Melalui pemberian mandat lebih luas (wider mandate) yang diberikan oleh pemerintah kepada Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI), maka banyak PTAI yang mengembangkan program studi (prodi) ilmu umum, baik dalam bidang ilmu sosial maupun humaniora. Ada yang menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) tetapi juga ada yang tetap menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) tetapi memiliki beberapa ilmu-ilmu umum, seperti IAIN Sunan Ampel yang dipercaya untuk mengembangkan ilmu sosial dan humaniora. Di IAIN Sunan Ampel terdapat program studi Sosiologi, Psikologi, Komunikasi, Sastra Inggris, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, dan akan dikembangkan Ilmu Perpustakaan. (more..)
Di dalam suatu perkuliahan program doktor IAIN Sunan Ampel, maka ada salah seorang mahasiswa yang bertanya tentang apakah ilmu keislaman multidisipliner itu dan bagaimana proses pengembangannya ke depan terkait dengan institusi pendidikan tinggi agama Islam? Tentu saja pertanyaan ini pantas untuk dijawab. Sebab hakikatnya bahwa pengembang ilmu-ilmu keislaman multidispliner tidak lain adalah mereka yang sekarang sedang mengambil program doktor yang akan menulis disertasi untuk kepentingan tersebut. (more..)
Sesungguhnya setiap pemimpin memiliki kekhasannya sendiri-sendiri. Presiden Indonesia yang pertama, Soekarno, memiliki kemampuan membangun nasionalisme yang digelorakan melalui pidato-pidato politik yang luar biasa. Beliau yang satu ini, bisa membius para audiennya melalui luncuran kata-kata yang indah, bertenaga, kuat dan agitatif sebagai ciri khas seorang orator. Menurut cerita, hanya HOS Tjokroaminoto yang mampu mengalahkannya dalam urusan berpidato. (more..)
Kira-kira dua bulan yang lalu, melalui website IAIN Sunan Ampel, ada seorang dosen IAIN Sunan Ampel yang mempertanyakan tentang rencana pengembangan ilmu-ilmu Islam melalui model twin towers. Di dalam tulisannya itu, dinyatakan bahwa twin towers hanya untuk bangunan fisik IAIN sunan Ampel, bukan untuk membangun keilmuan Islam yang berbasis model twin towers. Maka, tim ICT IAIN Sunan Ampel saya minta untuk mengup load tulisan saya tentang “Membangun Keilmuan Islam Multidisipliner” sebagai jawaban atas tulisan di website tersebut. (more..)
Membaca Jawa Pos, 28 Januari 2010, tentang “Bangun Tower Asmaul Husna” hati rasanya melambung. Sebab jika itu terealisir, maka kampus IAIN Sunan Ampel yang terletak di wilayah Surabaya Selatan itu akan memiliki ikon baru. Ada dua gedung lantai sembilan yang akan menghiasi kemegahan bangunan di wilayah Surabaya Selatan sebagai pintu masuk ke Surabaya. Saya sebut melengkapi kemegahan, sebab selama ini orang hanya melihat bangunan Graha Pena yang menjadi simbol bangunan mentereng di pintu masuk Surabaya dari arah selatan. (more..)