KUNJUNGAN KE UNIVERSITAS DI MAROKO
Salah satu agenda Menteri Agama RI, Dr. Suryadharma Ali ke Maroko adalah kunjungan ke universitas. Kunjungan tersebut dilakukan di Universitas Darul Hadits dan Universitas Ibn Tufail. Di dua tempat ini menteri Agama bertemu muka dengan pimpinan universitas.
Dengan dua universitas ini sesungguhnya Pemerintah Indonesia sudah menyelenggarakan kerja sama. Di antara kerja sama tersebut adalah pengiriman mahasiswa Indonesia ke universitas ini. Dilihat dari jumlahnya memang belum banyak. Di universitas Darul Hadits ada sebanyak lima mahasiswa khususnya Strata dua dan strata tiga, sedangkan di universitas Ibnu Tufail ada sebanyak 40 mahasiswa khususnya strata satu.
Di antara mereka ini ada yang dibiayai oleh bantuan beasiswa dari perguruan tinggi tersebut dan ada yang merupakan bantuan dari Pemerintah Indonesia, khususnya kementerian agama. Keberadaan mereka untuk mengkaji ilmu agama secara akademis tentunya harus diapresiasi. Sebab kenyataannya bahwa pengkajian ilmu agama sangat diperlukan bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.
Darul Hadits adalah sebuah universitas yang didirikan oleh Raja Muhammad V dan merupakan perguruan tinggi yang konsentrasi pembelajarannya pada program studi ilmu keislaman. Makanya program studi yang sangat menonjol adalah program studi yang menghasilkan sarjana ilmu keislaman. Jadi, universitas ini memang didirikan untuk menjadi Center of excellence dalam bidang kajian keislaman. Ilmu keislaman yang dikembangkan adalah ilmu tafsir, ilmu Hadits, ilmu fiqh, pendidikan Islam dan bahasa Arab. Namun demikian juga mengembangkan ilmu sosial dan humaniora, misalnya dalam program yang dikembangkan oleh fakultas adab dan humaniora. Yang sangat menonjol dalam fakultas adab dan humaniora adalah program studi bahasa Arab. Pada program ini, kebanyakan mahasiswa Indonesia mengambil subjek kajiannya.
Sebagaimana yang dinyatakan oleh rektor universitas Darul Hadits, bahwa salah satu kelemahan dari calon mahasiswa Indonesia adalah kemampuan bahasa Arab tinggi dan juga bahasa Inggris. Padahal bahasa Arab menjadi kewajiban bagi para mahasiswa untuk menguasainya. Untuk kepentingan ini maka dengan sangat terpaksa universitas harus menyelenggarakan matrikulasi agar nanti mahasiswa yang kuliah di Universitas Darul Hadits akan dapat mengejar ketertinggalannya.
Di dalam hal ini, maka Menteri Agama, Dr. Suryadharma Ali menyatakan bahwa ke depan kementerian agama akan melakukan seleksi yang lebih ketat untuk proses rekruitmen calon mahasiswa yang akan belajar ke universitas Darul Hadits. Di dalam kesempatan ini, menteri juga menyatakan bahwa Indonesia sangat beruntung bisa bekerjasama dengan universitas Darul Hadits. Diharapkan bahwa dengan belajar ilmu agama di universitas ini akan menghasilkan ahli agama yang mumpuni dan juga tetap berada di dalam kerangka Islam yang moderat atau Islam yang berada di dalam konteks ahli sunah waljamaah.
Sedangkan kerjasama dengan universitas ibn Tufail ternyata jauh lebih maju. Sebab di perguruan tinggi ini sudah terdapat sebanyak kurang lebih 40 mahasiswa Indonesia yang mengambil pembelajaran di sini. Mereka yang belajar tersebut adalah mahasiswa yang lolos rekruitmen secara selektif. Di antara mereka terdapat mahasiswa STAINU Jakarta yang merupakan rombongan pertama untuk belajar di Universitas Ibn Tufail secara organisatoris. Mereka direkrut dari pesantren dan kemudian kuliah di STAINU Jakarta lalu melalui kerjasama antara PBNU dengan universitas Ibn Tufail, maka mereka dikirim ke perguruan tinggi ini. Meskipun perguruan tinggi ini juga menyelenggarakan program studi “umum” namun para mahasiswa ini berkonsentrasi pada program studi ilmu keislaman. Dan yang dipilih kebanyakan adalah program studi bahasa Arab.
