• October 2026
    M T W T F S S
    « Sep    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

KERJA SAMA INDONESIA DAN MAROKO

KERJA SAMA INDONESIA DAN MAROKO
Salah satu tujuan kunjungan menteri agama Republik Indonesia ke Maroko adalah untuk menandatangi kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia yang di dalam hal ini diwakili oleh menteri agama dengan Pemerintah Maroko yang di dalam hal ini diwakili oleh menteri Wakaf dan urusan agama Maroko. Penandatangan Memory of Understanding ini dilaksanakan di kantor kementerian Wakaf dan urusan Agama yang dihadiri oleh segenap pejabat kementerian kedua belah pihak.
Sesungguhnya kementerian agama Republik Indonesia dengan kementerianWakaf dan urusan agama Maroko telah menjalin kerjasama dalam waktu yang lama. Hanya saja perjanjian tersebut terhenti semenjak tahun 2004 dan baru pada tahun 2013 ini dilakukan pembaharuan.
Kerjasama antara kedua belah pihak diperuntukkan bagi pengembangan kehidupan keagamaan, pendidikan dan pembangunan bangsa. Sebagaimana dijelaskan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, bahwa di Indonesia menteri agama memiliki kewenangan untuk mengatur kehidupan beragama. Kementerian agama mengatur kehidupan beragama bagi pemeluk agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan juga Konghucu. Agama-agama ini diatur dan dikembangkan di dalam kehidupan negara dan masyarakat melalui regulasi yang tidak mengerdilkan agama masing-masing.
Indonesia dan Maroko sesungguhnya sudah memiliki jaringan kerjasama yang sangat erat semenjak lama. Tidak hanya setelah Indonesia merdeka, akan tetapi semenjak Islam masuk ke wilayah Indonesia. Ada banyak ulama Maroko yang menjadi penyebar Islam di Indonesia. Mereka ini adalah ulama-ulama yang berpengaruh untuk mengarahkan perjalanan agama Islam di Indonesia. Jika Islam sekarang menjadi agama mayoritas di Indonesia, maka hal tersebut tentu terkait dengan aktivitas dakwah para ulama Maroko di masa lalu. Oleh karena itu, sudah sewajarnya kalau antara Indonesia dan Maroko memiliki ikatan sejarah yang sangat panjang dan bahkan Maroko adalah negeri kedua bagi bangsa Indonesia.
Di Indonesia, kementerian agama memiliki fungsi pembinaan agama dan keagamaan dan juga fungsi pendidikan. Fungsi pembinaan kehidupan agama dan keagamaan adalah untuk mengatur kehidupan antar umat beragama, Intern umat beragama dan juga antara pemeluk agama dengan Pemerintah. Sedangkan fungsi pendidikan ialah suntuk membina dan mengembangkan pendidikan agama dan keagamaan.
Kementerian agama membina dan mengembangkan pesantren yang jumlahnya puluhan ribu atau tepatnya 40 ribu yang tersebar di seluruh Indonesia. Kemudian juga membina dan mengembangkan pendidikan madrasah, mulai dari raudlatul athfal, madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah, madrasah aliyah dan perguruan tinggi agama. Jumlah madrasah sebanyak 67 ribu yang juga tersebar di seluruh Indonesia. Melalui fungsi kementerian agama yang seperti itu, maka kementerian agama menjadi sebuah kementerian yang memiliki fungsi penting bagi pe

