Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

Archive for the 'Opini' Category

BERBAHAGIA DALAM BEKERJA (1)

BERBAHAGIA DALAM BEKERJA (1) Ada sebuah pertanyaan, mungkinkah kita bisa berbahagia di dalam pekerjaan kita, atau bisakah kita berbahagia di kantor kita, atau lebih mendasar bisakah kita membuat dunia pekerjaan kita membawa kepada kebahagiaan. Pertanyaan ini saya rasa penting di tengah kenyataan bahwa sebagian waktu kita memang berada di ruang pekerjaan. Disebabkan oleh waktu sehari, […]

MEMBERI HAK KEPADA MINORITAS ALIRAN KEPERCAYAAN

MEMBERI HAK KEPADA MINORITAS ALIRAN KEPERCAYAAN Saya tentu merasa senang mendengarkan laporan Pak Dr. Muharram Marzuki (Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama pada Balitbangdiklat Kemenag) setelah Beliau saya tugaskan untuk rapat antar Kementerian di Kementerian Dalam Negeri, 24/01/18. Rapat ini diikuti oleh kementerian/lembaga untuk membahas tentang nasib KTP bagi penganut Aliran Kepercayaan/Kebatinan, yang beberapa saat yang […]

TAKDIR, KERJA DAN PRESTASI (2)

TAKDIR, KERJA DAN PRESTASI (2) Setiap orang harus menyadari bahwa apapun ada batasnya, apapun ada waktu berakhirnya. Jangan pernah menganggap bahwa sesatu di dunia ini abadi dan semua bisa diraih dengan kemampuan diri sendiri. Sehebat apapun kapasitas, kapabilitas dan kecerdasan orang, maka ada batas waktu, ada batas kemampuan yang akan ditemui. Bagi kita harus ada […]

TAKDIR, KERJA DAN PRESTASI (1)

TAKDIR, KERJA DAN PRESTASI (1) Saya merasakan bahwa kesempatan saya untuk menulis semakin sempit saja. Dulu di mana saja saya bisa menulis. Bahkan di saat macet di jalanan Jakarta juga bisa menulis. Sambil menunggu pesawat akan terbang saya juga bisa menulis. Di pesawat terbang dalam perjalanan misalnya Jakarta-Surabaya, maka saya bisa menulis. Akan tetapi sekarang […]

INDEKS KEBAHAGIAAN ORANG INDONESIA

INDEKS KEBAHAGIAAN ORANG INDONESIA Pagi ini, 04/02/2018, saya membaca tentang Indeks Kebahagiaan orang Indonesia yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Yang menarik bahwa Indeks Kebahagiaan tertinggi diraih oleh orang Maluku Utara dan yang terendah ialah Orang Papua. Saya tentu memohon maaf kepada para pembaca sebab saya tidak menyajikan data utuh dan juga tidak membandingkan […]