Di dalam sambutannya Menteri Agama menyatakan bahwa tahun depan, kementerian agama akan mengirimkan sebanyak 10 orang dosen untuk program strata dua dan sebanyak lima orang untuk program strata satu. Mereka akan belajar khususnya program studi Islamic studies yang sesungguhnya menjadi bagian penting bagi pengembangan program studi Islamic studies di Indonesia.
Melalui kerja sama ini, maka diharapkan bahwa pengembangan Islamic studies di Indonesia akan semakin baik dan bermanfaat. Dengan demikian kerja sama dalam bentuk apapun sesungguhnya akan memiliki impak yang memadai bagi pengembangan dan penguatan institusi pendidikan tinggi Islam.
Wallahu alam bilshawab.
GURU DAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
Sebuah pertemuan menarik dilaksanakan di kantor Wakil Presiden Republik Indonesia, bersama Komite Pendidikan Nasional, Rabo, 23 Januari 2013. Pertemuan ini menarik karena dihadiri oleh Wapres, Prof. Dr. Boediono, menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, menteri Agama, Suryadharma Ali, Menteri Pemuda dan Olah raga, Roy Suryo, ketua UKP4, Kuntoro dan para pejabat eselon I dari beberapa kementerian.
Pertemuan ini menarik tentu saja karena membahas isu terakhir terkait dengan perubahan kurikulum 2013. Pertemuan untuk membahas tentang kurikulum selalu menarik sebab selalu terjadi perdebatan yang hangat tentang bagaimana implementasi kurikulum ini di tahun 2013. Adakah kemungkinan kurikulum ini diberlakukan tahun ini atau harus tahun Depan. Perbincangan itu tentu terkait dengan kesiapan anggaran pada tahun berjalan, sebab anggaran tahun ini tentu saja sudah direncanakan setahun sebelumnya sebagai konsekuensi anggaran berbasis kinerja.
Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Wapres ini menjadi menarik sebab membahas Tentang isu bagi bangsa Indonesia ke Depan terutama terkait dengan pendidikan yang tetap dianggap sebagai instrumen penting dan esensial bagi pengembangan manusia Indonesia di dalam menghadapi globalisasi dan juga tahun emas Indonesia tahun 2045.
Isu anggaran tentu saja sudah merupakan isu klasik di dalam konteks pembangunannya nasional. Anggaran selalu menjadi hambatan bagi pengembangan program. Selalu saja bahwa untuk melakukan perubahan yang mendesak pastilah terhambat karena program harus didukung oleh anggaran yang cukup, sementara anggaran sudah sulit diubah karena sesuatu dan lain hal.
Makanya, perjalanan perubahan kurikulum 2013 juga tampak tertatih-tatih terkait dengan penganggarannya. Biaya perubahan kurikulum ini tentu tidak sedikit sebab terkait dengan anggaran untuk penggandaan buku bagi seluruh siswa dari SD/MI sampai SMA/MA. Secara khusus kementerian agama tentu mengalami kesulitan yang lebih besar sebab ketersediaan anggaran yang sangat terbatas. Tentu berbeda dengan kementerian pendidikan dan kebudayaan yang memiliki anggaran cukup, baik anggaran kementerian sendiri maupun anggaran DAU dan DAK yang sudah digulirkan di daerah-daerah. Karena itu Mendikbud sangat optimis bahwa kurikulum 2013 akan bisa dilaksanakan meskipun akan mengalami kesulitan yang cukup berarti. Misalnya kendala revisi anggaran yang biasanya juga memakan waktu yang tidak pendek.
