Andaikan Baghdad sebagai pusat paradaban Islam tidak dihancurkan oleh pasukan Mongol dibawah Hulagu Khan, maka mercu suar ilmu keislaman akan jauh lebih maju dibandingkan sekarang. Bisa jadi dikhotomi ilmu pengetahuan seperti sekarang juga tidak terlihat sangat kuat. Akan tetapi keunikannya, bahwa para penakluk kekhalifahan Islam ini justru kemudian menjadi pengikut Islam yang setia dan menjadi penyebar Islam di wilayah-wilayah Asia Tengah, Timur dan Selatan. Hanya sayangnya, memang penghargaan kepada ilmu pengetahuan tidak seperti zaman-zaman Khalifah Harun al Rasyid dari Bani Abbasiyah yang memang menggilai pengembangan ilmu pengetahuan sedemikian rupa. (more..)
Seperti yang saya tulis kemarin, bahwa sudah selayaknya masyarakat Islam memiliki rasa cinta dan rasa memiliki terhadap Islamic studies. Mengapa harus begitu? Sebab sebagai umat Islam sudah seharusnya jika di dalam dirinya terdapat rasa seperti itu. Bukankah kita ini memahami Islam dalam relasinya dengan kehidupan secara keseluruhan, karena kajian-kajian yang pernah dilakukan oleh para ilmuwan Islam di masa lalu. (more..)
Ada cerita menarik yang disampaikan oleh Pendeta Simon Filantropa dalam seminar sehari tentang “Membangun Kerukunan di tengah Keragaman”, di Aula Universitas Bhayangkara, dengan Ibu-ibu Muslimat, Senin, 29/03/2010. Beliau mengungkapkan tentang pentingnya melakukan gerakan mandi yang lebih irit, tidak memubadzirkan air. Yaitu Gerakan Mandi Sembilan Gayung. (more..)
Kemarin, Senin, 12/04/2010, IAIN Sunan Ampel melaksanakan kegiatan yang sangat monumental bagi keinginan untuk mengembangkan Islamic studies di masa sekarang dan akan datang. Kegiatan yang dilaksanakan dalam kerjasama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) tersebut dinamakan dengan “Program Simpanan Islamic Studies (ProSIS)”. Program ini dilaunching oleh Wakil Gubernur Jawa Timur dihadapan pimpinan Kementerian Agama, para dosen, alumni dan pimpinan Bank BTN dan juga pimpinan IAIN Sunan Ampel. (more..)
Pagi ini, 12/04/2010, saya membaca di JP, tentang tanggapan institusi IAIN Sunan Ampel tentang lahan frontage yang sering diramaikan di media. Seperti tulisan saya kemarin, tentang Frontage oh Frontage, maka kali ini saya juga ingin curhat tentang bagaimana sebenarnya duduk persoalan yang menjadikan lahan frontage di depan IAIN Sunan Ampel hingga hari ini masih belum selesai. (more..)