KEAJAIBAN DALAM KEHIDUPAN, ADAKAH?
KEAJAIBAN DALAM KEHIDUPAN, ADAKAH?
Prof. Dr. Nur Syam, MSi
Saya akan mengulas ceramah Ustadz Sahid Sumitro, MM, MSI., trainer pengembangan SDM, yang sudah memiliki jam terbang sangat tinggi. Sering Ustadz Sahid memberikan pelatihan dalam birokrasi pemerintahan dan juga perusahaan, serta Lembaga-lembaga non Pemerintah. Kali ini yang dibicarakan adalah mengenai keajaiban di dalam kehidupan manusia, dan ternyata keajaiban tersebut nyata adanya. Ceramah ini diselenggarakan di Masjid Al Ihsan Lotus Regency Ketintang Surabaya, 28/03/2025.
Ceramahnya dimulai dengan sebuah pertanyaan, “kita sudah berpuasa selama 27 hari, lalu apakah ada perubahan di dalam kehidupan kita. Jika tidak, maka berarti kehidupan kita itu biasa-biasa saja. Tidak ada yang luar biasa”. Sebuah pertanyaan yang tampaknya biasa saja, akan tetapi jika dirasakan sesungguhnya luar biasa. Memang sudah nyaris sebulan kita berpuasa, dan jika tidak ada perubahan sebagaimana tujuan berpuasa, maka berarti puasa kita itu tidak mencapai target yang luar biasa.
Ada tiga hal yang disampaikan oleh Pak Sahid, yaitu: pertama, tentang keajaiban di dalam Alqur’an sudah banyak yang menyampaikannya, misalnya tentang Sarah Istri Nabi Ibrahim AS, yang usianya sudah tua dan kemudian hamil. Sesuatu yang tidak biasa. Sarah heran kala disampaikan berita akan kehamilannya, sebab usianya sudah bukan lagi wanita subur, akan tetapi sudah tidak memungkinkan untuk hamil. Namun ternyata hamil dan melahirkan anak lelaki yang kelak akan menjadi seorang Nabi yang dinamai Nabi Ishaq. Nabi Ishaq kelak akan melahirkan Nabi-Nabi terkenal seperti Nabi Musa, Nabi Isa yang kemudian melahirkan agama-agama Semitis.
Kemudian juga kejaiban tentang tujuh pemuda yang di dalam Alqur’an dikenal sebagai Ashabul Kahfi. Mereka ditidurkan Allah di dalam Goa selama 350 tahun, dan kemudian dihidupkan kembali. Kala bangun mereka menyatakan bahwa baru saja tertidur. Alangkah terkejutnya bahwa uang yang dimilikinya sudah tidak dikenal lagi karena sudah menjadi mata uang masa lalu. Dan masih banyak lagi, misalnya Dawud yang mengalahkan Jalut, raksasa tinggi besar, hanya dengan ketapel. Nabi Dawud AS memperoleh kejaiban dari Allah untuk mengalahkan Jalut, raja yang dhalim. Dan masih banyak lagi.
Kedua, ada seorang pakar dalam kajian studi keajaiban atau miracles di dalam kehidupan. Temuan yang dibagikan di dalam berbagai pelatihan tersebut mengungkapkan kenapa banyak orang yang tidak bahagia. Orang yang kesepian di tengah keramaian. Orang yang jiwanya kering kerontang di dalam dunia ramai kehidupan. Orang yang kecewa di dalam kehidupan padahal kekayaannya luar biasa dan seterusnya. Di dalam teorinya disampaikan bahwa kehidupan manusia itu dipisahkan dengan garis demarkasi yang tegas, yaitu bagian atas dan bagian bawah. Semakin ke atas posisi kehidupannya, jiwanya, maka semakin bahagia dan semakin ke bawah kehidupannya, jiwanya, akan semakin sengsara.
Di dalam bagian atas berisi hal-hal yang positif dan yang bagian bawah berisi hal-hal yang negative. Yang bagian atas dan bernuansa positif tersebut adalah jiwa yang berisi ketenangan, kedamaian, penuh harapan, tidak ada ketakutan, tidak ada tekanan, tidak ada rasa menderita, senang, penuh kegembiraan, penuh persahabatan, penuh kecintaan dan semua yang serba baik atau positif.
Di dalam bagian bawah, ada jiwa yang serba negative. Ada ketidaktenangan, ketiadaan kedamaian, tidak ada harapan, putus asa, ketakutan bahkan berlebihan, selalu merasa di dalam tekanan, terus menderita, tidak ada kesenangan, penuh penderitaan, penuh kesulitan, tidak ada persahabatan, tidak ada rasa cinta, semuanya serba kesulitan dan negative. Hidup yang berada di dalam ketidaknyamanan atau insecure.
Maka orang perlu mengubah suasana kehidupan dari negative menjadi positif. Orang harus menata kehidupannya agar berada di level atas dan bukan level bawah. Usahakan agar hidup berada di dalam zona nyaman. Perasaan atau jiwa kita harus berubah berada di dalam sisi positif. Jangan simpan perasaan dan jiwa yang negative di dalam hidup. Hilangkan ketakutan dan Ganti dengan keberanian. Ganti perasaan insecure ke dalam perasaan yang nyaman. Ganti jiwa yang gelisah ke dalam jiwa yang tenang. Kembalikan semuanya kepada “kepasrahan” atau surrender. Kita kembali kepada keyakinan bahwa semua sudah ada ketentuannya. Jangan melawan ketentuan Tuhan. Tawakkal kepada Tuhan adalah kunci pertama untuk memadamkan jiwa yang berisi hal-hal negative.
Ketiga, selain tawakkal maka kata kunci berikutnya adalah syukur. Bangun tidur Syukur, mau tidur Syukur. Bangun tidur bersyukur karena kita masih hidup, sehingga masih bisa melakukan banyak hal yang positif di dalam kehidupan. Betapa banyak keajaiban yang telah diberikan Allah kepada kita semua. Kita tidak bisa menghitungnya. Melalui syukur, maka kehidupan akan menjadi lebih nyaman, karena semuanya disandarkan kepada yang membuat hidup, yaitu Allah SWT.
Kebanyakan doa kita terasa tidak dikabulkan oleh Allah karena kita berada di dalam zona kehidupan tanpa tawakkal dan tanpa kesyukuran. Hidup kita penuh dengan jiwa atau hati yang tidak nyaman, tidak tenang, berasa di dalam ketakutan, berasa di dalam kehidupan yang penuh dengan kemarahan, dan putus asa. Inilah yang menyebabkan doa kita tertahan di antara langit dan bumi. Kala doa dilantunkan sebenarnya sudah naik ke atas, tetapi tertahan karena jiwa dan hati kita yang tidak berpikir positif, sehingga turun lagi ke bawah.
Oleh itu jika kita ingin doa kita diijabah oleh Allah, maka satu syaratnya agar berpikir positif dan buang jauh-jauh pikiran, perasaan dan hati yang negative. Apakah kita bisa? Pasti bisa. If you think you can, you really can.
Wallahu a’lam bi al shawab.