Tetapi problem yang tidak kalah penting adalah mengenai guru. Semua masih sependapat bahwa kunci keberhasilan pendidikan terletak pada kualitas guru dan profesionalitas guru. D negara manapun, meskipun teknologi sudah menjadi bagian tidak terpisahkan bagi dunia pendidikan, akan tetapi peran guru di dalam proses pembelajaran tetaplah menjadi kata kunci sukses pendidikan.
Makanya di dalam diskusi di Komite Pendidikan Nasional ini, juga mempertanyakan bagaimana penyiapan guru di dalam menghadapi perubahan kurikulum ini. Apakah guru sudah siap menghadapi perubahan kurikulum. Jangan sampai kurikulumnya berubah tetapi mindset guru tidak berubah. Sama saja antara kurikulum yang sebelumnya dengan kurikulum yang baru. Karena menyangkut perubahan mindset guru, maka tentunya harus disiapkan secara memadai tentang kesiapan guru ini.
Guru tidak boleh berubah di dalam fungsinya sebagai transformer ilmu dan pamong bagi para siswa. Selain itu juga contoh di dalam kehidupan masyarakat. Sebagai transformer ilmu pengetahuan maka di dalam dirinya harus ada mindset untuk melakukan yang terbaik bagi profesinya sebagai guru dan sebagai pamong maka dia akan membimbing ara siswanya di dalam proses pencarian kebenaran yang berbasis pada ilmu pengetahuan. Demikian pula guru adalah contoh bagi para siswa di dalam karakter dan tindakan. Di dalam konteks Jawa, guru disebut kependekan dari kata digugu lan ditiru atau yang diikuti kata-katanya dan diikuti tindakannya.
Guru merupakan Garda Depan bagi proses pembelajaran dan pendidikan. Dialah yang akan menentukan apakah pendidikan Indonesia berhasil atau tidak. Sebagai Garda Depan, sesungguhnya para guru telah memperoleh penghargaan sebagai guru profesional, yaitu guru yang telah memperoleh pengakuan sebagai pekerja profesional, sebagaimana dokter, ahli teknik, ahli hukum dan sebagainya. Sebagai pekerja profesional yang diakui oleh undang-undang, maka status guru tentu sangat dihormati. Tidak hanya dari segi pendapatannya, akan tetapi juga dari sisi penghargaan yang layak. Jika dulu para guru disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa disebabkan oleh kurangnya penghargaan terhadapnya, maka sekarang tentu tidak bisa lagi disebut dengan sebutan tersebut.
Kurikulum bagaimanapun baiknya tentu masih sangat tergantung kepada para guru. Oleh karena itu perubahan mindset para guru tentu menjadi sangat penting sebagai prasyarat keberhasilan implementasi kurikulum. Dengan demikian, keberhasilan penerapan kurikulum 2013 juga sangat tergantung kepada perubahan mindset para guru di dalam mendidik para siswa.
Kurikulum sebagai dokumen adalah variabel instrumen keberhasilan pendidikan. Akan tetapi yang menjadi variabel substansialnya adalah para guru. Instrumen musik adalah kumpulan bunyi-bunyian yang akan bisa dinikmati dengan menyenangkan jika dimainkan oleh para pemain musik profesional. Jadi pemain musik yang ahlilah yang akan menentukan apakah sebuah sajian instrumen musik bisa dinikmati atau tidak. Demikian pula guru yang berkualitas lah yang akan menentukan apakah pendidikan akan bisa menjadi wahana bagi pengembangan kapasitas manusia atau tidak.
Dengan demikian, pelatihan yang dikemas untuk mengembangkan profesionalitas guru adalah jalan terbaik agar kurikulum 2013 akan bisa mengantarkan anak Indonesia ke Depan lebih baik atau tidak. Jadi, fungsi guru di dalam diskusi apapun tentang peningkatan pendidikan tetaplah menempati posisi yang sangat penting.
Tanpa guru yang baik dan berkualitas rasanya jangan pernah bermimpi bahwa pendidikan Indonesia akan naik peringkat di dalam ranking kualitas pendidikan di dunia.
Wallahu a’lam bialshawab.
