• October 2026
    M T W T F S S
    « Sep    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

DARI MUHAMMADIYAH UNTUK BANGSA

Saya sangat terkesan dengan iklan di televisi tentang Mu’tamar Muhammadiyah ke 46, yang akan diselenggarakan bulan depan, 3-5 Juli 2010 di Jogyakarta.  Temanya adalah “Dari Muhammadiyah untuk Bangsa.” Dari iklan layanan masyarakat yang dipersembahkan oleh Muhammadiyah tersebut,  maka sesungguhnya memiliki makna terdalam bahwa Muhammadiyah di dalam berbagai kiprahnya adalah untuk bangsa. Dan itu berarti bahwa apa yang dilakukannya  merupakan bagian dari usaha Muhammadiyah untuk membangun bangsa dan Negara Indonesia. (more..)

IJTIHAD KEBANGSAAN DAN NASIONALISME NU

Semasa Orde Lama, NU memperoleh label yang bermacam-macam. Misalnya NU dianggap menerapkan ijtihad politik akomodatif, NU mengembangkan ijtihad politik oportunis, NU melaksanakan ijtihad politik fragmatis dan sebagainya. Labeling ini diberikan kepada NU karena sikapnya yang mengikuti jejak langkah pemerintah Indonesia dalam kebijakan politik yang mengakomodasi semua kepentingan. Salah satu di antaranya adalah tentang nasionalisme, agama dan komunisme, yang kemudian disingkat Nasakom. (more..)

IJTIHAD POLITIK NU

Tentang NU menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas pada Mu’tamar NU di Pesantren Salafiyah Syafiiyah Situbondo, tahun 1984 tentu sudah banyak yang memahami. Apalagi peristiwa ijtihad politik NU ini mendominasi wacana politik di era 80-an hingga 90-an. Dan melalui penerimaan Pancasila sebagai asas bagi kebanyakan organisasi social, politik dan agama ini, maka NU telah menorehkan sejarah baru dalam percaturan politik kebangsaan di Indonesia. (more..)

NU DAN PILAR KEBANGSAAN

Di dalam acara audiensi yang dilakukan oleh pengurus PBNU dengan Presiden SBY, 02/06/2010, di Istana Negara, Dr. KH. Said Aqil Siraj, menyatakan bahwa NU selama ini menjadi penyangga empat pilar kebangsaan, yaitu NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Kebhinekaan (Republika, 03/06/2010).  Politik kebangsaan NU itu telah menjadi bagian penting dari sejarah panjang NU dalam relasinya dengan negara dan bangsa Indonesia. (more..)

MENJADIKAN PANCASILA SEBAGAI LIVING IDEOLOGY

Diskursus tentang kapan hari lahirnya Pancasila memang menjadi bahan perbincangan akhir-akhir ini. Hal itu tentu saja terkait dengan acara yang diselenggarakan oleh MPR RI untuk memperingati tanggal 1 Juni sebagai hari di mana Soekarno berpidato tentang pentingnya menjadikan Pancasila sebagai dasar negara. Di antara yang mendukung Pancasila dilahirkan tanggal 1 Juni 1945 adalah tentu saja keluarga besar Bung Karno, sementara  kelompok lain, yang direpresentasikan oleh AM Fatwa beranggapan lain, yaitu tanggal 22 Juni 1945 bersamaan dengan kesepakatan tentang Jakarta Charter. (more..)