Akhir-akhir ini, gerakan terorime ternyata masih terus membayangi kehidupan bernegara bangsa di Indonesia. Mungkin sudah banyak orang yang mengira bahwa terorisme sudah berakhir dengan terbunuhnya Noordin M Top dan tertangkapnya kaum teroris di Aceh beberapa saat yang lalu. Tetapi ternyata kaum teroris itu never die atau never ending. Mati satu tumbuh lainnya, patah tumbuh hilang berganti. Ketika yang satu mati, maka yang lainnya muncul menggantikannya. (more..)
Sebagai sebuah bangsa yang mengembangkan sikap hidup yang mengedepankan kerukunan, keharmonisan dan keselamatan, kita sungguh merasa heran, bahwa masih ada sebagian kecil dari “orang Indonesia” yang terus menerus akan melakukan teror di negeri ini. Ternyata masih ada sebagian kecil dari masyarakat kita yang ingin menjadikan Indonesia sebagai ajang terorisme. Dan lebih lanjut ingin membuat Indonesia sebagai tempat yang tidak aman. Kenyataan inilah yang harus membuat kita semua tetap waspada tentang kemungkinan terjadinya gerakan teror yang mengatasnamakan agama. (more..)
Di kalangan perguruan tinggi agama Islam (PTAI) di bawah Kementerian Agama, maka IAIN Sunan Ampel boleh sedikit berbangga sebab telah masuk peringkat World Class University (WCU) dalam bidang website yang dinilai oleh Webometrics. IAIN Sunan Ampel berada di dalam top 8000 Perguruan Tinggi di dunia. Meskipun peringkatnya belum sangat membanggakan, yaitu di peringkat 57 PT di Indonesia dan 7717 di level dunia, akan tetapi dengan masuk ke WCU versi Webometrics tentu sudah memberikan gambaran tentang peta kekuatan PTAI di dunia dan Indonesia. (more..)
Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden Republik Indonesia dalam suatu kesempatan membuka acara Forum Intelektual Indonesia yang dihadiri oleh para guru besar se Indonesia menyatakan: “di Indonesia secara diam-diam telah terjadi silent revolution, yaitu revolusi secara diam-diam di dalam dunia pendidikan. Revolusi pendidikan tersebut diindikatori lahirnya UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, PP No. 37 tahun 2009 tentang Dosen, PP No. 47 tentang Sertifikasi Guru dan Dosen dan naiknya Anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Melalui silent revolution itu, maka banyak perubahan yang terjadi pasca munculnya berbagai peraturan tersebut. Di antara yang menonjol adalah tentang sertifikasi dosen. Melalui program ini sebenarnya ada tiga hidden agenda pemerintah. Pertama, untuk memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para guru dan dosen agar memperoleh reward ekonomi yang cukup memadai. Melalui peraturan yang secara eksplisit mengharuskan guru dan dosen bersertifikat, maka dosen dan guru bisa memiliki status guru dan dosen profesional. Makanya dosen kemudian memperoleh penghargaan yang berupa tunjangan profesi, kehormatan dan tunjangan lainnya. (more..)
Prof. Dr. H. Nur Syam, MSi
Guru Besar Sosiologi IAIN Sunan Ampel
Pengantar
Secara historis NU memiliki kontribusi yang sangat besar dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Jika dirunut maka akan didapati bagaimana peran NU dalam kehidupan bernegara bangsa tersebut, meskipun secara akademis sering menjadikan NU dianggap sebagai organisasi yang akomodatif, fragmatis dan bahkan oportunis. (more..)