KERJASAMA PENDIDIKAN INDONESIA MAROKO

KERJASAMA PENDIDIKAN INDONESIA MAROKO
Kerjasama pendidikan antar lembaga pendidikan Indonesia dan Maroko sesungguhnya telah terjalin dalam waktu yang relatif lama. Ada banyak siswa dan mahasiswa Indonesia yang belajar di lembaga pendidikan di Maroko. Bahkan sudah banyak sarjana strata satu, strata dua dan bahkan doktor yang dihasilkan dari kerjasama antara dua negara ini.
Di Maroko terdapat sebanyak 60 lebih lembaga pendidikan setara universitas. Yang terbesar adalah universitas Rabat yang mengembangkan pemrograman studi agama, sosial dan humaniora, serta sains dan teknologi. Lembaga pendidikan ini juga termasuk lembaga pendidikan yang sangat berkualitas di kerajaan Maroko. Kemudian juga universitas Muhammad lima, universitas Ibnu Tufail dan lainnya.
Namun yang sungguh menarik adalah universitas Qarawiyyin. Lembaga pendidikan tinggi ini adalah lembaga pendidikan tertua di dunia. Dibandingkan dengan universitas Al Azhar, maka usia universitas Qarawiyyin jauh lebih tua. Jadi urutannya adalah universitas Qarawiyyin, universitas Al Azhar dan baru universitas Nidzamiyah.
Universitas Qarawiyyin didirikan oleh Fatimah anak saudagar kaya di Maroko pada abad ke 2 hijrah dan terus berkembang hingga sekarang. Perempuan ini memiliki keinginan yang kuat untuk membangun lembaga pendidikan dan mewakafkan seluruh hartanya untuk mengembangkan universitas ini. Maka berdiri dan berkembanglah universitas Qarawiyyin sebagaimana yang kita bisa lihat sekarang. Bahkan universitas in telah menghasilkan dua ulama besar sepanjang sejarah ilmu pengetahuan, yaitu alumninya yang hebat, Ibnu Rusyd dan Ibnu Khaldun. Kedua orang ini adalah yang mewariskan diskusi sepanjang sejarah ilmu pengetahuan, yaitu ibn Rusyd sebagai ahli filsafat dan ibn Khaldun sebagai sarjana sosial kemasyarakatan.
Nama kedua orang ini memiliki pengaruh yang besar di dalam percaturan ilmu pengetahuan dan sangat berpengaruh di dunia barat. Melalu pengaruh ibn Rusyd maka para ahli filsafat lahir dan melalui ibn khaldun maka para ahli ilmu sosial barat berkembang. Misalnya, Ibnu Khaldun diakui oleh George Ritzer sebagai peletak dasar ilmu sosial yang bermetodologis. Melalui bukunya yang sangat terkenal “Mukhaddimah Ibnu Khaldun” maka dasar-dasar ilmu sosial diletakkan dengan sistem kategori di dalam suatu masyarakat.
Universitas Qarawiyyin memang lebih banyak mengembangkan program Islamic studies. Salah satu kekuatan universitas ini adalah pada program studi keislaman tersebut. Salah satu di antara yang sangat menonjol adalah pendidikan bahasa Arab. Makanya, kerja sama yang dibangun oleh IAIN Sumatera utara dengan universitas Qarawiyyin adalah di dalam bidang ilmu keislaman.
Penandatanganan MoU dilakukan di kedutaan besar Republik Indonesia di Maroko. Hal ini dilakukan sebab rektor Universitas Qarawiyyin pada tahun ini ditunjuk sebagai koordinator Daurah Hasaniyah yang merupakan forum Mu’tamar internasional yang diselenggarakan setiap bulan puasa. Daurah ini dihadiri oleh ulama-ulama dari negara-negara Islam, termasuk ulama Indonesia. Dari Indonesia diundang dua orang, yaitu Dr. Muchlis Hanafi dan Dr. Saleh Daulay. Sebagai bagian dari peserta yang dikategorikan sebagai ulama, maka mereka juga melakukan pengajian-pengajian di masjid-masjid di Maroko. Daurah Hasaniyyah ini juga dihadiri oleh Raja Muhammad ke 6. Pengajian tersebut digelar di istana raja jika raja berkehendak untuk menghadirinya. Menteri agama RI, Dr. Suryadharma Ali juga hadir pada waktu ada pengajian di istana raja tersebut, sewaktu kunjungannya disana.
Kerjasama antar perguruan tinggi adalah sebuah keharusan. Dan sebagaimana yang dinyatakan oleh Rektor Universitas Qarawiyyin, maka MoU jangan hanya ada di kertas saja tetapi yang penting adalah implementasi MoU. Terkait dengan hal ini, maka pada tahun 2013 in akan dikirim sejumlah dosen untuk mengambil kursus Bahasa Arab bekerja sama dengan universitas Qarawiyyin. Mereka merupakan utusan dari empat PTAIN yang tahun ini akan memperoleh Loan dari Islamic Development Bank (IDB) untuk program capacity building, khususnya pembelajaran bahasa Arab.
Melalui forum kerjasama ini tentu diharapkan bahwa ke depan akan didapatkan kemajuan terutama di dalam proses penguatan pembelajaran di PTAIN. Jadi MoU memang diperlukan.
Wallahualam bil shawaf.

