• May 2026
    M T W T F S S
    « Apr    
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

KEBUTUHAN KAUM MUSLIMIN (29)

KEBUTUHAN KAUM MUSLIMIN (29)

Prof. Dr. Nur Syam, MSi

Bismillahir Rahmanir Rahim.

Sesuai dengan kodratnya, bahwa manusia memiliki kebutuhan, yaitu kebutuhan fisik, kebutuhan jiwa dan kebutuhan Rohani. Ketiganya harus dipenuhi agar hidup menjadi baik, sejahtera dan bahagia. Seseorang tidak boleh hanya berkeinginan memenuhi kebutuhan fisiknya saja dengan ketercukupan dan keberlebihan makan dan minum, akan tetapi jiwanya juga membutuhkan asupan gizi jiwa  melalui perbuatan atau amalan yang baik, dan Rohani juga membutuhkan asupan gizi berupa dzikir atau wirid yang sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Pada bab 29, Syekh Imam An Nawawi menjelaskan tentang Bab “Memenuhi Kebutuhan Kaum Muslimin”. Di dalam artikel ini, secara sengaja saya hanya menampilkan topik “Kebutuhan Kaum Muslimin”. Ada beberapa ayat Alqur’an sebagaimana tercantum di dalam Surat Al Hajj: 72, yang menyatakan: “Dan perbuatlah kebaikan supaya kamu mendapatkan kemenangan”.

Di dalam Hadits Nabi Muhammad SAW, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Umar, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Janganlah menganiayanya, janganlah menyerahkannya kepada musuhnya, barangsiapa memenuhi kebutuhan saudaranya, niscaya Allah akan memenuhi kebutuhannya. Dan barang siapa memberikan kelapangan kepada seorang muslim dari suatu kesusahan, maka Allah akan melapangkan orang itu dari salah satu kesusahan hari kiamat. Dan barangsiapa menutupi  kejelekan seseorang muslim, maka Allah akan menutupi kejelekan orang tersebut pada hari kiamat”.  Hadits Riwayat Mutafaq alaih.

Di dalam hadits lain, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Musa al Asy’ari, berkata: “apabila ada orang yang datang kepada Nabi SAW  untuk meminta pertolongan, maka beliau memandang siapa saja yang berada di hadapannya dan bersabda: “berilah pertolongan, niscaya kamu akan memperoleh pahala, karena Allah akan memenuhi apa yang dia cintai melalui ucapan Nabi-Nya”. Hadits Riwayat Mutafaq alaih.

Dari penjelasan berbasis pada teks Suci Alqur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW., maka dapat dijelaskan beberapa hal, yaitu:

Pertama,  manusia memiliki kebutuhan sebagaimana yang dijelaskan oleh Abraham Maslow, psikholog Barat, yang menyatakan bahwa manusia memiliki kebutuhan biologis, kebutuhan psikhologis, sosiologis dan bahkan kebutuhan berketuhanan. Kebutuhan biologis seperti kebutuhan makan, minum dan kebutuhan seksual. Kebutuhan psikhologis misalnya kebutuhan akan rasa aman, nyaman, tenang, ketercukupan dan rasa ingin memperoleh pengakuan, ingin berprestasi dan sebagainya. Kebutuhan social meliputi keinginan untuk bersahabat, kebutuhan untuk mengekspresikan relasi social, kebutuhan untuk bekerja dan memperoleh hasilnya dan sebagainya. Bahkan juga kebutuhan untuk mengekspresikan keyakinannya tentang alam metafisika, Tuhan dan sebagainya.

Secara ringkas dapat dinyatakan manusia memiliki tiga kebutuhan dasar, yaitu kebutuhan biologis, social dan integrative. Kebutuhan ini harus dipenuhi terutama kebutuhan fisik atau kebutuhan biologis, selain kebutuhan social dan integratif. Semuanya harus ada penyalurannya. Makan dan minum sangat dibutuhkan untuk memenuhi hajad kehidupan. tanpa makan dan minum, maka manusia akan kekurangan gizi, akan sakit dan bahkan mati. Demikian pula kebutuhan seksual juga harus dipenuhi dengan cara sebagaimana yang diajarkan oleh agama.

Kedua, pemenuhan kebutuhan jiwa. Islam memiliki ajaran yang sangat luar biasa, yaitu mengajarkan iman kepada Allah dan beramal saleh. Manusia harus beriman akan eksistensi Allah SWT dan juga beramal kebaikan. Ada banyak media untuk beramal kebaikan. Islam menyediakan sarana berupa zakat, infaq, sedekah dan wakaf. Semua itu dapat menjadi medium untuk beramal kebaikan kepada orang lain terutama dalam memenuhi kebutuhan orang yang belum beruntung di dalam kehidupannya.

Orang fakir, miskin dan orang yang terpinggirkan itu menjadi kewajiban umat Islam untuk membantunya atau memenuhi kebutuhannya. Betapa kuatnya ajaran Islam itu dalam Upaya menyejahterakan umat Islam. Kejayaan Islam pada khalifah Umar bin Abdul Azis (717-720 M) adalah teladan yang sangat luar biasa. Di dalam pemerintahannya, nyaris sulit memberikan zakat kepada masyarakatnya, karena masyarakatnya telah hidup dengan sejahtera.

Tidak hanya kebutuhan fisik, dan jiwa yang perlu dibantu akan tetapi juga kebutuhan rohnya. Untuk keperluan pemenuhan kebutuhan roh adalah dengan banyak melakukan amalan dzikir atau wirid, bisa dengan ungkapan subhanallah, atau alhamdulillah, bisa juga dengan la ilaha illallah atau Allahu Akbar serta istighfar dan sebagainya.

Ketiga, Allah akan memberikan balasan atas orang yang memberikan bantuan atau memenuhi kebutuhan umat yang masih dalam posisi belum beruntung di dalam kehidupannya. Siapapun yang bisa melakukan kebaikan ini, maka akan mendapatkan jaminan dari Allah SWT kelak di dalam kehidupan pasca kematian jasadnya. Ada banyak jalan untuk memberikan bantuan kepada umat lain. Bisa bantuan untuk memenuhi hajad kehidupan fisiknya, bisa juga bantuan untuk memenuhi kebutuhan jiwanya dan bahkan juga kebutuhan untuk memenuhi keperluan rohnya. Semua akan menjadi ladang pahala bagi siapa yang dapat melakukannya.

Wallahu a’lam bi al shawab.

 

Categories: Opini
Comment form currently closed..