Meskipun waktunya relatif singkat, yaitu hanya dua hari, akan tetapi pertemuan pimpinan PTAIN di Gorontalo ternyata memiliki makna yang sangat penting. Di forum inilah para pimpinan seakan memperoleh tempat untuk saling share tentang program yang dilakukan dan yang akan dilaksanakan. Tetapi forum ini juga menjadi ajang untuk berkeluh kesah tentang hal-hal yang menjadi hambatan dan kendala di dalam pengembangan program pendidikan. (more..)
Sebagai orang yang ditunjuk sebagai Ketua Forum Pimpinan PTAIN Se Indonesia, maka saya patut berbangga sebab pertemuan di IAIN Sultan Amai Gorontalo ternyata sukses. Keberhasilan itu dapat dilihat dari peserta yang dating. Hamper seluruh pimpinan PTAIN menghadiri acara ini. Bahkan kebanggaan itu juga menjadi tarasa lengkap, sebab Pak Prof. Amin Abdullah yang selama ini dikenal sebagai sesepuhnya pimpinan PTAIN juga hadir dan mengikuti seluruh rangkaian acara. Tidak terkecuali juga perhatian dan keterlibatan seluruh jajaran Muspida Gorontalo. Acara yang dibuka oleh Gubernur Gorontalo, Dr. Ir. Gunnar Ismail, MM, dan diikuti seluruh SKPD se Provinsi Gorontalo ini ternyata memang dirancang dalam waktu yang cukup lama. Tentu saja kesigapan panitia Lokal di bawah komando Prof. Dr. Muhammadiyah Amin, juga sangat mendukung keberhasilan acara ini. (more..)
Secara factual, ada beberapa problem yang dapat dirasakan akhir-akhir ini terkait dengan relasi internal kelembagaan di Kementerian Agama maupun eksternal dengan lembaga atau institusi lain.
Jika digambarkan, maka problema tersebut adalah sebagai berikut: (more..)
Di dalam seminar yang diselenggarakan oleh UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 18-20 Mei 2010 di Wisma Syahidah, maka Nina Sarjunani, Deputi Menteri Negara PPN/Bappenas Bidang SDM dan Kebudayaan, menyatakan bahwa pendidikan merupakan instrumen pengembangan karakter bangsa. Oleh karena itu, peran penting pendidikan adalah untuk melahirkan manusia Indonesia yang memiliki karakter yang kuat yang mengarah kepada manusia sempurna atau insan kamil. Untuk menghasilkan manusia yang memiliki karakter kuat sebagai bangsa Indonesia. Di antara karakter penting adalah sebagai manusia yang jujur, konsisten pada tujuan hidup yang sesuai dengan tujuan sebagai bangsa indonesia. (more..)
PENGANTAR
Saya merasa sangat senang diberi kesempatan untuk menjadi narasumber dalam acara yang sangat prestisius untuk mendiskusikan tentang “Renaisans Pendidikan Tinggi Islam” di UIN Syarif Hidayatullah (Syahid) Jakarta, 19/05/2010. Sebab bagaimanapun juga UIN Syahid Jakarta adalah barometer keunggulan PTAIN di bawah Kementerian Agama.
Apa yang saya sampaikan di dalam tulisan ini sebagian adalah mimpi dan sebagian lainnya adalah mimpi yang sudah menjadi kenyataan atau paling tidak sudah mulai kelihatan implementasinya. Mungkin bukan mimpi besar, akan tetapi itulah sekurang-kurangnya yang bisa dimimpikan.
Memang harus diakui bahwa untuk bermimpi saja susah di tengah berbagai keterbatasan yang selalu menggelayuti usaha untuk berkembang maju. Hal inilah yang terkadang membuat orang tidak berani bermimpi. Akan tetapi bagi kita semua, bahwa mimpi memang harus ada sebagai bagian dari keinginan untuk berkembang tersebut. Mimpi adalah sebagian cita-cita, cita-cita adalah sebagian usaha dan usaha adalah sebagian keberhasilan. Jadi mimpi adalah sebagian keberhasilan. (more..)