 

TRADISI RIYAYAN (1)

TRADISI RIYAYAN (1)
Ternyata bulan puasa berlalu sudah. Dan sebagaimana biasanya maka bulan puasa diakhiri dengan upacara atau ibadah shalat Ied dan sebagaimana lazimnya maka masyarakat Islam pada berdatangan ke masjid atau lapangan untuk melaksanakan shalat Ied tersebut. Ada ragam baju baru, mukena baru, celana baru, perhiasan baru dan sebagainya yang mengiringi upacara Idul fitri tersebut.
Semalaman mereka melantunkan bacaan takbir dengan berbagai macam cara. Ada yang menggelar takbir di masjid, mushallah, lapangan dan juga jalan raya. Ada yang dilakukan dengan berdiam sambil membaca takbir dan ada pula yang melakukannya dengan bersepeda motor, mobil atau truk. Mereka menggemakan takbir dengan diiringi suara bedug bertalu-talu. Nuansa keriangan sangat tampak pada upacara takbiran ini.
Bahkan ada juga yang berpesta pria dengan dentuman suara mercon. Ada sebagian masyarakat yang beranggapan bahwa riyayan tanpa mercon itu seperti keheningan malam tanpa ada suara apapun. Makanya mereka membunyikan petasan dengan berbagai ukurannya. Tua muda bahkan anak-anak bermain petasan tanpa menghiraukan keselamatan fisiknya. Makanya tidak salah jika tahun ini banyak terjadi insiden kecelakaan petasan. Bahkan yang membuat kita harus introspeksi adalah kebanyakan yang menjadi korban petasan adalah orang-orang dewasa. Seharusnya para orang dewasa menjadi teladan agar tidak bermain petasan, tetapi ternyata justru orang dewa salah yang melakukan permainan petasan itu. Ironis memang.
Di bundaran HI Jakarta, yang selama ini menjadi tempat mangkal anak-anak muda, maka dentuman petasan juga semarak. Indah memang. Kala petasan itu meletus di udara, maka bisa muncul warna-warni sebagaimana pesta kembang api yang melazimi upacara-upacara tahun baru atau lainnya.
Sebagaimana tahun baru kemarin, 01 Januari 2013, saya menyempatkan diri untuk bertahan baru di pulau Gilitrawangan di NTB. Menjelang pergantian tahu. Baru tersebut, maka kami menyaksikan pesta kembang api yang luar biasa menarik. Ada keindahan di angkasa kala petasan meletus dan membuat pijaran api yang berwarna warni. Sungguh indah. Hanya sayangnya bahwa pesta mercon di malam menjelang tanggal 01 Syawal bukanlah pesta kembang api seperti yang kita lihat. Jika dalam pesta kembang api, petasan dirancang untuk meletus di atas, maka petasan untuk haru raya kebanyakan didesain meletus di bawah. Itulah sebabnya banyak terjadi kecelakaan petasan karena persoalan ini.
