• July 2026
    M T W T F S S
    « Jun    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

KYAI, SANTRI DAN POLITIK

Pendahuluan

Kyai dan tokoh pesantren sering kali menjadi lahan sasaran para politisi dalam membangun basis dukungan politik. Pada setiap Pemilihan Umum (Pemilu) maka suara kyai dan santri selalu diperebutkan bukan saja oleh partai-partai politik berbasis Islam saja melainkan juga partai-partai politik berbasis nasionalis. Dalam upaya meraup simpati dari kalangan Islam yang menjadi pengikut setia kyai, banyak partai politik yang menempatkan kyai dan tokoh pesatren pada jajaran pengurus partai dengan harapan dapat menjadi vote getter dalam pemilu.

Kecenderungan ini di satu sisi memperluas akses politik kalangan Islam. Sedikit banyak hal ini tentu juga memberikan perluasan pengaruh Islam pada berbagai kelompok politik, sebagaimana ditandai dengan munculnya sayap Islam dalam PDIP. Di sisi lain, situasi ini juga melahirkan fragmentasi politik yang unik di kalangan umat Islam sendiri, berupa terulangnya oportunisme politik di kalangan tokoh-tokoh politik Islam sebagaimana pengalaman era 1950-an. Pergulatan politik antar tokoh Islam sendiri memperlihatkan kuatnya oportunisme di kalangan politisi muslim. Perbedaan afiliasi politik menjadikan mereka nyaris tidak pernah satu suara dalam menyikapi berbagai persoalan politik.

(more..)

MENGEDEPANKAN NURANI DALAM PILPRES

Sebagai sebuah negara demokrasi, maka Pemilihan Presiden (pilpres) adalah suatu keniscayaan. Hampir semua negara di dunia yang mengembangkan sistem demokrasi, pastilah di dalamnya terdapat pemilihan umum (pemilu) dalam berbagai levelnya. Setiap pelaksanaan pemilu, maka hal yang selalu krusial adalah bagaimana menyelenggarakan kampanye damai namun dinamis dan tetap memiliki greget sebagai sebuah pesta demokrasi.

Kampanye merupakan ritual penting di dalam kehidupan politik. Sebagai sebuah ritual, setiap kampanye tentunya melibatkan pelaku, simbol, dan keyakinan yang kuat. Itulah sebabnya setiap kampanye pastilah terdapat simbol partai atau simbol calon yang akan berkompetisi, keyakinan bahwa calonnya yang akan menang dan juga seperangkat ide atau gagasan yang dijadikan sebagai conten kampanye.

(more..)