Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

Archive for May, 2026

ANJURAN MELAKUKAN ZIARAH KUBUR (66)

ANJURAN MELAKUKAN ZIARAH KUBUR (66) Prof. Dr. Nur Syam, MSi Bismillahir rahmanir Rahim Manusia memiliki tradisi macam-macam di dalam melakukan penguburan atas orang yang sudah mati atau wafat. Ada tradisi membakar mayat dan kemudian abunya di buang ke laut atau ke Sungai yang deras. Di India ada tradisi membakar mayat dan abunya di buang di […]

MENGINGAT KEMATIAN  (65)

MENGINGAT KEMATIAN  (65) Prof. Dr. Nur Syam, MSI Bismillahir rahmanir Rahim Salah satu misteri kehidupan adalah kematian. Manusia  terlahir di dunia dan kemudian mati. Lahir, hidup dan mati. Ini merupakan rutinitas di dalam kehidupan manusia. Tidak ada satupun manusia yang tidak mengalami kematian, kecuali beberapa Nabi yang kemudian diangkat oleh Allah ke langit, misalnya Nabi […]

ORANG KAYA YANG BERSYUKUR (64)

ORANG KAYA YANG BERSYUKUR (64) Prof. Dr. Nur Syam, MSi Bismillahir Rahmanir Rahim. Tentu saja ada orang kaya yang bersyukur kepada Allah dan ada orang kaya yang tidak bersyukur kepada Allah. Jika dibandingkan, mana yang lebih banyak? Maka secara asumtif lebih banyak orang kaya yang tidak bersyukur. Orang-orang materialisme atau atheisme tentu tidak bersyukur kepada […]

BERLOMBA UNTUK AKHERAT MELALUI  KEBERKAHAN (63)

BERLOMBA UNTUK AKHERAT MELALUI  KEBERKAHAN (63) Prof. Dr. Nur Syam, MSi Bismillahir Rahmanir Rahim. Kebanyakan manusia bukanlah berlomba-lomba untuk kepentingan akhirat. Untuk apa melakukan sesuatu yang ke depan tidak jelas. Akhirat itu urusan dunia yang akan datang, yang bisa ada dan bisa tidak. Akhirat itu dunia khayalan yang tidak jelas juntrungannya. Bagi orang yang berpaham […]

MENGUTAMAKAN ORANG LAIN DAN MEMBERI KEMUDAHAN (62)

MENGUTAMAKAN ORANG LAIN DAN MEMBERI KEMUDAHAN (62) Prof. Dr. Nur Syam, MSi Bismillahir Rahmanir Rahim. Kebanyakan orang dipastikan mengutamakan diri dan keluarganya. Jarang orang yang mengutamakan orang lain dan memberi kemudahan padanya. Sifat manusia yang mendasar adalah mencintai diri dan kurang mencintai orang lain. Sejauh-jauhnya adalah mencintai keluarganya. Diri dulu, keluarga dan baru orang lain. […]