Saya merasa sangat gembira karena diundang untuk acara berbuka bersama oleh Duta Besar Kanada di Indonesia (01/09/2010). Acara digelar sangat sederhana di kediamannya di Jalan Sriwijaya Raya 12 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Semula saya menduga bahwa acara ini akan digelar besar-besaran mengingat bahwa acara ini digelar oleh Duta Besar dari negara besar, Kanada. Ternyata dugaan saya salah, sebab acara ini memang hanya mengundang (more..)
Kalau judul tulisan ini adalah menilai ulang tentang relasi Indonesia-Malaysia bukan berarti meninjau ulang perlu atau tidaknya hubungan Indonesia-Malaysia, akan tetapi kiranya perlu ditata ulang tentang bangunan relasi Indonesia-Malaysia tersebut dalam tatanan yang seimbang. Bukan tatanan yang saling mengklaim kebesaran masing-masing.
Berbagai komentar tentang hubungan Indonesia-Malaysia akhir-akhir ini cenderung tidak produktif bahkan kontra (more..)
Saya akhirnya juga merasa perlu untuk menulis tentang hubungan Indonesia-Malaysia sebagai komentar terhadap relasi Indonesia-Malaysia akhir-akhir ini. Seperti diketahui bahwa hubungan Indonesia-Malaysia akhir-akhir agak “memanas.” Hal ini disebabkan oleh adanya sikap tidak saling memahami di antara keduanya.
Pemicunya tentu sesuatu yang bukan spektakuler dalam ukuran relasi dua negara bertetangga. Artinya bahwa penahanan terhadap warga (more..)
Sebagaimana yang saya jelaskan kemarin bahwa agar pengentasan kemiskinan akan mampu menyentuh sasarannya dan sesuai dengan kebutuhan (more..)
Ada sesuatu yang menarik dari program pengentasan kemiskinan di Jawa Timur. Yaitu program pengentasan kemiskinan berbasis data by name by address. Gubernur Jawa Timur, Dr. Soekarwo, di dalam banyak kesempatan, selalu menyatakan bahwa pengentasan kemiskinan harus berbasis data yang kongkrit. Sebab jika tidak maka pengentasan kemiskinan akan selalu menuai kegagalan. Pengalaman pengentasan kemiskinan yang (more..)