Akhir-akhir ini ada perdebatan menarik tentang kapan tanggal lahir Pancasila. Ada yang menyatakan tanggal I Juni adalah tanggal lahir Pancasila, dengan alasan pada tanggal itulah Soekarno menyatakan kata Pancasila sebagai rencana bagi dasar negara Indonesia kelak jika merdeka. Sementara iut, ada juga yang menyatakan bukan tanggal itu, yaitu ketika Jakarta Charter dideklarasikan. (more..)
Saya sesungguhnya tidak tega untuk menulis dengan tema seperti ini. Sebab bagaimanapun juga mereka yang melakukan kerusuhan social itu adalah bagian dari bangsa Indonesia. Di dalam kesehariannya dan dari lubuk hatinya yang paling mendalam pastilah mereka adalah orang yang mendambakan kedamaian dan keamanan. Akan tetapi karena factor social politik, maka mereka menjadi keras dan cenderung merusak. Cobalah simak beberapa kerusuhan yan terjadi akhir-akhir ini, pastilah penyebabnya karena ketidakpuasan politik atau ekonomi. (more..)
Di dalam salah satu sesi tanya jawab pada acara workshop FKUB yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri, 27/05/2010, maka ada pertanyaan menarik dari peserta yang menanyakan tentang apa peran FKUB dalam penyelesaian kasus Priok beberapa bulan yang lalu. Kenapa FKUB sama sekali tidak mengambil peran, padahal di situ terdapat persoalan relasi antara agama, masyarakat dan pemerintah. (more..)
Saya memperoleh kesempatan yang luar biasa ketika diminta oleh Kementerian Dalam Negeri untuk menjadi pembicara dalam acara pertemuan Forum Kerukunan Umat Beragama (27/05/2010). Sebenarnya tema workshop itu adalah “Peningkatan Kapasitas dan Peran FKUB dalam Menciptakan Pemilu Kada Bersih dan Terpilihnya Pimpinan Daerah yang Amanah”. Saya sendiri diberi kesempatan untuk membicarakan tentang “Perspektif HAM terhadap Kebebasan Beragama dan Pendirian Rumah Ibadah”. Acara ini dihadiri oleh semua Kakanwil Kementerian Agama se Indonesia dan peserta dari FKUB se Indonesia dan diselenggarakan di Hotel Sahid Jaya, Jakarta. (more..)
Saya kemarin diundang oleh Pengurus Yayasan Pendidikan NU dalam rangka launching Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAI NU) di Madiun. Acara ini dihadiri oleh segenap pengurus NU, baik Syuriah maupun Tanfidziyah NU Cabang Madiun dan juga seluruh Badan Otonom (Banom) NU Cabang Madiun. Selain itu juga hadir Bupati Madiun, H. Muhtarom dan segenap jajaran SKPD Kabupaten Madiun. Memang, pada akhir-akhir ini, mulai muncul dan berkembang institusi pendidikan yang didirikan oleh orang NU dengan melabelnya sebagai institusi pendidikan NU. Misalnya, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah NU Pacitan (SITNUPA) dan juga Sekolah Tinggi Agama Islam NU Madiun dan tentu juga yang lainnya. (more..)