Di hampir semua negara di Asia Tenggara sedang mengalami proses demokratisasi yang semakin berbanding lurus dengan demokrasi itu sendiri. Negara-negara Asia Tenggara memang telah mengalami masa panjang di dalam konsepsi demokrasi, akan tetapi tidak jarang memang bercorak fluktuatif. (more..)
Konsep kebangsaan sesungguhnya mengacu kepada satu kesatuan wilayah dan ideologis yang dimiliki oleh sekelompok orang dalam kurun waktu tertentu. Maka ketika menyebut bangsa Indonesia, maka berarti ada satu kesatuan wilayah dan ideologis dari sekelompok orang tersebut dalam (more..)
Sesungguhnya Islam memiliki konsep yang sangat bagus di dalam membangun relasi antar manusia, yaitu konsep ukhuwah basyariyah. Konsep ini mengacu kepada persaudaraan berbasis kemanusiaan. Basyar di dalam konsep generic disebut sebagai manusia. Sedangkan ukhuwah adalah persaudaraan. Maka dalam pengertian generic, ukhuwah basyariyah berarti persaudaraan kemanusiaan. (more..)
Hari ini, Selasa, 5 Oktober 2010, saya menjadi salah satu narasumber dalam seminar tentang kerukunan umat beragama di Universitas Hindu Indonesia, Denpasar, Bali. Yang menjadi nara sumber adalah Prof. Dr. Franz Magnis Suseno, Prof. Dr. Gunadha dan saya. Acara ini dirancang oleh Impulse Yogyakarta bekerja sama dengan IAIN Sunan Ampel dan Universitas Hindu Indonesia. Acara ini digelar setiap tahun, dan sebelumnya diselenggarakan di IAIN Sunan Ampel. (more..)
Kemarin, 3 Oktober 2010, di IAIN Sunan Ampel—tepatnya di Hall IAIN Sunan Ampel—dilaksanakan acara Temu Kangen dan Halal bil Halal oleh Warga Tuban yang berada di Surabaya, Malang dan beberapa kota lain. Acara ini memang diselenggarakan sebagai acara tahunan, utamanya setalah Hari Raya Idul Fitri.
Sebagai acara kangen-kangenan, maka acara ini menjadi ajang nostalgia antara sesama kawan di masa yang lalu. Hadir di dalam acara ini Pak Bambang Koesbandono, mantan Sekwilda Tuban, Bupati Magetan dan Madiun, Prof. Dr. Chanif Murtaji, Prof. Dr. Wahyudi, Pak Irawan, dan Pak Endro yang sekarang menjadi Direktur Masjid Al Akbar Surabaya.
Di antara yang sangat menarik dari pembicaraan nostalgia tersebut justru ketika saya disindir oleh salah seorang warga Tuban, yang menyatakan: “Prof, jika orang Islam membakar masjid itu nggak ramai, yang ramai itu kalau orang Islam membakar gereja”. Pernyataan ini tentu disampaikan bukan dalam makna yang sesungguhnya, akan tetapi sebagai satire atau sindiran tentang perilaku umat Islam yang berkecenderungan untuk menghancurkan kawannya sendiri, hanya karena berbeda keyakinan. (more..)