MUHAMMAD SAW DAN PENDIDIKAN
Hari ini, 24 Januari 2013 adalah hari peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tentu bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul awal, yang di dalam kalender Jawa dan konsepsi orang Jawa disebut sebagai bulan mulud. Tentu saja dikaitkan dengan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Semoga shalawat dan salam selalu terlimpahkan kepada kunjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarganya dan sahabatnya dan juga umat Islam seluruh dunia.
Setiap Allah menurunkan rasulnya, tentu dimaksudkan untuk membangun masyarakat yang beradab. Di dalam sejarah, selalu ditulis bahwa kala Rasulullah Muhammad SAW diturunkan di tanah Arab, maka keadaan masyarakatnya disebut sebagai masyarakat jahiliyah atau masyarakat yang tidak beradab. Masyarakat tidak beradab tentu saja tidak selalu dikaitkan dengan keadaan masyarakat dengan budaya rendah, akan tetapi lebih baik dikaitkan dengan keberagamaan dan tindakan mereka yang menyalahi aturan-aturan agama yang hanif dan dipercaya di lokus tersebut.
Masyarakat Arab adalah masyarakat kesukuan yang masing-masing merasa paling mulia dan berkuasa. Makanya banyak peperangan antar suku yang tentu bisa berakibat negatif bagi suku yang menang maupun yang kalah. Makanya banyak sekali terjadi peperangan antar suku yang disebabkan oleh perebutan sumber daya manusia maupun perebutan sumber daya alam dan lingkungan.
Kehadiran Nabi Muhammad SAW., merupakan jawaban Allah atas masalah konflik dan suasana khas di wilayah tersebut. Nabi Muhammad saw diturunkan untuk membangun tatanan sosial yang baik berbasis pada aturan agama yang diyakini kebenarannya. Nabi Muhammad SAW lahir bertepatan dengan berbagai macam suasana konfliktual yang terjadi antar suku suku di wilayah tersebut.
Sebagaimana suku yang hidup secara nomaden dalam banyak hal, maka sumber daya alam, yang berupa buah-buahan, hewan ternak dan air tentu sangat penting. Makanya kebanyakan konflik juga dipicu oleh perebutan sumber daya seperti ini. Selain itu juga kecenderungan untuk merasa saling menguasai. Pernah terjadi misalnya akan terjadi peperangan hanya disebabkan oleh persoalan siapa yang harus menaruh kembali kain penutup Kakbah sebab mereka masing- masing merasa yang paling berkuasa. Oleh Nabi Muhammad SAW kemudian dilakukan tindakan yang sangat Arif dan bijaksana, bahwa semua kepala suku harus memegang kain tersebut sehingga masing-masing merasa memiliki dan berkontribusi.
Kehadiran Nabi selalu dikaitkan dengan masyarakat berkeadaban. Masyarakat beradab tentu adalah masyarakat yang di dalam dirinya terdapat tiga sikap mendasar, yaitu masyarakat yang berteologis, masyarakat yang menjunjung nilai kemanusiaan dan masyarakat yang menghargai alam lingkungannya. Tuhan, manusia dan alam menjadi fokus perlakuan yang seimbang. Nabi Muhammad mengajarkan Hablum minallah, hablum minan Nas dan Hablum minal alam. Membangun relasi yang seimbang di antara ketiganya adalah keharusan bagi setiap muslim.
Agar menjadi masyarakat yang beradab, maka pendidikan menjadi sangat penting. Ada banyak petunjuk tentang bagaimana Nabi Muhammad SAW mengapresiasi terhadap pendidikan. Ungkapan bahwa mencari ilmu adalah kewajiban bagi kaum muslimin adalah kata kunci tentang bagaimana Nabi Muhammad SAW memberikan tekanannya terhadap pentingnya pendidikan. Ada kesadaran sepenuhnya bahwa membangun manusia tentu harus dimulai dengan pendidikan. Untuk kepentingan dokumentasi, maka Nabi juga menunjuk staf khusus yang mencatat terhadap hal penting di dalam kehidupannya. Bahkan hutang harus dicatat dengan catatan yang rapi. Menulis dan membaca adalah produk pendidikan.