Hari raya kali ini terasa lebih semarak sebab umat Islam Indonesia merayakan hati raya secara bersamaan. Meskipun awal puasanya berbeda, akan tetapi mengakhiri puasa dengan kebersamaan. Muhammadiyah yang selama ini berbeda pendapat dengan pemerintah di dalam pelaksanaan pertama puasa dan hari raya, maka pada tahun 2013 ini maka berbeda di awal akan tetapi bersamaan di akhir. Menurut penerapan badan hijab Muhammadiyah, maka puasa kali ini sebanyak 30 hari sementara badan hisab dan rukyat Pemerintah menetapkan puasa hanya 29 hari.
Makanya, haru raya tahun ini sungguh semarak. Pada waktu pagi, ada yang pergi ke masjid dan ada juga yang pergi ke lapangan. Sebagaimana diketahuinya bahwa yang bersalah Idul fitri di lapangan adalah kalangan kaum Muhammadiyah, sementara yang di masjid kebanyakan adalah kaum Nahdlatul Ulama. Meskipun tidak ada masalah tentang tempat shalat Idul fitri ini akan tetapi secara sosiologis tentu memberikan gambaran identitas tentang keNUan atau kemuhammadiyahan seorang individu. Inilah indahnya perbedaan, selama perbedaan tersebut tidak didesain sebagai instrumen untuk membuat pertentangan atau konflik.
Kami melakukan shalat Idul fitri di masjid Istiqlal. Masjid kemerdekaan. Masjid yang dididirikan semasa pemerintahan orde lama ini memang menjadi kebanggaan masyarakat muslim Indonesia. Melalui desain khususnya, maka masjid ini menjadi tempat untuk beribadah dan sekaligus juga menjadi tempat rekreasi religius bagi masyarakat Indonesia. Orang berekreasi ke Jakarta belum sempurna kalau belum mengunjungi masjid Istiqlal. Makanya, masjid ini juga selalu ramai kala musim liburan.
Shalat Idul fitri di masjid Istiqlal selalu dihadiri oleh Presiden, ibu negara, wakil Presiden beserta ibu, para pejabat tinggi negara, para menteri dan juga pejabat-pejabat pemerintahan dan masyarakat Islam Jakarta. Tidak ketinggalan juga para duta besar negara sahabat. Mereka inilah yang duduk di shaf depan di samping kiri dan kanan Presiden. Di shaf kedua inilah biasanya pejabat setingkat eselon satu duduk dan melakukan shalat. Sayapun berada di shaf kedua tersebut. Di antara mernteri yang datang adalah Suryadharma Ali, Muhammad Nuh, Agung Laksono, Syarif Hasan, Roy Suryo, Hatta Rajasa, dan juga pimpinan DPR dan DPD.
Di dalam khotbahnya, Prof. Dr. Farid Wajdi Ibrahim, MA menyatakan bahwa puasa dapat menjadi medium untuk meraih kemenangan, yaitu kemenangan spiritual, kemenangan emosional dan kemenangan intelektual. Melalui puasa yang dilakukan dengan penuh keimanan, perhitungan dan introspeksi diri yang matang, maka puasa akan dapat menjadi wahana untuk meraih kesabaran dan kebahagiaan.
Dengan demikian, riyayan tidak hanya menjadi instrumen untuk menahan makan, minum, bersetubuh dan perbuatan terlarang lainnya, akan tetapi juga menjadi medium untuk meraih kemenangan yang komprehensif. Oleh karena itu orang yang puasanya benar, maka akan dapat meraih kemenangan di dalam menghadapi kehidupan yang semakin keras dan kompleks.
Wallahu alam biasshawab.

