• October 2022
    M T W T F S S
    « Sep    
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

MEMBUDAYAKAN NGAJI ALQUR’AN BA’DA SHUBUH

MEMBUDAYAKAN NGAJI ALQUR’AN BA’DA SHUBUH

Prof. Dr. Nur Syam, MSi

Salah satu yang membuat saya bahagia adalah kegiatan  mentradisikan ngaji ba’da shalat shubuh yang dilakukan di masjid Al Ihsan Perumahan Lotus Regency. Ngaji Alqur’an,  khususnya shalat Al Waqi’ah tersebut sudah berjalan selama kurang lebih dua tahun, dan meskipun kita sedang berada di era Pandemi Covid-19 di masa lalu, kegiatan ini sama sekali tidak terpengaruh. Setiap pagi kita melantunkan bacaan Alqur’an dimaksud yang dipimpin oleh imam shalat, Ust. Zamzami al Hafidz dan Ust Firdaus Al Hafidz. Siapa yang menjadi imam pada shalat subuh, maka dialah yang akan memimpin bacaan Surat Al Waqi’ah.

Sekian bulan yang lalu juga dilakukan acara ngaji tafsir Surat Al Waqi’ah yang diasuh oleh Ust. Khobir salah seorang crew nursyamcentre.com yang aktif menulis tentang ilmu tafsir. Ust. Khobir adalah dosen pada Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya. Ustadz Khobir juga seorang khafidz yang sekaligus mendalami ilmu tafsir. Di dalam buku yang diedit oleh Dr. Chabib Musthafa dan Mevy Nurhalizah, “Menggelorakan Moderasi Beragama Untuk Indonesia hebat” tercantum tulisan-tulisan Ust. Khobir yang menjadi basis bagi pemahaman atas Islam wasathiyah.

Tentu tidak usah dibicarakan kenapa surat Al Waqi’ah yang dibaca dan bukan gonta-ganti surat di dalam Alqur’an. Tentu ada alasannya di antaranya adalah adanya semacam keyakinan berbasis pernyataan Nabi Muhammad SAW bahwa membaca Surat Al Waqi’ah bisa membuat rezeki pembacanya lebih lancar dan mudah didapatkan. Meskipun pernyataan ini dianggap oleh beberapa ahli hadits sebagai pernyataan yang dhaif atau hadits dhaif, akan tetapi tetap ada sejumlah keyakinan bahwa membaca Surat Al Waqi’ah yang merupakan salah satu surat di dalam Alqur’an pastilah merupakan kebaikan. Jika pun rezekinya tidak sebagaimana yang diharapkan tetapi dipastikan akan mendapatkan pahala karena membaca Alqur’an. Jadi, saya kita tidak perlu diperdebatkan tentang bacaan Alqur’an ini. Kita membaca surat Al Waqi’ah dan yang lain silahkan membaca surat yang lain.

Bahkan berkat membaca surat Al Waqi’ah tiap pagi itu akhirnya juga ada di antara jamaah masjid yang bisa hafal surat Al Waqi’ah. Tentu betapa bahagianya karena dengan mentradisikan membaca surat Al Waqi’ah secara berjamaah setiap hari maka tanpa disadari akhirnya kita hafal surat dimaksud. Membaca secara istiqamah atas surat dalam Alqur’an ternyata bisa membantu kita untuk bisa hafal atas surat Alqur’an dimaksud. Tanpa kegiatan membaca Surat Alwaqiah secara berjamaah setiap pagi nyaris tidak mungkin kita hafal. Apalagi pada usia yang tidak lagi bisa disebut muda.

Kita sungguh bersyukur bahwa pada usia yang tidak lagi muda kita bisa mendawamkan ngaji bareng. Kala kita sedang dalam puncak karir dan sangat sibuk, terkadang membaca Alqur’an adalah kelangkaan. Kita semua sibuk dengan urusan duniawi. Kita terus mengejar kepentingan duniawi. Kita terus bekerja dan bekerja seakan-akan kita akan terus hidup selamanya, sehingga urusan mati besuk nyaris tidak terpikirkan. Kita bisa beraktivitas dari satu daerah ke daerah lain, dari satu acara ke acara lain. Nyaris hidup ini dijejali dengan aktivitas dan aktivitas lainnya.

Untunglah di saat yang tepat kita memiliki kegiatan yang bisa menyeimbangkan antara yang duniawi dan yang ukhrawi. Bekerja yes, ngaji juga yes. Inilah hukum keseimbangan. Jadi jangan hanya mengedepankan bekerja dan jangan hanya mengedepankan yang lainnya. Antara ngaji dan bekerja adalah dua entitas yang berbeda tetapi bisa bertemu dalam kehidupan manusia. Rasanya berbahagialah dengan kemampuan untuk menyatukan dua aktivitas di dalam kehidupan dimaksud.

Dan yang juga penting bahwa dengan ngaji berjamaah tersebut juga tanpa didesain akhirnya bisa memperbaiki bacaan Alquran. Dengan terus menerus dibaca dalam tartil yang jelas, dalam makharijul khuruf yang baik dan dalam tajwid yang baik, maka secara tidak langsung juga terjadi proses pentradisian membaca Alqur’an yang benar. Sekarang jika saya dengarkan para jamaah membaca surat Al Waqi’ah maka dapat dipastikan bahwa bacaannya semakin baik dan semakin benar.

Kiranya tradisi membaca Alqur’an pada waktu ba’da shubuh harus dikembangkan agar menjadi tradisi. Kita semua meyakini bahwa membaca Alqur’an yang benar, maka dipastikan akan mendapatkan pahala. Dan yang paling menggembirakan bahwa Alqur’an diberi otoritas oleh Allah SWT untuk menjadi penyelamat yang di dalam tradisi Islam disebut sebagai syafaat. Alqur’an itu “syafi’an li ashhabihi”.

Wallahu a’lam bi al shawab.

 

 

 

 

Categories: Opini
Comment form currently closed..