• May 2026
    M T W T F S S
    « Apr    
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

KEMANDIRIAN PENDIDIKAN TINGGI

Ada yang menarik dari ungkapan Menteri Pendidikan Nasional, Mohammad Nuh, di Jakarta beberapa hari yang lalu.  Perguruan Tinggi Negeri (PTN) hendaknya didorong untuk semakin mandiri dalam hal keuangan.  Namun  demikian, perolehan keuangan perguruan tinggi negeri diminta tidak mengandalkan dari biaya kuliah mahasiswa. Selanjutnya juga dinyatakan bahwa kucuran dana pendidikan nasional masih banyak yang terserap untuk pendidikan dasar.  Jika alokasi dana untuk pendidikan dasar selesai tahun 2011, maka berikutnya akan dialokasikan untuk pengembangan pendidikan tinggi (Kompas, 21/10/2010). (more..)

MINUTE OF MEETING OF GOVERNMENT OF INDONESIA AND IDB

Di kantor Kementerian Keuangan, 21 Oktober 2010 dilaksanakan acara Minute of Meeting Between Concerned Authorities of The Government of Indonesia and The Islamic Development Bank Appraisal Mission for The Reconstruction and Upgrading of the State University of Padang (UNP) and Development and  Quality Improvement of The State Institute of Islamic Studies (IAIN) Sunan Ampel Projects.

Hadir di dalam acara ini adalah  Abdurrahman Beddi, Manager Education Division (mission Leader),  Abdi Abdillahi, Education Economist, Louai Farouk Yousuf, Technical Cooperation Officer, Razak Ratne, Officer in-Charge (Regional Office in Kuala Lumpur), Makhlani, IDB Field Representative, Bacharuddin Efendi Sutrasno and Mohamad Haryadi Soetisno, IDB Consultants visited Indonesia during 14-22 October 2010.

Kemudian juga hadir  Dewo Broto Joko Putranto, Director of Multilateral Foreign Funding, Widjanarko, Acting Director, Directorate of Funds Ministry of Finance, Prof. Dr. Machasin, Director of Islamic Higher Education, MORA, Zainal Arifin, Deputy Director, Directorate for Multilateral Foreign Funding, Prof. Dr. Nur Syam, MSi, Rector of IAIN Sunan Ampel, Prof, Dr. Z. Mawardi Effendi, Rector of UNP, Dadang Sudiyarto, Deputy Director for Planning, Directorate General for Higher Education, MONE and the others.

Sebagaimana yang saya tulis kemarin,  bahwa acara wrap up meeting ini sungguh-sungguh menentukan terhadap rencana pengembangan pendidikan tinggi, khususnya IAIN Sunan Ampel dan UNP Padang. Pada acara inilah akan ditentukan bagaimana kelanjutan program pengembangan dua institusi pendidikan tinggi tersebut. Minute of Meeting merupakan forum kesepakatan antara IDB dan Pemerintah Indonesia tentang skema loan agreement.

Di dalam acara ini memang dibicarakan dengan sangat mendalam tentang draft hasil misi IDB di hadapan seluruh pejabat yang terlibat di dalam proses pelaksanaan program IDB. Draft ini tentu didasarkan atas appraisal mission yang dilakukan oleh IDB untuk IAIN Sunan Ampel dan UNP. Berdasarkan misi tersebut, maka dibuatlah draft yang kemudian ditindaklanjuti dengan penandatangan oleh para pihak.

IAIN Sunan Ampel memperoleh skema pembangunan dari IDB sebesar 42.00 $USD dengan rincian 35.00 $USD (83%) dan 7.00 $USD (17%). Dengan total pembangunan fisik seluas 33.680 M2, yang meliputi pembangunan 7 gedung baru, kemudian juga mensupport terhadap pembangunan infrastruktur, merenovasi 6 bangunan, dan memperbaiki kualitas dan relevansi tentang penguatan pendidikan tinggi melalui  peningkatan equipment, pengembangan kurikulum dan silabus PT.

Melalui program ini, maka selain akan didapatkan perubahan secara fisikal, dan juga penguatan seluruh laboratorium di seluruh program studi.  Oleh karena itu, maka ada tiga aspek yang dilakukan, yaitu Improving Acces of the University, Improving Quality and relevance  (kurikulum, training dan peralatan laboratorium), dan project management.

Program ini akan dilakukan selama empat tahun setelah project approval, yaitu Nopember 2010 dan jika tidak ada aral yang sangat mendasar program pembangunan akan dilaksanakan Mei 2011. Oleh karena itu, IAIN Sunan Ampel tentu harus mulai untuk menyiapkan diri untuk menyongsong program dimaksud.

Pembahasan draft ternyata memang tidak mudah, sebab membutuhkan waktu selama 4,5 jam. Acara yang dimulai jam 14.30 WIB ini kemudian berakhir jam 19.00 WIB. Namun demikian, yang paling membanggakan adalah ketika draft  tersebut disepakati dan kemudian ditandatangani.

