Di dalam pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) di Hotel Aryaduta Makassar, 13/02/2010, maka ada satu hal yang menarik yaitu kerjasama antara Bank Mandiri dengan PTN untuk pengembangan pendidikan berbasis enterprenership. Tentu saja ini merupakan hal yang sangat penting di tengah adanya keraguan akan mutu pendidikan tinggi yang dinyatakan tidak siap bekerja. Hal ini disebabkan oleh program pendidikan yang lebih banyak berarah kepada pembekalan pengetahuan teoretik ketimbang pengetahuan praksis. Selain itu juga msaih tingginya angka pengangguran kaum terdisik, sekitar satu juta orang dari kira-kira delapan juta pengangguran di negeri ini. Di tengah kenyataan itu, maka diperlukan adanya inovasi tentang bagaimana mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk menjadi enterprener. (more..)
Dalam satu kesempatan memberikan pidato pembukaan dalam acara Pertemuan Rektor PTN dan Wakil/Pembantu Rektor PTN di Makasar, 14/02/2010, tentang Seleksi Masuk Nasional Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Mendiknas, Prof. Dr. H. Ir. Mohammad Nuh, DEA menekankan akan pentingnya tugas para dosen dan pimpinan perguruan tinggi untuk melaksanakan pendidikan karakter bagi para generasi muda, khususnya para mahasiswa. Pendidikan karakter dirasakan penting di tengah berbagai problem moralitas bangsa yang sekarang sedang berada di era global. (more..)
Berkembangnya gerakan Islam yang mengatasnamakan penegakan syariah Islam dan khilafah Islamiyah telah lama ada di Indonesia. gerakan ini yang langsung maupun tidak langsung memperoleh tantangan dari berbagai kalangan umat Islam sendiri, misalnya Islam moderat. Akan tetapi yang paling vokal menyuarakan penentangannya adalah Islam yang dilabel sebagai Islam liberal. (more..)
Pendidikan pembebasan, secara konseptual sering di kaitkan dengan upaya-upaya atau program-program pendidikan berbasis rakyat yang dikaitkan dengan program pendidikan sebagaimana dicanangkan oleh Paulo Freire dan Ivan Illich di Amerika Latin. Dr. Paulo Freire adalah seorang cendekiawan Katolik di Brazilia, yang membuat konsepsi bahwa pendidikan yang dibutuhkan sekarang adalah pendidikan yang menjadikan manusia sebagai sentral bagi perubahan sosial, bahkan mampu mengarahkan dan mengendalikan perubahan itu. (more..)
Bagaimanapun harus diakui bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah, yang dibuktikan dengan rangking pendidikan di tingkat Asia maupun Asean. Terutama pendidikan tingginya, maka kualitasnya jauh dari yang diharapkan. Rendahnya kualitas pendidikan tersebut tentunya bukan semata-mata karena rendahnya kualitas guru, dosen atau tenaga pendidiknya namun karena persoalan yang sistemik. Misalnya saling terkaitnya antara anggaran pendidikan, mutu tenaga pendidik, kualitas in put dan sarana/prasarana yang kurang memadai. Satu contoh ada banyak lembaga pendidikan kejuruan yang ternyata tidak memiliki laboratorium, ada banyak lembaga pendidikan tinggi yang perpustakaannya tidak memadai dan sebagainya. (more..)