MERESPON RADIKALISME DI MASJID (2) Pada zaman Rasulullah Muhammad saw., masjid memang bisa dijadikan sebagai tempat untuk mengatur strategi peperangan melawan kaum kafirin dan kaum musyrikin. Masjid memang dapat difungsikan untuk kepentingan politik yang memang relevan di kala itu. Rasulullah sedang berperang melawan kaum kafir dan musyrik. Pertanyaannya ialah apakah dewasa ini, di saat Indonesia […]
MERESPON RADIKALISME DI MASJID (1) Jika ada orang atau pejabat yang menyatakan bahwa ada sejumlah masjid yang terkena virus radikalisme saya kira sikap kita tidak perlu marah apalagi lalu mengumpat. Sikap kita tentu saja harus berbasis pada kenyataan empiris –berdasarkan fakta—apakah memang ada masjid atau tempat ibadah lain yang menyuarakan terhadap gerakan radikalisme tersebut. Menurut […]
MERESPON RADIKALISME DI KAMPUS (3) Saya juga tidak menjadi kaget ketika di Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri akhirnya juga didapati sejumlah mahasiswa dan dosen yang terpapar virus radikalisme. Jika di masa lalu ada anggapan bahwa mahasiswa PTKIN terselamatkan dari virus radikalisme, maka pandangan itu tentu tidak lagi relevan. Dengan perubahan status dari IAIN menjadi UIN, […]
MERESPON RADIKALISME DI KAMPUS (2) Kampus kita memang tidak steril dari gerakan radikalisme. Semenjak diimpornya Hizbut Tahrir ke Indonesia dari negeri asalnya, Libanon, maka kemudian gerakan ini bermetamorfosis menjadi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang menjadikan kampus sebagai home base. Kampus seperti Sekolah Tinggi Akuntan (STAN) di bawah Kementerian Keuangan adalah kampus yang awal menjadi home […]
MERESPON GERAKAN RADIKALISME DI KAMPUS Saya merasakan bahwa akhir-akhir ini kemampuan saya untuk menulis agak berkurang. Bukan karena apa-apa, akan tetapi karena waktu yang rasanya semakin pendek. Tentu karena pekerjaan yang nyaris luar biasa tingkat kepadatannya. Meskipun demikian, saya tetap bisa menulis dalam waktu-waktu yang dirasa memungkinkan. Bahkan ketika diminta oleh Mas Sunu, wartawan Sindo […]