Final draft untuk IAIN Sunan Ampel tersebut,  kemudian ditandatangani oleh Widjanarko, Acting Director, Directorate of Funds Ministry of Finance, Dewo Broto Joko Putranto, Director of Multilateral Foreign Funding, Abdurrahman Beddi, Manager Education Division, IDB, Prof. Dr. Machasin, Director of Islamic Higher Education, MORA, and Prof. Dr. Nur Syam, MSi, Rector of IAIN Sunan Ampel.

Dengan demikian penantian selama bertahun-tahun untuk memperoleh skema pengembangan program IDB telah berhasil dituntaskan. Jadi, pengembangan IAIN Sunan Ampel yang maju dan modern tinggal menunggu waktu. Semoga Allah meridloi apa yang akan kita lakukan.

Wallahu a’lam bi al shawab.

MENUNGGU WRAP UP MEETING

Kemarin, 20 Oktober 2010, saya,  Ahmad Zaini dan Kemal Reza, Kandidat Tim Project Management Unit (PMU) bertemu dengan pejabat Kementerian Agama Republik Indonesia, yang dihadiri oleh Prof. Dr. Machasin, Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Dr. Affandi Muchtar, Sekretaris Dirjen Pendidikan Islam,  Dr. Ahmad Jayadi, Kasubdit Kerjasama dan Andri Subandriyah, yang selama ini banyak membantu di dalam proses negosiasi dengan beberapa kementerian terkait. Sedangkan dari pihak Islamic Development Bank (IDB) hadir Dr. Beddi Abdurahman, Dr. Abdi Abdillahi, dan Dr. Loay Faruq serta Field Representatif IDB Indonesia, Dr. Makhlani.

Kami tentu merasa sangat berbahagia sebab dukungan dari Ministry of Religious Affairs  (MORA) ternyata sangat tinggi. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Prof. Machasin bahwa MORA sangat mendukung terhadap pengembangan pendidikan tinggi khususnya di bawah Kementerian Agama. Beliau menyatakan bahwa IDB memiliki peran penting di dalam proses pengembangan pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Bisa dilihat misalnya, bagaimana UIN Malang, UIN Yogyakarta, UIN Makasar, UIN Riau berkembang dengan sangat pesat karena bantuan program IDB. Di antara IAIN yang sudah mendapatkan sentuhan IDB adalah IAIN Aceh dan berikutnya IAIN Surabaya. Makanya, beliau menginginkan pernyataan yang tegas bagaimana pandangan IDB tentang pengembangan IAIN Sunan Ampel melalui skema program IDB.

Dr. Beddi kemudian menyatakan bahwa IDB memiliki konsern terhadap pengembangan perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi Islam. Dia menyatakan bahwa melalui skema program IDB,  maka beberapa perguruan tinggi Islam yang sudah didanai IDB ternyata berkembang sangat pesat. Dr. Beddi sangat mendukung terhadap pengembangan IAIN Sunan Ampel ke depan dengan berbagai perubahan fisik dan infrastrukturnya.

Kemudian, Dr. Abdi Abdillahi juga menyatakan bahwa IDB akan memenuhi terhadap keinginan perubahan fisik dan equipment yang diinginkan oleh IAIN Sunan Ampel. IDB akan membangun enam bangunan fisik IAIN, seperti twin tower, Fakultas Syariah, Fakultas Tarbiyah, Lab terpadu, sport center, dan renovasi terhadap gedung-gedung lama yang dianggap masih layak. Selain itu juga akan memenuhi terhadap kebutuhan equipment yang dibutuhkan. IAIN Sunan Ampel diharapkan menjadi center of excellence dalam bidang ekonomi syariah. Sebab dewasa ini ada tuntutan yang besar agar pengembangan ekonomi syariah dipacu dengan semangat yang tinggi. Diharapkan bahwa IAIN bisa terlibat di dalam proses social development , sehingga masyarakat akan merasakan manfaat kehadiran IDB di dalam program pengembangan pendidikan tinggi.

Dr. Abdi juga responsive terhadap tim pengelola IDB. Dia memuji bahwa tim IDB IAIN sangat solid dan berkemauan keras untuk menyukseskan program IDB. Dia juga menyatakan bahwa tempat yang direncanakan untuk kantor PMU juga sangat bagus dan memadai. Makanya, dia akan support secara memadai tentang pengembangan IAIN Sunan Ampel ke depan.

