Tradisi mudik memang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Tidak ada pola bagi tindakan seperti itu di negara lain, bahkan di Timur Tengah sebagai pusat agama Islam. Jika di masa lalu mudik hanyalah bagian dari tradisi hari raya idul fitri, maka sekarang mudik telah mengalami perluasan makna. Tidak hanya dikaitkan dengan peristiwa saling memaafkan antara satu dengan lainnya, akan tetapi mudik telah mengalami makna yang bertambah. Yaitu sebagai ajang untuk menunjukkan jati diri di tengah kehidupan yang semakin modern. (more..)
Bisa saja orang salah memahami doa bersama. Artinya bahwa doa bersama dianggap sebagai suatu cara untuk menyamakan tehnik dan tata cara berdoa. Ada anggapan bahwa doa bersama adalah doa yang dilakukan untuk menyamakan kesamaan ritual beragama. (more..)
Kemarin, 15/09/2010, saya memperoleh kesempatan yang langka, yaitu memimpin doa bersama umat beragama di dalam acara halal bil halal yang diselenggarakan oleh Komunitas Tionghoa Islam yang tergabung di dalam Persatuan Iman Tauhid Indonesia (PITI) Jawa Timur di Kenjeran Park. Tepatnya di Pagoda Replika Temple of Heaven di Kenjeran Surabaya. (more..)
Memang terkadang rasio saja tidak cukup untuk memahami tradisi mudik setiap lebaran. Bayangkan orang rela untuk bermacet-ria di jalanan dalam waktu yang sangat panjang untuk kepentingan mudik. Kemarin, kolega saya yang berasal dari Magetan, bercerita bahwa untuk pulang balik ke Surabaya, maka butuh waktu 12 jam, jam 4 sore dari Magetan dan sampai di Surabaya jam 4 pagi. Padahal perjalanan Magetan Surabaya dalam waktu normal hanya membutuhkan waktu 4 jam. (more..)
Tradisi mudik adalah tradisi Indonesia yang saya rasa sangat unik. Tradisi ini rasanya tidak akan dijumpai di negara-negara lain. Bahkan di negara-negara yang mayoritas penduduknya adalah umat Islam, maka tradisi mudik ini tidak dijumpai. Yang ada adalah tradisi silaturahmi yang memang sudah ada semenjak lama, yaitu ketika Islam turun (more..)