Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

Archive for the 'Opini' Category

PUASA DAN ELIMINASI NAFSU DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGIS (27)

PUASA DAN ELIMINASI NAFSU DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGIS (27) Kita sungguh tidak bisa memahami bagaimana di bulan puasa, 1437 Hijriyah, yang disucikan oleh seluruh umat Islam di dunia ini justru terjadi banyak pengeboman yang dilakukan oleh sekelompok orang yang “mengaku” sebagai penegak agama. Pengeboman dilakukan di dekat Masjidil Haram di Madinah, di Malaysia dan juga di […]

PUASA DAN TAWAKAL DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGIS (26)

PUASA DAN TAWAKAL DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGIS (26) Puasa sebagaimana kita pahami bukan hanya sebagai sarana untuk mencegah hawa nafsu badaniyah saja, akan tetapi juga untuk mencegah seluruh nafsu jahat yang berada di dalam diri manusia. Puasa yang benar tentu mengandung harapan agar ibadah yang dilakukannya tersebut bermakna untuk memperoleh keridloan Allah. Bukan sekedar ingin memperoleh […]

PUASA DAN TAWAKKAL DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGIS (25)

PUASA DAN TAWAKKAL DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGIS (25) Kata tawakkal berasal dari akar kata wakala, yang artinya menyerahkan, mempercayai, atau mewakilkan atau bersandar. Kata tawakal berasal dari Bahasa Arab yang kemudian telah diindonesiakan dengan pengertian menyerahkan atau memasrahkan hanya kepada Allah atas semua urusan yang kita miliki. Kata tawakkal merupakan kata yang sering dibicarakan dalam kaitanya […]

PUASA DAN TAQWA DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGIS (24)

PUASA DAN TAQWA DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGIS (24) Di dalam penjelasan sosiologis bahwa takwa atau kepatuhan dan kepasrahan adalah ujung akhir dari dari serangkaian kesadaran diri akan betapa ada Zat yang sangat Maha Kuasa, yang menjadi pemilik dan Tuhan seru sekalian alam. Sosiologi transcendental menggambarkan bahwa keyakinan, kepercayaan, kepatuhan dan kepasrahan kepada Dzat yang Maha Kuasa […]

PUASA DAN TAQWA DALAM PERSEKTIF SOSIOLOGIS (23)

PUASA DAN TAQWA DALAM PERSEKTIF SOSIOLOGIS (23) Di dalam teori ilmu sosial dikenal ada sebuah madzab yang mengajarkan bahwa factor lingkungan berpengaruh dominan terhadap perilaku manusia. Maka baik buruknya tindakan seseorang juga ditentukan oleh factor lingkungan di mana yang bersangkutan hidup dan berkehidupan. Ketaqwaan atau pernyataan diri bahwa seseorang akan menjalankan seluruh perintah agama dan […]