• October 2026
    M T W T F S S
    « Sep    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

DOA SYUKUR PADA USIA 40 TAHUN KE ATAS

DOA SYUKUR PADA USIA 40 TAHUN KE ATAS

Prof. Dr. Nur Syam, MSi

Acara tahsinan Alqur’an sudah sampai pada Surat Al Ahqaf. Acara tahsinan ini diikuti  oleh para senior yang memang sedang berupaya untuk melakukan pendekatan kepada Allah SWT, dan salah satu yang dilakukannya adalah dengan melakukan tahsinan ayat demi ayat di dalam Surat-surat  Alqur’an.

Acara tahsinan dilakukan pada Hari Senin, Rabo dan Kamis. Pada Hari Selasa terdapat ceramah agama dan Hari Jum’at membaca Surat Al Kahfi. Tetapi yang terpenting bahwa setiap hari mestilah membaca Surat Al Waqi’ah. Bacaan Surat Al Waqi’ah diyakini dapat sebagai washilah akan rezeki Allah SWT, tidak hanya rezeki harta,  akan tetapi juga rezeki iman atas semua hal yang dipahami oleh manusia atas dasar teks suci.

Saya memberikn ceramah kepada Jamaah Ngaji Bahagia atau bisa disebut sebagai Komunitas Ngaji Bahagia (KNB), Selasa, 22/09/2026, untuk membahas salah satu ayat terkait dengan doa yang sangat dianjurkan bagi orang yang sudah berusia 40 tahun. Ada tiga hal yang saya bahas, yaitu:

Pertama, kita sungguh telah bersyukur atas nikmat Allah SWT kepada kita, yang berupa amalan kebaikan, di antaranya adalah shalat berjamaah, membaca wirid dan membaca Alqur’an. Setiap hari telah membaca Alqur’an meskipun belum berjuz-juz, akan tetapi sekurang-kurangnya kita sudah membaca Kitab Suci sebagai bentuk amalan kebaikan kepada Allah SWT.

Bersyukur dengan ungkapan alhamdulillah sudah sangat sering kita lakukan. Bahkan setiap lima kali dalam shalat wajib, ungkapan syukur itu sudah kita lantunkan. Maka yang diperlukan juga adalah syukur dengan amalan yang baik. Syukur bil lisan, syukur bil qalbi dan syukur bil fi’li. Terkadang kita sudah bersyukur dengan lesan, tetapi hati kita belum seperti yang kita ucapkan, dan yang lebih rumit adalah syukur dengan amaliyah yang bisa dilakukan.

Kedua, doa yang perlu dilantunkan setelah usia 40 tahun, sebagaimana ajaran Islam di dalam Surat Alqaf, ayat 15, rasanya memang perlu dicermati. Doa yang sangat baik yang memang diperlukan oleh umat Islam, tidak hanya untuk kepentingan diri sendiri, akan tetapi juga untuk kepentingan  orang tua dan anak cucu kita. Doa tersebut adalah:

“Rabbi auzi’ni an asykura ni’matakallati an’amta ‘alaiyya wa ‘ala walidayya an a’mala ‘amalan shalihan tardhahu wa ashlihli fi dzurriyati, inni tubtu ilaika wa inni minal muslimin”. Alqur’an Surat Al Ahqaf: 15. Yang artinya: “…Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh aku bertaubat kepada Engkau dan sungguh aku termasuk orang yang berserah diri”.

Ketiga, doa ini dikaitkan dengan bagaimana seharusnya prilaku kita dalam berhadapan dengan orang tua. Allah SWT menjadikan relasi suami istri sebagai washilah untuk penerus generasi yang akan datang.  Melalui pernikahan, maka kelahiran manusia dapat dipastikan, sehingga keberlanjutan manusia dari generasi ke generasi berikutnya akan dapat terjadi.

Allah SWT menurunkan Nabiyullah Adam AS dan Hawwa, kira-kira 11.000-12.000 tahun Sebelum Masehi, agar dapat melanjutkan perannya sebagai khalifah fil Ardh. Manusia memang diciptakan oleh Allah itu untuk menjadi khalifah atau wakil Allah untuk kehidupan di dunia. Manusialah yang harus merawat, melestarikan dan mengembangkan alam yang diciptakan oleh Allah. Malaikat tidak bisa melakukannya, karena tidak diizinkan oleh Allah SWT. Maka manusia dilengkapi dengan nafsu yang tidak dimiliki oleh malaikat. Dengan nafsu tersebut, maka manusia dapat merawat alam, melestarikan dan mengembangkan alam untuk kebaikan. Dan juga melanjutkan amanah Allah SWT untuk kelanjutan manusia sampai saatnya Allah mengakhiri kehidupan di dunia ini.

Jika dilihat dari perspektif kejadian manusia, maka kehidupan untuk melanjutkan keturunan itu dimulai dari proses perkawinan, lalu relasi seksual antara suami dan istri lalu bertemu antara sperma dan ovum lalu jadilah nuthfah dalam waktu 40 hari, lalu menjadi ‘alaqah dalam waktu 40 hari dan kemudian menjadi mudhgah dalam waktu 40 hari. Pada menjadi mudhgah dan jasad manusia sudah sempurna maka Allah melalui malaikat meniup roh agar manusia menjadi hidup. Pada saat itu maka manusia diberikan qudrat, iradat, hayat, sama’,  bashar, kalam dan ilmu. Tujuh kemampuan itu yang diberikan oleh Allah, agar manusia dapat melakukan fungsinya sebagai khalifah Allah SWT.

Di dalam kehidupan manusia, maka terdapat proses kehamilan, kelahiran, menyusui, merawat  dan kemudian menjadi dewasa. Di dalam hal inilah, manusia harus menghormat kepada kedua orang tuanya, memperlakukannya dengan baik dan menjaganya agar selalu di dalam kebaikan. Manusia dilarang membuatnya kecewa, meyakitinya  dan perilaku kejelekan lainnya. Kita lahir atas washilahnya. Itulah sebabnya Allah menginginkan manusia menghormati keduanya. Bahkan di kala keduanya sudah wafat, maka dijanjikan oleh Allah bahwa kebaikan anak melalui doa dan sedekah atau perbuatan baik lainnya akan tetap diterima pahalanya.

Mungkin ada di antara kita yang belum mengamalkan doa ini. Tentu itu bukan kesalahan karena kita tidak tahu. Oleh karena itu setelah ini akan sangat pantas jika kemudian kita mengamalkannya. Kita sudah banyak mengamalkan doa untuk orang tua dan seluruh kerabat kita sampai ke atas, dan menjadi luar biasa jika kita kemudian mengamalkan doa ini. Mari kita yakini, bahwa amalan baik, apapun yang kita lakukan, dipastikan akan memperoleh pahala dari Allah SWT.

Wallahu a’lam bi al shawab.

 

Categories: Opini
Comment form currently closed..