Cobalah dinalar, bagaimana Nabi yang dianggap sebagai tidak bisa membaca dan menulis akan tetapi menganjurkan agar umat Islam mencari ilmu bahkan ke negeri Cina sekalipun. Bagaimana Nabi menganjurkan umat Islam belajar ke negeri Cina. Tentu saja dipandu oleh
Pandangan mata batinnya bahwa negeri Cina kala itu sudah sangat maju dalam pendidikan. Banyak ahli filsafat dan ahli ilmu pengetahuan di Cina, sehingga pantas jika menjadi kiblat dunia pendidikan.
Kemajuan Islam yang luar biasa melalui pendidikan saja yang akhirnya tercatat di dalam sejarah. Semua itu tentu diilhami oleh semangat pendidikan yang dicanangkan oleh Nabi Muhammad SAW. Tanpa inspirasi yang datang dari Nabi Muhammad baik di dalam hadits maupun yang tertera di dalam AL Quran, maka umat Islam bergerak dengan kekuatan luar biasa untuk meraih prestasi pendidikan.
Gerakan pendidikan yang dilakukan oleh para kholifah dan bijak bestari di zaman pertengahan, yang menghasilkan orang besar di berbagai bidang ilmu pengetahuan adalah inspirasi yang diperoleh dari membaca sejarah Nabi Muhammad dan berbagai warisan ilmu pengetahuan yang ditinggalkannya. Kitab suci Al Quran adalah sumber inspirasi yang luar biasa agar orang terus mencari dan menemukan sesuatu yang baru di dalam ilmu pengetahuan.
Gerakan ilmu pengetahuan yang dimulai dengan penulisan kitab suci AL Quran pada zaman kholifah Usman bin Affan adalah gerakan literasi yang berpengaruh luar biasa. Bagaimana dengan penulisan AL Quran maka otentisitas AL Quran bisa terjaga hingga sekarang. Nyaris tidak ada perdebatan tentang otentisitas AL Quran karena gerakan literasi oleh kholifah Usman bin Affan untuk menuliskan al Quran tersebut. Maka penulisan AL Quran sesungguhnya menandai gerakan literasi yang dibangun untuk membangun kejayaan Islam.
Dari peristiwanya itu, maka kemudian muncullah banyak ulama yang menjadikan AL Quran sebagai sumber inspirasi untuk menggali ilmu pengetahuan. Lahirlah berbagai ilmuwan yang mumpuni dalam bidangnya. Ada yang ahli fisika, kimia, biologi, kedokteran, filsafat, astronomi, dan tentu ahli agama. Semua menggambarkan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan tidak melepaskan baju agamanya. Bahkan agama menjadi inspirasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Kita tentu bergembira bahwa sekarang sedang terdapat gerakan integrasi ilmu. Di berbagai PTAIN sedang semarak pengembangan ilmu pengetahuan yang berdialog dengan agama. Masa pertentangan antara agama dan ilmu pengetahuan telah ditinggalkannya. Mereka mengembangkan proyek integrasi ilmu, yaitu ilmu dan agama saling berdialog dalam konteks akademis. Di dalam hal ini, maka teks suci yang berasal dari wahyu tidak dipertentangkan dengan ilmu yang observable dan empiris. Jadi konsep AL Quran atau sabda Nabi Muhammad saw dijadikan sebagai sumber inspirasi untuk menggali ilmu pengetahuan.
Melalui ragam kajian yang mempertemukan antara agama dan ilmu pengetahuan, maka akan dihasilkan ilmu pengetahuan yang khas atau ilmu pengetahuan profetik, yaitu ilmu pengetahuan yang memiliki relevansi dengan perbaikan atau perubahan masyarakat yang lebih baik.
Dengan demikian, memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW berarti menggali inspirasi tentang bagaimana peran dan fungsi nabi Muhammad SAW sebagai sumber inspirasi di dalam proses pendidikan. Nabi Muhammad SAW tidak sekedar mengajarkan tentang agama dalam konteks keakheratan, akan tetapi juga mengajarkan bagaimana mendidik dan mengembangkan SDM dari program pendidikan itu.
