• November 2026
    M T W T F S S
    « Oct    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

KETIKA AGAMA TELAH MENJADI IDEOLOGI KEKERASAN

Agama secara teologis adalah pedoman dalam rangka berhubungan dengan Tuhan, manusia dan alam lingkungannya. Semua agama memiliki aturan dasar dalam hal ini. Tetapi meskipun semua agama mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manisia dan manusia dengan alam sekitarnya, namun demikian jarak aturan yang satu dengan yang lain sangat berbeda. Jarak aturan yang berbeda tersebut terutama berkaitan dengan konsepsi atau ajaran tentang ketuhanan dan sistem ritualnya. Tidak ada ajaran agama yang sama terkait dengan Tuhan atau dimensi teologis dan juga peribadahan. Namun demikian pesan kemanusiaannya bisa saja memiliki similaritas, misalnya harus saling menghargai kemanusiaan. Tentu saja dengan varian-varian yang bisa saja berbeda-beda. (more..)

MEMERANGI TERORISME MELALUI KEADILAN GLOBAL

Salah satu isu yang sangat mengedepan terkait dengan terorisme adalah ketiadaan keadilan terhadap umat Islam di berbagai belahan dunia. Kaum teroris sering menjadikan isu Palestina, Irak, Afghanistan, Filipina Selatan, Thailand Selatan dan sebagainya sebagai isu untuk membangun kebencian terhadap dunia barat, khususnya Amerika Serikat. Kebencian terhadap barat ini tentu saja dikaitkan dengan tindakan barat yang selalu semena-mena terhadap  umat Islam. Makanya, hampir seluruh pernyataan yang dikeluarkan oleh kaum teroris menunjukkan kebenciannya yang sangat tinggi. (more..)

PERLU KEBIJAKAN BARU MELAWAN TERORISME

Kita sungguh tidak tahu kenapa para teroris itu senang bersembunyi di Indonesia. Apakah Indonesia memang tempat yang tepat untuk bersembunyi ataukah di Indonesia banyak yang melindungi. Atau bisa jadi karena jaringan terorisme di Indonesia sudah sangat kuat. Ada banyak pertanyaan yang memang tidak mudah dijawab. (more..)

KHITTAH POLITIK NU BELUM SELESAI

 Saya diundang oleh PBNU dalam acara Civic Education yang diselenggarakan di Hotel Sahid Jaya, Surabaya, kemarin (12/03/2010). Acara ini dihadiri oleh Kyai-kyai Muda NU seluruh Jawa Timur dan juga Prof. Dr. Masykuri Abdillah, dari UIN Jakarta. Selain saya, yang menjadi pemateri adalah KH. Miftahul Achyar, Dr. Wahidah, MA, Pembantu Dekan I Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel dan Prof. Dr. Kacung Marijan, MA dari  Universitas Airlangga, Prof. Dr. Mas’ud Said, dari Universitas Muhammadiyah Malang.  Ketepatan saya diberi tema “Keragaman dan Toleransi”. Di antara sekian banyak kyai yang bertanya, maka ada sebuah pertanyaan yang rasanya perlu saya apresiasi. Pertanyaan itu secara substansial ialah: “apakah khittah NU sudah selesai? (more..)

KERAGAMAN DAN TOLERANSI

Prof. Dr. H. Nur Syam, MSi

Guru Besar Sosiologi dan Rektor IAIN Sunan Ampel[1] 

 Pengantar

            Secara hakiki, bahwa tidak ada manusia yang hidup sendirian di dunia ini. Seseorang pasti membutuhkan lainnya dalam menjalani kehidupan. Di dalam cerita keagamaan, maka ketika Nabi Adam hidup sendirian di surga, maka beliau kesepian. Ketika beliau melamun seorang diri, maka datanglah kemudian Hawwa yang kemudian menjadi kawannya. Maka, ketika Nabi Adam dipindahkan ke dunia, maka kemudian Hawwa menjadi isterinya. Dari dua orang inilah kemudian menghasilkan manusia yang jumlahnya sangat banyak dengan bergolongan-golongan, dalam etnis, suku dan bahasa. (more..)