Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

Archive for the 'Opini' Category

PERSPEKTIF SOCIAL ORDER DURKHEIM TENTANG PUASA (6)

Di dalam kajian paradigma fakta sosial, maka terdapat tiga hal mendasar yang menjadi asumsinya, yaitu adanya keteraturan sosial, perubahan sosial dan tidak ada faktor yang berdiri sendiri. Social order atau keteraturan sosial merupakan suatu keadaan di mana manusia dengan kelompok, komunitas atau masyarakatnya berada di dalam nuansa kerukunan dan keteraturan. Social order merupakan cita-cita setiap […]

PERSPEKTIF THE EXPERIENCE OF THE HOLY TENTANG PUASA (5)

Manusia memerlukan agama sebagai pedoman untuk menyelenggarakan kehidupan agar terdapat keteraturan. Oleh karena itu, seluruh agama berisi tentang aturan yang dapat dijadikan sebagai pedoman di dalam kehidupan secara individual atau dalam relasinya dengan individu lainnya. Jika orang beriman menjadikan agama sebagai regulasi di dalam membangun kehidupan bersama, maka bagi kaum yang tidak beriman maka digunakanlah […]

PERSPEKTIF THE MYSTERIUM R. OTTO TENTANG PUASA (4)

Hakikatnya setiap manusia membutuhkan aturan untuk kehidupan. Semenjak manusia mengenal kelompok, maka pengaturan itu sudah dilakukan. Masyarakat nomadenpun memiliki aturan untuk hidup bersama. Misalnya untuk berburu adalah tugas lelaki sedangkan untuk memanfaatkan dan mendayagunakan hasil buruan adalah tugas perempuan. Semenjak itu sesungguhnya sudah dikenal ranah domestik dan ranah publik. Agama yang berisi aturan untuk mengatur […]

PERSPEKTIF TEORI FUNGSIONAL MALINOWSKY TENTANG PUASA (3)

Agama di dalam kajian sosiologi dan antropologi memiliki fungsi bagi kehidupan manusia. Agama tidak hanya menyajikan seperangkat ritual yang harus dilakukan oleh manusia tetapi juga memiliki sejumlah fungsi bagi kehidupan masyarakat. Menurut B. Malinowsky bahwa terdapat teori batas akal, yang secara proposisional dapat dinyatakan bahwa “jika manusia secara akal sudah tidak bisa menyelesaikan masalahnya, maka […]

PERSPEKTIF “YANG SACRAL” DURKHEIM TENTANG PUASA (2)

Puasa kiranya dapat dikaji dari perspektif konsepsi Emile Durkheim, karena puasa adalah ritual suci untuk menuju kesucian. Bulan Ramadlan dikenal di dalam konsepsi Islam sebagai bulan suci, untuk menggambarkan peristiwa keutamaan yang terdapat di dalamnya. Secara faktual, bahwa puasa menjadi bulan idaman dan kesempatan bagi umat Islam untuk mendapatkan sejumlah keutamaan, antara lain; adalah rahmah, […]