• July 2026
    M T W T F S S
    « Jun    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

POLITIK TIDAK BERBASIS IDEOLOGI

Di dalam acara yang digelar oleh Aliansi Anak Muda NU, 17/07/2010, maka ada beberapa pertanyaan yang kiranya diperlukan pendalaman jawaban,  yaitu: bagaimana memperlakukan NU dalam relasinya dengan politik praktis? Apakah NU secara struktural harus terlibat padahal kenyataannya NU justru terpuruk? Terhadap pertanyaan ini, maka memang perlu ada orang NU yang  harus menjelaskan secara memadai tentang bagaimana sebaiknya bertindak di tengah keinginan berpolitik praktis yang demikian kuat di kalangan elit NU. Syahwat politik NU inilah yang kemudian sering menjebak NU dalam kubangan permasalahan yang tidak henti-hentinya. (more..)

KETIKA ANAK MUDA NU MEMBINCANG POLITIK

Ternyata saya harus mengakui bahwa di dalam kehidupan ini selalu ada kendala yang harus terjadi. Di antaranya adalah kendala jaringan yang saya alami kemarin. Seharian jaringan internet IAIN SA drop dan malam hari saya harus ke Marina Super Market, ternyata dua tempat yang biasanya internet mudah diakses juga sama-sama drop. Jadilah kemarin tulisan yang sudah saya siapkan terpaksa harus saya upload hari ini. Ini yang kedua selama setahun lebih sedikit perjalanan tulisan saya di blog.

Saya merasa sangat berbahagia karena diajak untuk berbincang-bincang dengan Anak-Anak Muda NU sidoarjo untuk membahas tentang “NU, Politik dan Masa Depan”. Perbincangan ini menjadi menarik,  sebab dewasa ini banyak pilkada yang melibatkan elit-elit NU di dalamnya. Sehingga pembicaraan tentang masa depan NU dalam kaitannya dengan persoalan politik akan sangat menentukan bagaimana anak-anak muda NU akan berkiprah di masa depan.

Perbincangan pada  16/07/2010 tersebut  melibatkan Drs. Ahmad Zaini, MSi, Redaktur Opini Jawa Pos dan dimoderatori oleh Drs. Listiyono, MA, Dosen Muda MKDU di  Universitas Airlangga. Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah aktivis NU di Kabupaten Sidoarjo. Akan tetapi yang banyak adalah anak-anak muda NU yang sedang berkiprah untuk menjadi aktivis di ranahnya masing-masing. (more..)

PEDAGANG TRADISIONAL DI TENGAH HIMPITAN GLOBALISASI

Jumat malam, 16/07/2010  di Hotel Shangri-La Surabaya dilaksanakan Dialog Ekonomi dengan tema Peningkatan Perdagangan Antar Provinsi. Dialog ini diselenggarakan terkait dengan peresmian “Pasar Induk Agrobisnis Puspa Agro” di Jl. Sawunggaling No 177-183 Taman Sidoarjo pada Sabtu pagi, 17/07/2010. Acara ini tentu menjadi penting di tengah keinginan untuk meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor perdagangan regional. Selama ini banyak orang hanya berpikir ekspor melupakan perdagangan antar propinsi atau antar pulau. Padahal kenyataannya bahwa perdagangan antarpulau justru lebih menguntungkan. (more..)

UNFORGETTABLE MOMENT WITH MANDIRI

Tahun ini, SNM-PTN dilaksanakan melalui kerjasama antara MRPTNI dengan Bank Mandiri. Oleh karena itu, maka ada beberapa acara yang dilaksanakan mengiringi kerjasama tersebut. Di antaranya adalah pengembangan program pendidikan kewirausahaan yang dikomandani oleh Prof. Dr. Rhenald Kasali. Diantara program kemitraan tersebut ialah penerbitan buku teks kewirausahaan dan sosialisasi program ini ke institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui program ini maka dunia pendidikan tinggi ditawari paket lain tentang pendidikan yang berbeda. Yaitu mengarahkan mahasiswa agar memiliki kemandirian untuk berwirausaha. (more..)

HAKIKAT REFORMASI BIROKRASI

HAKIKAT REFORMASI BIROKRASI

Ada satu hal yang menarik dari sambutan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) dalam acara Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNM-PTN) di Hotel Borobudur, Jakarta, 14/07/2010. Di dalam sambutannya, Mohammad Nuh menyatakan bahwa di dalam kegiatan reformasi birokrasi yang penting adalah bagaimana mereformasi struktur dan kinerja aparat di dalam pelayanan publik.

Semenjak reformasi  digulirkan oleh pemerintah, maka yang  paling sulit adalah reformasi birokrasi. Di dalam penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Nasional, bahwa persepsi masyarakat tentang reformasi birokrasi belum menggembirakan. Reformasi di bidang ekonomi baru dirasakan pengaruhnya sekitar 25%, di bidang politik sebesar 23% dan hanya di bidang sosial yang angkanya cukup menggembirakan, yaitu (more..)