• October 2019
    M T W T F S S
    « Sep    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

KEMBALI DALAM PENGABDIAN DOSEN (1)

KEMBALI DALAM PENGABDIAN DOSEN (1)
Tidak terasa bahwa telah lama saya berada di Jakarta, yaitu 6 (enam) tahun 8 (delapan) bulan. Semenjak tanggal 17 Januari 2012 sampai tanggal 31 Agustus 2018. Tidak terasa waktu berjalan sedemikian cepat. Sungguh sangat cepat rasanya waktu berjalan. Mungkin karena aktivitas yang sangat padat sehingga tanpa terasa waktu terus berjalan dari hari ke hari dan bulan ke bulan dan tahun ke tahun.
Hari Senin, 3 September 2018, saya menjejakkan kaki ke kampus yang dahulu pernah membesarkan saya. Saya teringat betapa tidak mudah mengembangkan karir di perguruan tinggi, IAIN dan Kini UIN Sunan Ampel. Hari-hari yang panjang pernah saya lalui. Mulai dari pengabdian sebagai Asisten Dosen Pak Drs. Bisri Afandi, MA yang kali itu menjadi dosen dan juga Pembantu Rektor I IAIN Sunan Ampel, sampai kemudian menjadi dosen PNS di Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel, tahun 1986.
Saya memang dipercaya oleh Pak Bisri –demikian saya memanggil Beliau—untuk menjadi asistennya, dan ketika Beliau mengambil program doctor di IAIN Sunan Kalijaga, Jogyakarta, maka sayalah yang sering diminta untuk menemukan disertasi di berbagai universitas, terutama tentang Ahmad Soorkati, yang menjadi tema disertasi Beliau. Tugas itu bisa saya emban dengan baik, sehingga Beliau bisa meraih doctor dalam bidang pemikiran Islam.
Jalan yang diberikan Allah tentunya sangat indah bagi saya. Sebab semenjak menjadi Calon PNS, saya sudah diamanahi sebagai Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) pada Fakultas Dakwah dan kemudian terus menjadi Ketua Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), berlanjut menjadi Sekretaris Koordinatorat Perguruan Tinggi Islam Swasta (Kopertais) se wilayah Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT. Jabatan yang bisa mengantarkan saya untuk bertemu dengan varian pimpinan Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (PTAIS) yang terdiri dari para kyai, ulama dan juga akademisi. Maklum bahwa banyak PTAIS yang didirikan oleh para Kyai di pesantren.
Dari sinilah kemudian jejaring dengan ulama, kyai dan cendekiawan itu terbangun. Dan tentu saya bersyukur atas pilihan Pak Prof. HM. Ridlwan Nasir yang telah memilih saya untuk jabatan ini. Berlanjut kemudian menjadi Pembantu Rentor II, Bidang Administrasi Umum, yang dari sini saya belajar banyak tentang bagaimana mengelola administrasi perguruan tinggi. Suatu hal yang kemudian sangat bermanfaat untuk memahami dunia administrasi khusus pendidikan tinggi maupun administrasi pada umumnya.
Berdasarkan pilihan one man one vote, saya terpilih menjadi rector IAIN Sunan Ampel, dan dilantik oleh Pak Maftuh M. Basuni, Menteri Agama RI, tanggal 8 Oktober 2009. Dan belum genap 1 (satu) periode, akhirnya saya diajak Pak Menteri Agama, Pak Dr.Hc. Suryadharma Ali ke Jakarta untuk menduduki jabatan sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Islam. Dan kemudian dilanjutkan menjadi Sekretaris Jenderal Kemenag. Saat itu, 11 April 2014, saya menempati pos sebagai Sekjen Kemenag hingga 31 Agustus 2018.
Makanya, tanggal 1 September 2018, saya secara resmi kembali ke UIN Sunan Ampel untuk mengabdikan diri sebagai ASN Kemenag yang berfungsi sebagai dosen atau Professor Sosiologi sebagaimana jabatan semula yang saya tinggalkan.
Saya merasa senang bisa kembali sebagai Guru Besar Sosiologi UIN Sunan Ampel. Bagaimanapun jabatan sebagai Professor merupakan jabatan yang sangat prestisius. Guru besar tentu memanggul tugas mulia untuk mengantarkan anak Indonesia agar siap untuk menghadapi masa depan, khususnya era milenial yang sangat prospektif. Jika kita bisa menghadapinya, maka dipastikan bahwa kita akan keluar sebagai pemenang, tetapi sebaliknya jika kita kalah, maka kita akan menjadi pecundang.
Oleh karena itu, tugas para dosen haruslah memberikan yang terbaik bagi para mahasiswa sebagai calon manusia Indonesia masa depan. Dan tugas itu adalah bagian dari tugas saya sebagai Professor yang sesungguhnya memanggul upaya untuk memperbaiki kualitas manusia Indonesia.
Wallahu a’lam bi al shawab.

Categories: Opini
Comment form currently closed..