Pagi ini, 29/06/2010, saya memperoleh kesempatan untuk menjadi narasumber dalam acara Eco-Pesantren yang diselenggarakan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup di Kabupaten Pasuruan. Saya tentu sudah beberapa kali terlibat di dalam acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Negara Lingkungan hidup dalam tema seperti ini. Di Bangkalan, Surabaya dan Pasuruan ini. Tetapi rasanya selalu ada yang baru yang harus disampaikan dalam kerangka program Eco-Pesantren. Selain pesertanya yang khas, yaitu para pengelola pesantren –kyai atau ustadz—juga para agen pengembang lingkungan di masyarakat dan di sekitar pesantren. (more..)
Sepakbola ternyata telah menjadi semacam sihir modern dalam kehidupan umat manusia. Sepak bola telah menjadi tidak hanya sekedar tontonan kaum lelaki, akan tetapi juga telah menjadi tontonan perempuan dan bahkan anak-anak. Sepakbola telah menjadi industri yang menggiurkan bagi para ownernya. Sebab sepakbola telah menjadi industri yang dapat menjadi lahan bisnis yang menyenangkan. Ada pemilikan saham, ada bisnis media, ada bisnis produk asesori dan sebagainya. Sepakbola bukan hanya permainan yang biasa, akan tetapi telah menjadi luar biasa. (more..)
Ada sesuatu yang sangat menarik di dalam Sarasehan Nasional yang diselenggarakan oleh Penyiar Shalawat Wahidiyah (PSW) di Pondok Pesantren At Tahdzib, Rejoagung, Ngoro, Jombang, 26/06/2010. Selain pesertanya yang memang berasal dari seluruh Indonesia, juga terdapat pembicaraan menarik tentang bagaimana membangun Indonesia di masa depan. Di antara perbincangan menarik tersebut terkait dengan pendidikan karakter bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasar pada Pancasila dan UUD 1945. (more..)
Saya merasa beruntung karena diundang oleh Penyiar Shalawat Wahidiyah untuk menjadi salah satu nara sumber dalam acara sarasehan nasional tentang pendidikan karakter di Pondok Pesantren At-Tahdzib Rejoagung Ngoro Jombang, 26/06/2010. Acara ini menarik sebab penyelenggara sarasehan adalah sebuah kelompok pengamal shalawat yang tentunya sering disebut sebagai kelompok tradisional. Kelompok tarekat atau tasawuf sering dilabel oleh orang lain sebagai kelompok yang hanya berpikir akherat saja. Meraka dianggap sebagai kelompok yang melarikan diri dari kehidupan dunia yang ramai ini. Ia dianggap sebagai kelompok yang mengingkari dunia dan hanya mengejar kehidupan akherat saja. (more..)
Di dalam realitasnya, ternyata pesantren tidak hanya menjadi tempat untuk mengajarkan agama, akan tetapi juga mengajarkan bidang-bidang lain seperti agribisnis dan bahkan juga untuk penyembuhan pecandu narkoba. Jika orang di masa lalu menganggap pesantren adalah lembaga pendidikan tradisional yang tertinggal dalam banyak hal, maka sekarang hal itu sudah tidak lagi berlaku. Dewasa ini, pesantren sudah menjadi lembaga pendidikan modern yang memiliki variasi program pendidikannya. (more..)