Majalah Tempo edisi terbaru, 19-25 April 2010, mengungkap banyak hal tentang pendidikan tinggi di Indonesia. Edisi ini secara khusus memang menyajikan berbagai lembaga pendidikan tinggi dalam paket iklan yang dikemas dengan model pemberitaan mendalam atau investigative news. Model pemberitaan iklan yang sangat menarik, sebab tidak seperti layaknya iklan yang hanya sekilas lintas, akan tetapi diramu dalam pemberitaan yang mendalam dan menarik. (more..)
Dari sisi historis, IAIN Sunan Ampel ternyata menduduki nomor tiga tertua setelah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan IAIN Sunan Kalijaga Jogyakarta. Artinya bahwa berdasarkan fakta sejarah, IAIN Sunan Ampel ternyata memiliki rentangan sejarah yang jauh lebih tua dibandingkan dengan IAIN-IAIN lain di Indonesia. IAIN Sunan Ampel semula memang menjadi Cabang IAIN Sunan Kalijaga, yang berupa Fakultas Syariah Cabang IAIN Sunan Kalijaga di Surabaya dan Fakultas Tarbiyah Cabang IAIN Sunan Kalijaga di Malang dan Fakultas Ushuluddin Cabang IAIN Sunan Kalijaga di Kediri. (more..)
Kemarin, 17 April 2010, saya berkesempatan untuk menghadiri acara pertemuan Paguyuban PTAIN Jawa Timur dan NTB yang terdiri dari Rektor UIN dan IAIN, serta Ketua STAIN di STAIN Pamekasan. Tentu yang hadir tidak hanya rector dan ketua saja, tetapi juga pembantu rector dan pimpinan STAIN Pamekasan. Acara ini sudah berlangsung cukup lama dan tahun kemarin diselenggarakan di IAIN Mataram. Peguyuban ini merupakan forum PTAIN yang dahulu merupakan cabang IAIN Sunan Ampel, yaitu STAIN Malang, STAIN Ponorogo, STAIN Kediri, STAIN Pamekasan, STAIN Tulungagung, STAIN Jember dan STAIN Mataram. Meskipun sekarang sudah menjadi PTAIN yang berdiri sendiri, bahkan sudah ada yang menjadi UIN seperti UIN Malang, menjadi IAIN seperti IAIN Mataram dan masih ada yang tetap menjadi STAIN, namun tali ikatan silaturahmi itu tetap dijaga. (more..)
Daerah Priok Jakarta, memang pernah menjadi saksi kerusuhan social di era orde baru. Kita tentu masih ingat peristiwa kerusuhan social yang dipicu oleh gerakan Islam radikal, yang di era orde baru dianggap sebagai gerakan yang memang tidak boleh muncul apalagi berkembang di Indonesia. Era orde baru adalah era di mana gerakan-gerakan Islam atau lainnya yang mengusung anti pemerintah dibabat habis. Tentu masih dapat diingat adanya gerakan Komando Jihad, Gerakan Warsidi, Gerakan Priok dan sebagainya yang melakukan perlawanan terhadap pemerintah waktu itu. (more..)
Andaikan Baghdad sebagai pusat paradaban Islam tidak dihancurkan oleh pasukan Mongol dibawah Hulagu Khan, maka mercu suar ilmu keislaman akan jauh lebih maju dibandingkan sekarang. Bisa jadi dikhotomi ilmu pengetahuan seperti sekarang juga tidak terlihat sangat kuat. Akan tetapi keunikannya, bahwa para penakluk kekhalifahan Islam ini justru kemudian menjadi pengikut Islam yang setia dan menjadi penyebar Islam di wilayah-wilayah Asia Tengah, Timur dan Selatan. Hanya sayangnya, memang penghargaan kepada ilmu pengetahuan tidak seperti zaman-zaman Khalifah Harun al Rasyid dari Bani Abbasiyah yang memang menggilai pengembangan ilmu pengetahuan sedemikian rupa. (more..)