Wallahu a’lam bialshawab.
INDONESIA ADALAH NEGARA BESAR
Dalam kunjungan saya ke negara Eropa, saya kira yang sangat menarik adalah keberadaan arsitektur kuno sebagai karya adiluhung bangsa Eropa terutama pada akhir abad 19 atau awal abad ke 20. Karya tersebut tersaji di beberapa negara Eropa yang sempat saya kunjungi, yaitu inggris, Belanda, Perancis dan Spanyol. Negara ini adalah negara-negara yang menjadi kaya karena kolonisasi yang dilakukannya pada zaman penjajahan. Dalam salah satu tulisan saya kemarin saya sampaikan bahwa ada korelasi antara kolonisasi, kesejahteraan masyarakat dan keunggulan arsitektur bangunan di beberapa negara Eropa.
Negara dengan empat musim ini memang menarik. Salah satunya adalah turunnya hujan salju yang membuat putih semua yang ada di bumi. Mulai dari tetumbuhan, sampai bangunan dan jalan raya. Semuanya menjadi memutih seperti rona rambut orang yang sudah tua.
Pada waktu pagi ketika saya akan melakukan perjalanan ke Spanyol, maka terjadi hujan salju yang deras. Begitu derasnya, maka rintik-rintik salju itu kelihatan sangat jelas. Dan begitu senangnya, akan turun salju itu, maka Ratna sampai melompat-lompat di tengah hujan salju itu. Datang di eropa pada musim dingin memang menyedihkan tetapi juga menyenangkan. Sebab bisa melihat langsung bagaimana hujan salju.
Memang harus diakui bahwa negara-negara Eropa adalah negara moderen, dengan kekuatan SDM dan teknologi canggih. SDM-nya memang telah berkembang jauh sebelum negara-negara lain mengembangkan SDM. Makanya, negara Eropa telah mengalami masa kejayaan jauh sebelum negara lain berkembang.
Melalui SDM yang kuat itu dan didukung oleh teknologi yang kuat maka mereka melakukan berbagai macam penguasaan atas negara lain terutama waktu era kolonisasi di akhir abad ke 19 hingga pertengahan abad ke 20. Melalui kekuatan SDM dan teknologi tersebut, maka mereka mengeruk keuntungan dari monopoli perdagangan di negara-negara sumber potensi perdagangan.
Sesungguhnya mereka menjadi kaya dan sejahtera bukan karena sumber daya alam dan potensi alamnya, akan tetapi karena potensi SDM dan kekuatan teknologinya. Itulah sebabnya di dalam banyak hal diketahui bahwa sumber daya alam tidak menjadi variabel dominan bagi kesejahteraan rakyat. Akan tetapi yang dominan adalah kekuatan SDM dan teknologi. Makanya, ketika negara seperti Indonesia belum sejahtera, maka yang dipersoalkan adalah kekuatan SDM dan teknologinya.
Tetapi prediksi para ahli, bahwa Indonesia akan menjadi negara besar bukanlah sekedar isapan jempol. Sekarang Indonesia telah menjadi bagian dari G20, Artinya telah menjadi negara kelompok 20. Diprediksi bahwa Indonesia akan menjadi negara kelompok 10 tahun 2035. Bahkan survey McKinsey menyebutkan pada urutan ke 7. Pada tahun 2030 Indonesia akan memiliki sekurang-kurangnya 113 juta penduduk dengan kemampuan profesional yang sangat memadai. Mereka adalah penduduk usia muda yang akan menguntungkan Indonesia di waktu yang akan datang.
Indonesia adalah negara besar. Luas pantainya terpanjang di dunia, jumlah pulaunya terbesar di dunia, jumlah penduduk nomor 4 di dunia, bahasa dan sukunya juga terbesar di dunia, serta potensi berbagai sumber daya alamnya juga terbesar di dunia. Hal ini semua mengindikasikan bahwa negara Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara besar di dunia.
