• November 2026
    M T W T F S S
    « Oct    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

ADAKAH DEMONSTRASI BERKEADABAN?

 Apakah ada demo berkeadaban? Secara teoretis mestinya ada. Secara konseptual mestinya juga ada. Jika secara empiris ternyata sulit didapatkan, tentu ada kesenjangan antara yang seharusnya dengan yang senyatanya. Ada gap antara das sein dan  das solen. Sesungguhnya, melakukan demonstrasi adalah bagian dari proses demokrasi. Demonstrasi adalah bagian dari cara untuk menyampaikan gagasan kepada pihak lain, ketika cara yang sangat lazim, misalnya musyawarah tidak lagi bisa dilakukan. Di dalam hal ini, maka demonstrasi bisa dijadikan sebagai instrument untuk artikulasi kepentingan. (more..)

DEMONSTRASI SANTUN

 Ketika terjadi demonstrasi yang anarkhis sebagaimana dilakukan oleh sejumlah mahasiswa di Makassar yang disebabkan oleh penyerangan polisi terhadap Kantor HMI, maka Mendiknas menghimbau agar di dalam melakukan demonstrasi hendaknya dilakukan dengan santun dan tidak anarkhis. Himbauan ini tentu saja menjadi penting di tengah keinginan bersama untuk membangun masyarakat Indonesia berbasis pada kesopanan dan keadaban. (more..)

ALASAN STRATEGIS MENJADI UIN

Hari Ahad, 7/03/2010, segenap pimpinan IAIN Sunan Ampel memperoleh suntikan pemahaman yang sangat menarik dari Dr. Afandi Muchtar, MA, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia. Kedatangan beliau terkait dengan kegiatan mencermati proposal konversi IAIN Sunan Ampel ke UIN Sunan Ampel. Untuk kepentingan merumuskan proposal yang perfect memang secara sengaja diundang beberapa ahli. Selain Dr. Afandi Muchtar, juga  dilakukan konsultasi dengan Prof. Abu Amar dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Dr. Agus Zainal dkk dari ITS dan juga akan menyusul yang lain. Melalui beberapa kajian dan konsultasi  diharapkan akan menghasilkan proposal yang memadai. (more..)

RELIGION’S WAY OF KNOWING

 Di dalam bukunya, Arthur J. D’Adamo, menyatakan bahwa penyebab utama terjadinya konflik bernuansa agama adalah yang dikonsepkan sebagai religion’s way of knowing, yaitu konflik yang  disebabkan oleh sebuah standart tentang agamanya sendiri yang diyakini kebenarannya sepenuhnya, yaitu: 1) bersifat konsisten dan berisi kebenaran-kebenaran yang tanpa kesalahan samasekali, 2) bersifat lengkap dan final—dan karena itu tidak diperlukan kebenaran dari agama lain, 3) kebenaran agamanya sendiri dianggap merupakan satu-satunya jalan keselamatan, pencerahan dan pembebasan, dan 4) seluruh kebenaran itu diyakini original dari Tuhan. Tidak ada konstruksi manusia. (more..)

ADA APA DENGAN TOLERANSI BERAGAMA?

 Pada hari Selasa, 02/03/2010, saya diundang untuk acara talkshow di Televisi SBO. Selain saya juga diundang Pendeta Sumardiyanto, dari Gereja Kristen Jawi Wetan, sebagai narasumber. Acara dikemas untuk membincang tentang aliran-aliran baru dalam agama-agama di Indonesia. Acara ini juga dikemas dalam perbincangan yang mengundang penanya dari pemirsa. Talkshow ini menjadi menarik sebab banyak pertanyaan dari pemirsa di seputar hubungan antar agama yang memang menjadi daerah paling rawan dalam kehidupan umat manusia. (more..)