TRADISI RIYAYAN (2)

TRADISI RIYAYAN (2)
Salah satu keunikan hari raya Idul fitri di Indonesia adalah yang disebut dalam bahasa Jawa sebagai riyayan. Di dalam bahasa Indonesia disebut sebagai hari raya. Tradisi ini saya kira adalah tradisi khas Indonesia dan tidak didapati di wilayah Islam di timur tengah. Kiranya tradisi riyayan adalah tradisi yang hanya berkembang di Indonesia dan menjadi khazanah budaya Indonesia.
Itulah sebabnya tradisi ini merupakan tradisi yang sangat khusus dan menjadi bagian dari sistem pengetahuan dan sistem tindakan dari masyarakat Indonesia secara umum, dan khususnya masyarakat Islam. Tradisi yang disebut sebagai halal bil halal merupakan tradisi yang secara khusus hidup dan berkembang pada masyarakat Indonesia, tradisi ini bukan lagi sebagai tradisi eksklusif umat Islam akan tetapi telah menjadi bagian dari budaya Indonesia.
Suatu kenyataan bahwa antara shalat Idul fitri, halal bil halal dan tradisi lokal adalah satu rangkaian upacara yang tidak hanya sebagai ungkapan jalinan antara manusia dengan Tuhan melalui shalat lalu jalinan hubungan antara manusia dengan manusia melalui halal bil halal tersebut. Jadi tradisi riyayan tidak hanya menjadi instrumen bagi jalinan hubungan sesama manusia saja, akan tetapi juga menjadi tradisi yang sarat dengan eksistensi relasi dengan Tuhan. Dari sisi tradisi lokalnya bahwa tradisi ini merupakan perpanjangan dari tradisi kunjungan rumah atau silaturahmi berbasis tradisi lokal. Oleh karena itu, pantaslah kalau dinyatakan bahwa tradisi riyayan adalah tradisi khas masyarakat Indonesia.
Masyarakat Indonesia memang dikenal sebagai masyarakat paguyuban. Meskipun ditengarahi telah terjadi pergeseran yang kuat terkait dengan konsep paguyuban tersebut dan beralih ke masyarakat patembayan, akan tetapi sesungguhnya basis dasar tradisi paguyuban tidaklah total berubah. Artinya, bahwa meskipun tampak dilihat telah terjadi perubahan yang drastis terkait dengan kompetisi ini, namun sesungguhnya budaya dalamnya tidaklah berubah secara mendasar. Menggunakan konsepsi keajegan dan perubahan, maka yang berubah hanyalah faktor luarnya saja, akan tetapi faktor dalamnya tidaklah berubah.
Di antara yang saya sebut sebagai inti atau budaya dalamnya adalah pola bagi tindakan untuk melakukan halal bil halal ini. Untuk melakukan halal bihalal tentunya dipandu oleh konsep dasar tentang silaturahmi. Ada banyak ayat AL Quran atau hadits Nabi Muhammad saw yang telah bertahan-tahun menjadi panduan bagi tindakan masyarakat Islam di dalam melaksanakan upacara halal bihalal.
Bagi saya rasanya memang menjadi indah bagi sebuah masyarakat yang di dalamnya terdapat tradisi saling berkunjung dari rumah ke rumah. Sungguh indah kiranya kala mereka datang ke rumah rumah dan ungkapan yang muncul adalah maafkan kami kalau ada kesalahan baik yang disengaja atau tidak. Jika ini memang menjadi pola bagi tindakan masyarakat Indonesia, maka semestinya momentum riyayan bisa mereduksi terhadap konflik horisontal yang terkadang terjadi pada masyarakat kita.
Oleh karena itu, momentum halal bil halal akan dapat menjadi instrumen untuk saling memaafkan antara satu dengan lainnya dalam bingkai persahabatan, persaudaraan dan perkawanan yang sangat berarti. Makna halal bil halal sebenarnya adalah pada kesalingpahaman untuk saling memaafkan tersebut. Makanya, sesungguhnya masyarakat Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk membangun budaya kebersamaan berbasis pada pemahaman religius yang baik.
Manusia memang memiliki kebutuhan sosial yang hal itu hanya dapat dipenuhi melalui relasi antar manusia atau masyarakat. Ada kebutuhan bergaul, kebutuhan berkawan, kebutuhan ekonomi, kebutuhan politik, kebutuhan pendidikan dan sebagainya yang hal itu hanya dapat dipenuhi jika manusia dan masyarakat memiliki relasi relasi sosial.
Tidak ada manusia yang bisa memenuhi hasrat kemanusiaannya dengan dirinya sendiri. Dia pasti membutuhkan orang lain atau bantuan orang lain. Di dalam mekanismenya mengenai berhubungan dengan manusia lain tersebut maka dimungkinkan terjadi masalah yang berupa kekhilafan atau kesalahan. Makanya, tradisi riyayan melalui upacara halal bihalal dapat menjadi sarana untuk menyelesaikannya.
Makanya, tradisi riyayan akan dapat menjadi momentum penting bagi rekonsiliasi, perundingan, negosiasi dan sebagainya dalam kerangka untuk saling memaafkan.
Dengan demikian, tradisi khas Indonesia ini memiliki makna penting di tengah kancah pergaulan antar sesama manusia yang memang memiliki kebutuhan sosial
Jadi sudah pantas jika kita berbangga bahwa ada suatu tradisi yang kemudian menyediakan bagi warga budaya tersebut untuk saling memahami dan memaafkan.
Wallahualam bisshawab.