Selain itu Tim Appraisal IDB juga sangat senang dengan dukungan dari kementerian Agama, sebagaimana diungkapkan oleh Prof. Machasin dan juga Dr. Afandi Muchtar. Baginnya, dukungan kementeran sangat penting dalam kerangka untuk mensuksekan pembangunan melalui skema program IDB. Dr. Affandi juga menyatakan bahwa untuk kepentingan pelaksanaan proyek, maka kementerian agama akan mengalokasikan anggaran khusus untuk monitoring dan evaluasi program kerjasama dengan funding luar negeri. Melalui kegiatan monev yang memadai bahwa permasalahan yang akan timbul akan bisa dideteksi lebih awal.

Hari ini, kita akan melakukan wrap up meeting di Kementerian Keuangan yang akan menentukan pelaksanaan program pengembangan IAIN Sunan Ampel. Oleh karena itu, sudah selayaknya jika kita berharap sambil berdoa agar semuanya lancar di dalam pembahasan wrap up meeting tersebut.

 Sungguh jika IAIN Sunan Ampel dapat memperoleh skema program IDB,  maka kita akan bisa memotong sebanyak 65 tahun bagi pengembangan IAIN Sunan Ampel. Hal itu saya nyatakan di depan tim IDB dan Dr. Makhlani sangat memahami mengenai hal ini. Makanya, pasca rapat di Kementerian Agama, Dr. Makhlani juga menyatakan bahwa melalui skema program IDB ke IAIN Sunan Ampel, maka akan terjadi percepatan pengembangan.

Wallahu a’lam bi al shawab.

MISI IDB APPRAISAL DI IAIN SUNAN AMPEL

Saya sungguh bersyukur ke hadirat Allah swt, bahwa Misi Appraisal IDB bisa dituntaskan dalam waktu dua hari, Senin sampai Selasa, 18-19 Oktober 2010. Melalui appraisal ini tentu harapan kita untuk memperoleh loan dari Islamic Development Bank (IDB) akan semakin mendekati kenyataan.

Bisa dibayangkan bahwa kami menyiapkan proposal tersebut semenjak empat tahun yang lalu. Dan kemudian di tahun 2008 kami dimasukkan ke dalam Blue Book oleh Bappenas. Dan kemudian harus direvisi terus menerus untuk menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang disesuaikan dengan keinginan IDB. Maka proposal yang kami sampaikan di awal tersebut sama sekali berubah pada tahun-tahun berikutnya. Kemudian juga harus melewati perubahan Blue Book pada tahun 2009 yang disebabkan ada skema perubahan pada format dan content proposal tersebut.

Itulah sebabnya melalui kunjungan appraisal ini tentunya kita bisa bernapas lega, sebab tahapan kedua di dalam menggapai percepatan perubahan tersebut bisa dilaksanakan. Kita tentu masih akan menunggu hasil wrap up meeting yang akan dilaksanakan hari Kamis mendatang di kementerian keuangan dan kemudian banyak lagi tahapan yang kami tidak bisa menyebutkannya.

Sebagaimana sering saya ungkapkan bahwa untuk mengejar ketertinggalan pengembangan fisik dan capacity building, maka tidak ada jalan lain yang patut ditempuh kecuali melakukan percepatan melalui skema loan dari IDB. Bisa dibayangkan bahwa untuk membangun satu gedung yang bernilai 12 milyar rupiah, kita harus membangunnya sampai tiga tahun. Bukan waktu yang pendek tentu saja. Makanya melalui skema loan IDB ini maka kita berharap bahwa pengembangan IAIN Sunan Ampel jauh akan lebih cepat.

Melalui skema bantuan senilai 41 juta USD lebih, maka percepatan pembangunan fisik IAIN Sunan Ampel akan bisa dilaksanakan. Maka Twin Tower dengan huruf capital di depan pasti akan bisa dilaksanakan. Dan hal ini akan menjadi ikon baru bagi IAIN Sunan Ampel. Bukankah belum ada satu PTAIN di Indonesia yang memiliki bangunan Twin Tower tersebut.

Melalui konsep masing-masing tower tersebut berlantai Sembilan, maka dua lantai berarti 9 dan 9. Jika disatukan akan membentuk angka 99 yang berarti asmaul husna. Sebuah konsep Asma Allah yang agung. Tentu tidak hanya aspek ini yang penting akan tetapi yang mendasar adalah bagaimana kemudian gedung tersebut akan bisa dijadikan sebagai pusat pembelajaran yang ekselen.

Saya memiliki keyakinan bahwa melalui skema loan IDB ini, maka pengembangan IAIN Sunan Ampel ke depan akan menjadi semakin baik.

Wallahu a’lam bi al shawab.

MEMBANGUN JEJARING UNTUK PENGEMBANGAN INSTITUSI

Saya  benar-benar merasakan bahwa melalui pengembangan jejaring yang memadai, maka pengembangan institusi akan dapat dilakukan secara maksimal. Menurut para ahli ilmu social, bahwa  dunia ini memang dibangun di atas jaringan. Siapapun yang memiliki jaringan yang sangat baik, maka dialah yang akan membangun dunia ini. (more..)