• November 2026
    M T W T F S S
    « Oct    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

NASIONALISME DI PERSIMPANGAN JALAN?

Beberapa  hari terakhir saya banyak berdiskusi dengan Sukowidodo, dosen Universitas Airlangga dalam kapasitas  kami berdua menjadi anggota Tim Seleksi Komite Penyiaran Daerah (KPID) Jawa Timur. Selain mendiskusikan tentang hal yang utama, seleksi calon anggota KPID, kami juga mendiskusikan tentang rencana untuk menyelenggarakan berbagai workshop yang secara khusus membincang tentang nasionalisme dan kebangsaan. Ada apa? (more..)

MEMBANGUN ILMU DAKWAH LINTAS DISIPLIN

 Ilmu Dakwah adalah ilmu pengetahuan yang interdisipliner yang bisa didekati dengan ilmu pengetahuan lainnya, baik yang antar bidang maupun lintas bidang. Jika mengikuti arus pembidangan ilmu berdasarkan pendekatan, maka akan didapati pembidangan ilmu pengetahuan tersebut dalam wujudnya yang antar bidang misalnya: Filsafat Dakwah, Sejarah Dakwah, dan sebagainya, di mana filsafat dan sejarah dijadikan sebagai pendekatan, sedangkan dakwah sebagai obyek kajian. Di sisi lain didapati kajian dakwah yang bercorak antar bidang, seperti: sosiologi dakwah, antropologi dakwah, politik dakwah, komunikasi dakwah, psikhologi dakwah dan sebagainya. Di dalam hal ini, maka sosiologi, antropologi, komunikasi, psikhologi dan sebagainya dijadikan sebagai pendekatan dan dakwah dijadikan sebagai obyek kajian. (more..)

GURU BESAR

Ketika saya membaca ulang karya Prof. Dr. Osman Bakar, dengan topic “Hierarkhi Ilmu, Membangun Rangka-Pikir Islamisasi Ilmu, Menurut Al-Farabi, Al Ghazali, Quthb al Din Syirazi”, maka terbersit di dalam pikiran saya, bahwa para ulama terdahulu sebagaimana kajian Prof. Osman Bakar itulah yang sesungguhnya bisa disebut sebagai guru besar atau professor. Mereka adalah mewakili zamannya untuk menghasilkan karya-karya akademik luar biasa yang rasanya agak sulit ditandingi oleh para guru besar zaman sekarang. (more..)

TERORISME, BAGAIMANA KE DEPAN?

Penangkapan terhadap kaum terorisme oleh Densus 88 Anti Teror di Rangkas Bitung Jakarta, berarti mengindikasikan bahwa terorisme tidak akan pernah berhenti. Sebab, salah satu di antara doktrin penting dalam dunia terorisme adalah gantikan yang tiada dan teruskan ajarannya. Doktrin penting inilah yang menjadikan  sel-sel yang semula berada dibawah, kemudian naik kelas ke sel yang lebih tinggi. Proses mutasi vertikal inilah yang terjadi di dalam hubungannya dengan gerakan terorisme yang terjadi akhir-akhir ini. (more..)

JANGAN BIARKAN TERORISME TERUS BERKEMBANG

Akhir-akhir ini, gerakan terorime ternyata masih terus membayangi kehidupan bernegara bangsa di Indonesia. Mungkin sudah banyak orang yang mengira bahwa terorisme sudah berakhir dengan terbunuhnya Noordin M Top dan tertangkapnya kaum teroris di Aceh beberapa saat yang lalu. Tetapi ternyata kaum teroris itu never die atau never ending. Mati satu tumbuh lainnya, patah tumbuh hilang berganti. Ketika yang satu mati, maka yang lainnya muncul menggantikannya. (more..)