• May 2026
    M T W T F S S
    « Apr    
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

MENYEGERAKAN KEBAIKAN (10)

MENYEGERAKAN KEBAIKAN (10)

Prof. Dr. Nur Syam, MSi

Bismillahir Rahmanir Rahim.

Saya akan membahas mengenai satu tema di dalam karya Syekh Imam An Nawawi pada Bab yang ke 10 dengan tema yang panjang: “Bersegeralah kepada Kebaikan dan Menganjurkan Kepada Orang Menuju Kebaikan,  Segera Menghadapinya dengan Sungguh-sungguh Tanpa Keraguan” dengan tema yang lebih simple sebagaimana judul di atas. Bab ini membahas tentang bagaimana umat Islam bisa menyegerakan perilaku kebaikan agar melakukannya dengan sungguh-sungguh tanpa keraguan.

Tidak ada yang menyangkal bahwa semua ajaran agama memberikan ajaran untuk berbuat baik. Kebaikan merupakan bahasa universal di dalam agama-agama. Tidak ada agama yang mengajarkan untuk berbuat jahat, berbuat jelek, untuk mendhalimi orang lain dan mengajarkan kekerasan dan konflik social. Semua agama mengajarkan agar di dalam kehidupan itu terdapat kerukunan atau harmoni social. Dan untuk memperolehnya, maka kata kuncinya adalah perbuatan yang baik,.

Kebaikan merupakan inti ajaran Islam. Setiap perkataan beriman dilanjutkan dengan beramal kebaikan. Itulah ciri Islam, tidak berhenti kepada iman kepada Allah dan iman-iman lainnya, tetapi harus ditindaklanjuti dengan beramal shaleh atau berlaku kebaikan baik bagi dirinya, keluarga dan masyarakat pada umumnya. Orang yang bisa melakukannya akan diganjar dengan surganya Allah dan akan kekal di dalamnya. Ada banyak ayat di dalam Alqur’an yang membicarakan hal ini.

Di dalam Alqur’an misalnya terdapat ayat yang membahas agar kita secepatnya mengamalkan amalan kebaikan, sebagaimana tertera di dalam Surat Al Baqarah: 148, yang menyatakan “Maka berlomba-lombalah  (dalam membuat) kebaikan”. Di dalam surat lain Ali Imran: 133, dinyatakan: “dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi  yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa”.

Mengenai menyegerakan melakukan kebaikan, hadits Nabi Muhammad SAW menceritakan: “Abu Hurairah menyatakan bahwa Rasulullah  SAW bersabda: bersegeralah kalian untuk mengerjakan  amal-amal shaleh, karena akan terjadi bencana yang menyerupai sepotong malam yang gelap gulita, yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman tetapi pada waktu sore dalam keadaan kafir. Atau pada waktu sore dia dalam keadaan beriman tetapi pada waktu paginya dia berada di dalam keadaan kafir. Dia rela menukar agamanya dengan sedikit keuntungan dunia”.

Islam memberikan arahan agar kita segera melakukan kebaikan, terutama jika kita selesai melakukan kesalahan, kekhilafan atau dosa. Di dalam sebuah hadits, yang biasa dibacakan oleh khatib shalat Jum’at yang menyatakan: “bertaqwalah kepada Allah di mana saja kamu sekalian berada. Dan ikuti kejelekan dengan kebaikan maka kebaikan itu akan menghapus kesalahan dan berakhlaklah kepada sesama manusia dengan akhlak yang baik”. Hadits ini menjelaskan agar manusia segera melakukan kebaikan pasca melakukan kesalahan dan membangun relasi social yang baik kepada sesama manusia.

Berdasarkan atas substansi Alqur’an dan hadits ini, maka kiranya dapat dipahami beberapa hal, yaitu:

Pertama, menyegerakan berbuat baik adalah perbuatan individual. Artinya, bahwa harus ada dorongan dari dalam diri manusia atau motif internal untuk melakukan perbuatan baik. Jangan menunda berbuat baik. Karena sesungguhnya manusia tidak tahu akan kepastian Tuhan tentang kita, misalnya usia kita kapan berakhir atau kebertahanan kita di dalam menghadapi gelombang kehidupan. Misalnya godaan untuk tetap beragama Islam sampai akhir hayat kita. Doa kita adalah “wa tsabbit Imanana”. Yang artinya “Kekalkan iman kami”.

Kedua, Allah meminta kepada kita agar segera atau mempercepat bertaubat kepada Allah SWT. Bertaubat dengan ucapan memohon ampun atau istighfar, astaghfirullah, atau juga dengan segera melakukan kebaikan yang dapat menghapus kesalahan, kekhilafan atau dosa. Kita harus berlomba-lomba beramal kebaikan. Jangan ditunda pada kesempatan lain. Salah satu kekuatan dalam menghadapi kehidupan duniawi yang kompleks adalah dengan berlomba-lomba  untuk melakukan kebaikan. Siapa yang banyak melakukan kebaikan, maka dialah yang beruntung di hadapan Allah SWT.

Ketiga, perbuatan baik itu didasari oleh ketaqwaan kepada Allah. Sebaik-baik umat yang beragama Islam adalah umat yang paling baik ketaqwaannya. Allah tidak akan menilai seseorang dari kebaikan kulitnya, kecantikan wajahnya, kegantengan tubuhnya, keelokan fisiknya akan tetapi kebaikan ketaqwaannya kepada Allah SWT.

Iman, taqwa dan amal shalih adalah trilogy umat terbaik. Dengan iman kita meyakini akan kekuasaan Allah, dengan ketaqwaan akan mengarahkan kita untuk berbuat baik dan menghindari perbuatan yang jelek dan dengan amal shaleh akan mengantarkan kita kepada keridlaan Allah. Marilah kita menjadi umat Islam yang dapat meneladani kehidupan Rasulullah yang penuh dengan keteladanan iman, taqwa dan amal shaleh.

Wallahu a’lam bi al shawab.

 

Categories: Opini
Comment form currently closed..