KURIKULUM 2013

KURIKULUM 2013
Kurikulum 2013 memang harus dilaksanakan. Tidak ada kata berhenti. Itulah kira-kira pesan Wapres dalam acara pertemuan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama dan pejabat eselon I dari berbagai kementerian terkait dengan implementasi kurikulum 2013. Memang akhirnya kurikulumn2013 memang dilaksanakan meskipun tidak sebagaimana yang diancangkan semula. Bahkan Kementerian agama akhirnya juga harus memilih untuk melaksanakan kurukulum 2013 meskipun pada tahun ini baru pada tahap persiapan saja.
Sebagaimana diketahui bahwa sebagai penyelenggara pendidikan, maka kementerian agama tentu juga memiliki tugas untuk mengimplementasikan perubahan kurikulum pada tahun ini. Hanya saja bahwa sebagai akibat keterlambatan pengesahan anggaran, maka dana untuk implementasi kurikulum tersebut belum bisa dicairkan. Tentu saja terjadi keterlambatan di dalam pengimplementasian kurikulum dimaksud.
Namun demikian, dengan merancang penerapan kurikulum 2013 dengan mengimplementasikannya pada tahun 2014, maka saya kira akan lebih terencana secara memadai. Pada tahun ini, dengan demikian hanya akan dilaksanakan pelatihan-pelatihan buru saja, sehingga memang tahun ini digunakan secara memadai untuk persiapan implementasi kurikulum tersebut.
Perubahan kurikulum tentu tidak sama dengan perubahan sosial lainnya. Di dalam perubahan kurikulum tentu ada aspek yang sangat mendasar yaitu perubahan terencana dan sistemik. Disebut terencana sebab yang akan diubah adalah proses dan konten pendidikan serta out put dan out come pendidikan itu. Makanya, perubahan kurikulum merupakan sebuah usaha yang harus dilakukan secara hati-hati penuh dengan pertimbangan yang matang di dalam kerangka untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Sebagaimana yang sudah dinyatakan oleh menteri agama, selaku implementator perubahan kurikulum 2013 di lembaga pendidikan madrasah, maka tahun ini tentunya hanya akan digunakan untuk persiapan implementasi kurikulum saja. Penyiapan tenaga pendidik untuk kepentingan perubahan kurikulum ini tentu bukan sesuatu yang gampang.
Selama ini kritik yang banyak dilontarkan oleh para pakar pendidikan adalah terkait dengan penguasaan metodologi, dan isi kurikulum. Bahkan ada semacam statemen bahwa kurikulum boleh saja berubah tetapi yang diajarkan hanyalah hal-hal yang sudah dikuasainya. Jadi, perubahan hanyalah struktur depannya saja, akan tetapi struktur dalamnya tetap saja sebagaimana adanya.
Kurikulum oleh para ahli dinyatakan sebagai dokumen, artinya dia hanyalah benda mati yang untuk menghidupkannya dibutuhkan guru yang akan membawanya kepada kepentingan peningkatan kualitas pendidikan. Makanya, ketik para guru kemudian tidak berjaya untuk menghidupkan kurikulum tersebut di dalam ranah pengembangan kualitas pendidikan, maka dokumen itu juga hanya tinggal sebagai tumpukan kertas yang bertulis tanpa kehadiran makna substantifnya.
Untuk menghasilkan dokumen kurikulum tentu membutuhkan tenaga dan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu menjadi naif jika kurikulum yang dibuat dengan segenap kemampuan fisik, pemikiran dan anggaran tersebut kemudian tidakmdidayagunakan untuk kepentingan peningkatan mutu pendidikan.
Di dalam konteks inilah maka peran guru sebagai implementator kurikulum menjadi sangat urgen. Tanpa guru yang bagus tidak akan mungkin sebagus apapun kurikulum tersebut dapat menjadi instrumen bagi pengembangan kualitas anak didik. Guru adalah kata kunci keberhasilan pendidikan.
Penyiapan guru untuk kepentingan perubahan kurikulum 2013 dengan demikian menjadi sangat mendasar dan penting. Bukankah kritik selama ini terhadap pemberlakuan kurikulum 2013 adalah pada penyiapan para guru yang kurang maksimal. Pelatihan para guru dianggap sangat pendek, sehingga dikhawatirkan bahwa pengadaan guru para metode pembelajaran dan konten kurikulum kurang maksimal.
Melalui pendekatan yang disebut sebagai tematik integratif, maka sesungguhnya terdapat kerumitan yang cukup tinggi untuk mengimplementasikannya. Ada keluhan bahwa yang pendekatan tematik saja sulit apalagi ditambah dengan integratif.
Oleh karena itu sungguh-sungguh saya menginginkan agar persiapan implementasi kurikulum 2013 di kementerian agama yang tahun ini hanya pelatihan guru akan dapat dilaksanakan secara maksimal melalui pembacaan terhadap kritik yang diberikan oleh para ahli pendidikan kita.
Saya berkeinginan agar implementasi kurikulum 2013 dapat memenuhi tujuan mulia dibalik perubahan kurikulum ini, yaitu mencetak generasi emas Indonesia yang kelak akan menjadi pewaris dan penerus kemerdekaan negeri ini.
Wallahu alam bialshawab.