MENYIKAPI TERORISME
Saya kira tidak ada satu orangpun yang sesungguhnya menyetujui terhadap tindakan teror atas nama apapun kecuali mereka yang melakukan teror itu sendiri. Kebanyakan orang pasti menolak tindakan kekerasan dengan bom
Saya kira tidak ada satu orangpun yang sesungguhnya menyetujui terhadap tindakan teror atas nama apapun kecuali mereka yang melakukan teror itu sendiri. Kebanyakan orang pasti menolak tindakan kekerasan dengan bom
Jika dipahami secara lebin mendalam, maka ada dua kelompok yang akhir-akhir ini rentan terhadap kekerasan agama, yaitu: kelompok yang dianggap menyimpang dari ajaran agama yang murni yang seringkali disebut sebagai penyimpangan agama atau penodaan agama dan kemudian kelompok yang menggeber tentang liberalisme agama dan kebebasan agama. Dua pengelompokan
Berita di stasiun televisi, 15/03/2011, yang menayangkan tentang ledakan bom di Utan Kayu, tentu menyesakkan dada sebagian orang yang berpendirian untuk mengembangkan Islam moderat. Sungguh tidak terbayangkan bahwa teror yang ditujukan kepada
Kita sudah merdeka selama 65 tahun, artinya bahwa kemerdekaan kita sudah lama dalam rentangan waktunya. Akan tetapi satu problem yang hingga sekarang belum mampu dientaskan adalah mengenai kemiskinan. Problem ini masih mendera bangsa
Membaca harian Kompas, 10/03/2011, tentang Kemiskinan di Indonesia, saya merasakan bahwa problem kemiskinan di Indonesia memang sangat sulit untuk diselesaikan, bahkan hingga hari ini. Di dalam analisis Kompas berdasarkan diskusi yang