Sebagai akibat pembangunan yang lebih berorientasi kepada sistem kapitalistik, maka jurang antara yang kaya dan miskin tentu tidak bisa dihindari. Ada beberapa gelintir orang kaya dan jutaan orang miskin. Memang kekayaan dan kemiskinan merupakan suatu keniscayaan di dunia ini. Namun bukan berarti bahwa jurang antara yang kaya dan miskin itu harus menganga seperti itu. Ada orang Indonesia dengan kekayaan luar biasa, sementara ada banyak orang miskin dengan tidak memiliki apa-apa. Mungkin kita juga tidak perlu berdebat tentang seberapa penurunan angka kemiskinan, sebab angka-angka memang bisa saja direkayasa. Untuk kepentingan politik, misalnya. Tetapi yang paling penting adalah memahami, bagaimana orang miskin itu ada di sekeliling kita. (more..)
Berdasarkan laporan Biro Pusat Statistik (BPS), ternyata jumlah orang miskin menurun. Menurut BPS bahwa di tahun 2009, ternyata jumlah orang miskin menurun menjadi 31,5 juta. Angka ini yang kemudian menjadi polemik di kalangan para ahli terkait dengan angka tersebut. Bahkan beberapa kalangan menyebutkan bahwa angka tersebut hanya digunakan sebagai “pemanis” keberhasilan pemerintah dalam menangani kemiskinan. (more..)
Kasus bailout Bank Century tampaknya semakin ramai saja. Bayangkan sebelum pansus angket Bank Century melaksanakan tindakan politik hak angket, maka tim sembilan sudah melakukan safari politik ke beberapa tokoh nasional, mulai dari ulama, mantan presiden, politisi dan sebagainya. Di antara yang didatangi adalah Gus Dur, mantan Presiden, A. Syafi’i Ma’arif, mantan Ketua PP Muhammadiyah, KH. Hasyim Muzadi, Ketua PBNU, Prof. Dr. Dien Syamsudin, Ketua PP Muhammadiyah, Amin Rais, mantan Ketua PP Muhammadiyah, dan Ketua DPR dan lainnya, dalam kerangka untuk memperoleh dukungan politik bagi pengusutan kasus Bank Century. (more..)
Belum genap 100 hari pemerintahan SBY, ternyata ujiannya sudah patah tumbuh hilang berganti. Baru saja kasus KPK dan Kepolisian yang sering diidentifikasi sebagai cecak vs buaya atau juga sering disebut sebagai kriminalisasi KPK, maka sekarang mulai mengedepan kasus bailout Bank Century. Dimulai dengan penggunaan hak angket oleh DPR dan kemudian tindakan hukum yang dilakukan oleh tim pemenangan SBY yang melapor ke kepolisian terkait dengan dugaan pencemaran nama baik oleh sebuah LSM. Tim pemenangan SBY yang diketuai oleh Hatta Rajasa –sekarang Menko Ekuin–merasa dicemarkan namanya, karena disebut memperoleh aliran dan talangan Bank Century tersebut. Dalam rangka memperoleh kejelasan tentang aliran dana Bank Century, maka presiden menugaskan kepada tim Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Lembaga Penjaminan Simpnan (LPS) agar segera membeberkan kasus tersebut. (more..)
Negeri ini memang negeri masalah. Baru saja kasus yang menyita perhatian seluruh masyarakat diselesaikan, kasus KPK versus Kepolisian, kemudian muncul masalah baru yang tidak kalah seriusnya, yaitu kasus Bank Century. Bahkan kasus ini jauh lebih besar dibanding kasus KPK versus Kepolisian, sebab menyangkut persoalan ekonomi dan politik yang tentu jauh lebih rumit penyelesaiannya. Yang sangat krusial tentu saja adalah untuk menjawab kemana aliran dana 6,7 trilyun yang disuntikkan ke Bank Century tersebut. Dan tentu juga yang akan menjadi rumit sebab ada dugaan yang mengarah kepada orang penting di negeri ini, yaitu keterlibatan Wapres dan Menkeu. (more..)