Problemnya adalah pada kekuatan SDM yang andal. Memang dibutuhkan SDM yang kuat untuk mendukung potensi SDA yang melimpah ini. Potensi SDA tidak akan menjadi kekuatan potensial jika tidak dikelola secara memadai. Oleh karena itu, berbagai macam usaha untuk mencetak generasi profesional ke Depan tentu tidak bisa diabaikan begitu saja.
Untuk mencetak tenaga muda profesional di masa Depan, maka pendidikan menjadi mutlak untuk dikembangkan. Oleh karena itu, maka penguatan pendidikan menjadi keniscayaan di negeri yang berpotensi menjadi negara besar di dunia ini. Pemerintah memang telah mencanangkan pendidikan sebagai prioritas pembangunannya. Artinya bahwa Pemerintah menyadari secara serius bahwa pendidikan harus ditingkatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk menjawab hal tersebut, maka Pemerintah telah mencanangkan pendidikan menengah universal 12 tahun sebagai jawaban akan pentingnya SDM yang andal bagi proses pencapaian kesejahteraan masyarakat. Kemudian di level pendidikan tinggi juga dikembangkan akademi komunitas untuk mencetak generasi tenaga kerja yang profesional. Melalui akademi komunitas ini, maka mereka yang ingin cepat bekerja, maka mereka telah disiapkan oleh lembaga pendidikan tinggi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tentang tenaga kerja profesional.
Bisa dibayangkan bahwa melalui SDA yang melimpah, seperti bahan-bahan tambang, bahan galian, laut dengan pantainya, pertanian, perkebunan dan sumber daya alam lain yang tidak bisa diperbaharui atau yang bisa diperbaharui yang tersebar di seluruh Indonesia adalah kekuatan sumber daya alam yang luar biasa. Semua ini berpotensi menjadi kekuatan dunia untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Jika SDA ini bisa dikelola oleh tenaga kerja yang andal dan profesional, Maka akan sangat mungkin peluang kesejahteraan masyarakat tersebut akan bisa dipercepat. Oleh karena itu, ramalan berbagai ahli tentang Indonesia ke Depan, tentu sangat logis dan bisa dipercaya.
Jadi sangat besar peluang Indonesia untuk menjadi negara maju dan sejahtera di masa Depan.
Wallahu a’lam bialshawab.
PESANTREN DAN PENDIDIKAN
Saya mendapatkan kesempatan untuk memberikan sambutan di dalam acara peringatan hari lahir Dayah Jeumala amal yang ke 27. Acara ini sesungguhnya akan dihadiri oleh Pak Menteri Agama, akan tetapi karena sesuatu dan lain hal, maka beliau mewakilkan ya kepada saya. Acar itu berlangsung pada tanggal 12 Januari 2013 yang lalu.
Sehati sebelumnya saya berada di Ternate, Maluku Utara, juga dalam acara orasi ilmiah di STAIN Ternate dan kemudian melakukan pembinaan kepada para guru dan pimpinan madrasah agar di tengah perubahan yang terjadi ini, para guru dan pimpinan madrasah terus berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Saya merasakan berapa jauhnya perjalanan yang saya lampaui hari itu. Berangkat dari Ternate pukul 12 siang hari dan sampai di Aceh pukul 10 malam. Kira-kira saya berada di perjalanan selama 12 jam. Sungguh merupakan perjalanan yang panjang dari Indonesia timur sampai Indonesia barat, bahkan ujung barat.
Indonesia kita sesungguhnya luar biasa. Bayangkan perjalanan selama 12 jam dan itu masih di Indonesia juga. Melebihi perjalanan ke Tokyo, Melbourne atau bahkan Belanda. Kita merasa bangga bahwa dari ujung ke ujung, dalam 12 jam perjalanan ternyata kita masih di Indonesia juga.
Tidak diragukan bahwa pesantren memiliki peran yang sangat mendasar di dalam proses pencerdasan bangsa. Peran pesantren di dalam kehidupan bangsa sudah terjadi semenjak lama. Peran tersebut tidak hanya sebagai produsen ahli agama saja, akan tetapi juga para pejuang bangsa, pendidik, pengembang masyarakat dan juga lainnya.
