Di dalam sejarah kehidupan manusia, selalu ada saja orang yang dianggap memiliki hak-hak lebih dibanding yang lain, hak utama atau hak istimewa. Dalam sejarah kehidupan masyarakat, maka yang memiliki hak-hak istimewa itu adalah para raja, bangsawan, ahli-ahli agama dan pejabat-pejabat penting di dalam sistem pemerintahan. Di dalam sistem kerajaan, maka raja dan para bangsawan yang berada dan disahkan oleh aturan-aturan kerajaan tersebut selalu memiliki privilege yang sungguh-sungguh berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Karena privilege ini, maka sering kali peperangan atau pemberontakan dilakukan oleh rakyat terhadap para raja atau pemimpinnya. (more..)
Baru saja pertunjukan saling umpat di lembaga terhormat, pansus Bank Century, DPR, tergelar antara Ruhut Sitompul dan Gayus Lumbuun, maka kemudian tersaji pula pertunjukan tentang Artalyta “Ayin” Suryani, seorang narapidana kasus kolusi, menempati ruang “mewah” di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta. Kejadian ini terungkap setelah Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum melakukan inspeksi mendadak di Rumah Tahanan, Ahad, 10 Januari 2010. Artalyta Suryani memang ditakdirkan untuk selalu menjadi berita utama di media. (more..)
Menjelang seratus hari kepemimpinan Pak SBY, ternyata semakin banyak masalah yang dihadapi. Di antara masalah itu yang paling berat adalah mengenai Bank Century. Bukan hanya karena anggaran yang digunakan untuk penyelamatan Bank Century yang diduga terjadi ”pembengkakan” akan tetapi yang lebih rumit adalah dugaan keterlibatan para pejabat negara. Dan sayangnya, bahwa opini publik sepertinya ”mengarah” kepada dugaan keterlibatan tersebut. Inilah yang terasa menjadi rumit di penghujung seratus hari pemerintahan Presiden SBY. Sebagai akibat dari kasus Bank Century, maka (more..)
Kali ini saya ingin membahas Gus Dur bukan dari perspektif ilmu sosial yang sedikit banyak saya kuasai, akan tetapi saya ingin menggambarkan tentang sosok Gus Dur dari sisi kebiasaan beliau untuk melakukan silaturrahmi terutama terhadap guru-gurunya, sahabat-sahabatnya atau tokoh-tokoh yang dikenalnya. Gus Dur memang telah lama terkena berbagai penyakit yang disebabkan karena faktor usia termasuk juga penyakit gagal ginjal dan bahkan stroke ringan yang pernah dideritanya. Akan tetapi hal itu sama sekali tidak mengurangi kecenderungan beliau untuk melakukan silaturrrahmi. Bahkan menjelang wafatnya, beliau masih menyempatkan silaturrahmi kepada sahabat dekatnya, Kyai Musthofa Bisri atau Gus Mus di Rembang, Jawa Tengah. (more..)
Civil Society atau yang di dalam bahasa Indonesia disebut sebagai masyarakat kewargaan atau masyarakat madani merupakan suatu istilah untuk menyebut tentang suatu masyarakat yang memiliki keseimbangan dalam relasinya dengan negara. Makanya sering kali istilah state and civil society itu digandengkan dengan maksud keduanya memiliki keseimbangan. Dalam khasanah ilmu politik disebutkan bahwa relasi keduanya mesti berada dalam posisi seimbang melalui check and balance. Tulisan ini tidak berpretensi untuk mengkaji hal-hal yang bersifat teroretik-konseptual, akan tetapi hanya akan mencoba untuk memaparkan sejauh mana keterlibatan seorang Gus Dur dalam proses penguatan civil society dalam berhadapan dengan negara. (more..)