• May 2026
    M T W T F S S
    « Apr    
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

TKI: WAJAH INDONESIA DI LUAR NEGERI

Dalam salah satu laporan televisi swasta disebutkan bahwa ada TKW Indonesia yang meninggal di kolong Jembatan di Arab Saudi. Sayangnya bahwa berita tersebut saya ketahui agak terlambat, sehingga tidak tahu detail beritanya. Tetapi yang jelas bahwa berita ini melengkapi cerita-cerita tentang TKI-TKW Indonesia yang sedang mengais rejeki di negeri orang.

Penderitaan seakan enggan menjauh dari pekerja migran Indonesia. Antin Suprihatin binti Solehudin (34), tenaga kerja asal Bandung, Jawa Barat, tewas mengenaskan dianiaya majikannya di Provinsi Ha’il, 700 kilometer barat laut dari Riyadh, Arab Saudi.

(more..)

TKI: MASALAH YANG SULIT DIURAI

Seperti diketahui bahwa keberadaan TKI di negeri asing memiliki dua sisi yang kompleks. Bagi Indonesia, keberadaan TKI tentu menguntungkan pemerintah sebab dapat memberikan akses bagi tenaga kerja Indonesia yang tidak mampu ditampung oleh peluang kerja di Indonesia, dan di sisi lain juga memberikan masukan devisa bagi negara Indonesia.  Jumlah  TKI di luar negeri yang mencapai  jutaan orang tentu dapat menghasilkan devisa bagi negara Indonesia. Bagi luar negeri (penerima TKI) juga memperoleh keuntungan yaitu ketersediaan tenaga kerja murah dan melimpah sehingga bisa menekan pembiayaan pembangunan, tetapi disisi lain juga menjadi penyebab masalah sosial yang kompleks. Problem yang sangat mendasar antara lain adalah banyaknya ketidakteraturan sosial, slum area dan juga masalah sosial lain.

(more..)

IAIN SUNAN AMPEL PUN MIMPI WEBOMETRICS

Peringkat Webometrics tahun 2009 tentang perguruan tinggi di Indonesia memberikan gambaran tentang bagaimana posisi perguruan tinggi Indonesia dalam penilaian Webometrics. Pada bulan Januari 2009 peringkat PT Indonesia adalah sebagai berikut: UGM, ITB, UI, Universitas Gunadarma, ITS, STT Telkom, UK Petra, IPB, Unibraw, UNS, Unair. Kemudian pada bulan Juli 2009, maka peringkatnya adalah: UGM, ITB, UI, UK Petra, Universitas Gunadarma, UNS, Unair, ITS, IPB, Unibraw, UMS.

Dari sebanyak 10 PT di Indonesia ternyata memang belum ada satu pun PTAI yang masuk ke dalam peringkat Webometrics khusus untuk PT Indonesia. Padahal kita sudah memiliki UIN Jakarta, UIN Jogyakarta yang tentunya jauh lebih bagus tampilan teknologi informasinya dibanding dengan PTAIN lainnya. Itu berarti bahwa content teknologi informasi PTAI terkait dengan standart penilaian Webometrics masih belum layak masuk ke dalam 10 besar PT Indonesia.

(more..)

PTAI DI ERA KOMPETISI

Genderang persaingan sesungguhnya sudah ditabuh. Maka yang penting adalah bagaimana menyiapkan diri di kancah persaingan yang akan semakin keras. Di arena persaingan tersebut, maka yang berkualitaslah yang akan mampu bertahan dan kemudian mengembangkan sayapnya. Persoalannya adalah sebagian besar dari institusi pendidikan tinggi di Indonesia belum siap untuk berkompetisi karena rendahnya kualitas SDM, manajemen pendidikan yang belum berbasis pelanggan dan produk pendidikan yang kualitasnya masih diragukan.

Di Diknas terdapat sebanyak 2680 PTN dan PTS. Di Depag terdapat sebanyak 775 perguruan tinggi, yaitu  PTAN 59 buah dengan rincian: 6 Universitas Islam Negeri,  12 IAIN dan 32 STAIN serta PTAN Kristen, Hindu dan Budha dengan jumlah mahasiswa sebanyak 154.591 orang. Selebihnya adalah PTAS 716 buah yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu juga ada beberapa departemen, seperti Departemen Kesehatan, Departemen Dalam Negeri dan Departemen lain yang hingga saat ini masih memiliki lembaga pendidikan tinggi.  Institusi pendidikan tersebut kira-kira hanya menampung  10% dari jumlah  penduduk Indonesia yang berusia pendidikan tinggi, 19-24 tahun sebanyak 22.780.000. Mereka ini tersebar di berbagai lembaga pendidikan tinggi, di bawah Diknas, Depag, Depkes, dan Depdagri. (more..)

PEKAN BERKABUNG

Pekan ini ada dua peristiwa yang menyedihkan. Pertama, pada hari Selasa, tanggal 4 Agustus 2009 adalah kematian Mbah Surip, seorang seniman-pemusik yang tiba-tiba mencuat dan menjadi idola massa, meskipun dia sudah berjuang lama dalam belantara musik rakyat. Mbah Surip yang orang Mojokerto dan pernah kuliah di Unsuri Surabaya adalah tokoh musik yang sedang naik daun. Lagunya “Tak Gendong” yang menjadi Ring Back tone (RBT) ternyata mengalahkan lagunya Michael Jackson yang juga menjadi RBT. Lagu “Tak Gendong” menjadi peringkat pertama dan sedangkan lagunya Jackson “You are not Alone” peringkat ketiga.

(more..)