Pesantren memang telah menjadi fenomena pendidikan semenjak dahulu kala. Di dalam hal ini, maka keberadaan pesantren telah menjadi bagian penting di dalam proses pendidikan bangsa yang tidak bisa dinafikan begitu saja. Pesantren di dalam khazanah sejarah bangsa Indonesia telah menjadi bagian penting di dalam proses Islamisasi nusantara. Tidak bisa dibayangkan bahwa tanpa kehadiran pesantren maka kaderisasi ulama dalam berbagai varian keilmuannya tidak akan dapat dipahami seperti sekarang.
Pesantren sebagai pusat penciptaan kader ulama atau kader dai telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi proses terciptanya masyarakat Islam Indonesia. Banyaknya kader ulama yang menjadi penyebar Islam di nusantara tentu merupakan bukti autistik tentang peran pesantren di dalam menyumbang Islamisasi Nusantara dimaksud.
Pesantren Ampel, pesantren Bangkuning, pesantren Bungkul dan sebagainya di masa kewalian, kemudian pesantren di sumatera, Kalimantan dan sebagainya pada masa awal-awal Islam di nusantara tentu memberikan gambaran betapa besar kontribusi pesantren bagi bangsa Indonesia.
Ada banyak kyai yang kemudian tidak hanya menjadi penyebar Islam, akan tetapi juga menjadi pejuang bangsa Indonesia. Kyai Mojo dalam perang Diponegoro, kyai Hasan Besari dalam sejarah tarekat di Jawa, kyai Hasyim Asyari, Kyai Ahmad Dahlan, Kyai Wahid Hasyim, dan masih banyak yang lain adalah kyai yang juga sekaligus sebagai pejuang bangsa.
Di dalam hal ini maka keberadaan pesantren tentu menjadi barometer bagi pentingnya perjuangan bagi kemerdekaan bangsa.
Sekarang tentu agak berbeda dengan masa lalu. Pesantren sekarang tentu berbeda perannya dengan di masa lalu. Pesantren sekarang lebih menekankan perannya pada proses pengembangan pendidikan. Sebagai contoh pesantren Jeumala Amal. Pesantren ini sudah berkembang sedemikian rupa. Telah 27 tahun bergelut dengan pendidikan anak bangsa. Telah terdidik ribuan santri dengan kualifikasi pengetahuan agama dan juga pengetahuan umum. Lembaga pendidikan madrasah juga telah menjadi kebanggaan masyarakat di Pidie Jaya ini.
Tingkat kelulusan yang mencapai 100 persen dan juga puluhan anak didik yang mampu masuk ke jenjang pendidikan tinggi di perguruan tinggi terkemuka juga menjadi bukti bagi torehan prestasi lembaga pendidikan ini. Selain itu juga banyak yang mencapai prestasi puncak di bidang olahraga dan seni. Baik di tingkat lokal maupun nasional.
Di dalam peringatan 27 tahun Dayah Jeumala Amal ini, maka ada sesuatu yang baru, yaitu lounching sistem informasi madrasah, yang secara resmi digunakan sebagai instrumen untuk penyempurnaan sistem administrasi akademiknya. Melalui SIM ini maka akan didapati kemudahan di dalam penyelenggaraan administrasi pendidikan.
Sebagai contoh, dengan SIM ini, maka absensi siswa akan dapat dipantau dengan sangat mudah. Bahkan bisa dikirimkan kepada orang tua atau wali yang bertanggung jawab terhadap siswa. Setiap hari akan dengan mudah dipantau berapa anak yang tidak masuk sekolah. Dan kemudian dapat dikirim kepada orang tua siswa.
Demikian pula tentang perolehan nilai dan jugalah prestasi yang diperoleh siswa. Dengan cara seperti ini, maka kedisplinan anak akan dapat dipantau secara memadai tidak hanya oleh guru akan tetapi juga oleh orang tua.
Melalui bagan pengawasan seperti ini, maka kemajuan pendidikan akan dapat ditingkatkan setahap demi setahap.
Wallahu a’lam bialshawab.