Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

Author Archive

PTKIN MENGHADAPI ERA DISRUPSI

  Di dalam menghadapi era disrupsi, pendidikan tinggi Islam (salah satunya UIN Raden Fatah Palembang) tentu harus optimis. Yang penting adalah bagaimana menghadapinya, dan bagaimana merumuskan kebijakan yang dapat digunakan untuk mengantisipasinya dan bagaimana implementasi kebijakan tersebut bagi penguatan institusi, kualitas akademis dan SDM-nya. Inilah inti pesan saya terhadap civitas akademika UIN Raden Fatah Palembang […]

JIHAD, KHILAFAH DAN HIJRAH (5)

JIHAD, KHILAFAH DAN HIJRAH (5) Satu kata lagi yang sekarang trend dibicarakan di media sosial adalah hijrah. Kata ini ini lebih acceptable dibandingkan dengan dua kata sebelumnya, jihad dan khilafah. Jika kata jihad dan khilafah bisa dimaknai bertentangan dengan negara, sebab mengusung makna “negative” bagi penyelenggaraan negara, maka kata hijrah lebih bermakna positif. Makanya, hijrah […]

JIHAD, KHILAFAH DAN HIJRAH (4)

JIHAD, KHILAFAH DAN HIJRAH (4) Tidak ada factor tunggal yang mempengaruhi perilaku manusia. Dalam perspektif paradigma social facts, maka diperlukan banyak factor yang terlibat di dalam mempengaruhi perilaku individu atau masyarakat, termasuk juga perilaku radikalisme. Asumsi yang digunakan adalah “ada keteraturan, ada perubahan dan tidak ada factor tunggal yang mempengaruhi perilaku manusia”. Sekurang-kurangnya ada 5 […]

JIHAD, KHILAFAH DAN HIJRAH (3)

JIHAD, KHILAFAH DAN HIJRAH (3) Konsep kedua, yang menarik adalah khilafah. Kata khilafah sungguh memiliki magnit yang luar biasa untuk menjadi referensi bagi mereka yang ingin mendirikan dawlah Islamiyah di negeri ini. Indonesia merupakan negara dengan mayoritas umat Islam terbesar di dunia. Populasinya sejumlah 266,5 juta jiwa atau naik 123 persen dalam setengah abad (JP, […]

JIHAD, KHILAFAH DAN HIJRAH (2)

JIHAD, KHILAFAH DAN HIJRAH (2) Kata yang selalu menjadi viral melalui media sosial adalah khilafah. Kata ini juga menjadi mantram suci bagi sekelompok orang untuk memperjuangkannya. Di antara yang vocal adalah Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Selain tentu ada beberapa organisasi yang muncul belakangan pasca MMI menjadi redup, misalnya Jamaah Ansharud […]