harus memberikan jawaban kongkrit tentang apa yang seharusnya dilakukan di era global tersebut. Salah satu di antaranya adalah dengan mendesain program studi yang bertaraf internasional dan juga pengakuan internasional, sehingga tantangan globalisasi di dalam dunia pendidikan yang dikonsepsikan sebagai trans-nasionalisasi pendidikan dimaksud dapat dijawab secara memadai. (more..)
Sabtu, 6 Pebruari 2010, warga IAIN Sunan Ampel memperoleh tambahan pengetahuan yang sangat bermanfaat, yaitu kuliah umum yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Bahrul Hayat, PhD. Kuliah umum yang dipadukan dengan acara resmi penyerahan SK BLU untuk IAIN Sunan Ampel tersebut ternyata sangat menarik. Di antaranya adalah gagasan tentang tantangan Trans-nasionalisme pendidikan. Menurut Pak Bahrul Hayat, bahwa tantangan pendidikan bukan hanya nasionalisasi pendidikan akan tetapi juga trans-nasionalisasi pendidikan. (more..)
Tulisan saya tentang Integritas Pemimpin diterbitkan tepat pada waktunya. Pada hari yang sama, saya melantik jabatan Direktur Program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel. Prof. Dr. HM. Ridlwan Nasir, MA menggantikan Prof. Dr. H. Ahmad Zahro, MA yang kembali dalam posisi semula sebagai Guru Besar Ilmu Fiqh pada Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel. Pelantikan pejabat adalah kejadian lumrah di dalam sistem birokrasi yang memang ada pembatasan masa jabatan, yaitu selama 4 tahun. Jadi, jika seseorang telah menjabat selama 4 tahun, maka bisa saja diganti atau ditetapkan kembali sesuai dengan prosedur penggantian atau penetapan jabatan. (more..)