• May 2026
    M T W T F S S
    « Apr    
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

SIKAP LEMAH LEMBUT KEPADA SESAMA (33)

SIKAP LEMAH LEMBUT KEPADA SESAMA (33)

Prof. Dr. Nur Syam, MSi

Bismillahir Rahmanir Rahim

Pada bab 33, Syekh Imam An Nawawi membuat judul bab yang sangat panjang. “Bersikap Lemah Lembut Kepada Anak Yatim, Anak-Anak Perempuan, Orang-Orang Lemah, Kaum Fakir Miskin, Dan Orang-Orang Yang Hina Serta Berbuat Baik Kepada Mereka, Mengasihi, Merendahkan Diri Serta Bersikap Sopan Kepada Mereka”. Di dalam artikel ini, saya tulis judul yang lebih simple, yaitu: “Sikap Lemah Lembut Kepada Sesama”.

Semua manusia merupakan kreasi Tuhan yang sangat baik. Manusia memang didesain Tuhan sebagai sebaik-baik ciptaan. Tidak ada yang lebih baik dari manusia itu. Manusia itu diciptakan Tuhan dengan kelengkapan fisik, jiwa dan roh yang sangat sempurna. Manusia itu memiliki kelebihan dalam pemberian akal agung oleh Allah SWT. Jika Binatang hanya memiliki akal sederhana misalnya instink saja untuk mempertahankan hidup, maka manusia dilengkapi dengan akal lain yang sangat hebat, yaitu kecerdasan rasional, kecerdasan social, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Dengan empat kecerdasan sekaligus ini, maka manusia dijadikan sebagai sebaik-baik ciptaan Allah SWT.

Allah menciptakan banyak ragam kehidupan, baik yang menghuni alam dunia atau alam nyata dan juga yang menghuni alam tidak nyata atau alam gaib. Islam mengajarkan bahwa ada alam kegaiban yang wajib dipercaya, misalnya alam malaikat, alam jin dan alam arwah. Semuanya yang menghuni adalah ciptaan Allah yang wajib disadari keberadaannya. Tentu tidak semua orang bisa mengetahui berbagai macam alam yang diciptakan Tuhan tersebut, tetapi juga tidak menutup kemungkinan ada orang yang bisa melihatnya.

Di dalam Alqur’an dijelaskan tentang bagaimana bersikap dan berlaku baik bagi sesama, khususnya orang yang fakir, miskin dan lemah. Sebagaimana tercantum di dalam Surat Al Hijr: 88, yang artinya: “Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman”. Surat Al Kahfi: 28, yang artinya: “Dan bersabarlan kamu bersama orang-orang yang menyeru Rabb mereka  di pagi hari dan senja hari dengan mengharap keridlaannya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia”. Di dalam Surat Al Maun: 1-3, dinyatakan: “Tahukah kamu (orang) yan mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin”.

Di dalam hadits Nabi SAW diceritakan oleh Sahl bin Sa’ad berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Saya dan orang-orang yang memelihara anak yatim ada di dalam surga seperti ini. Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya dan merenggangkan antara keduanya”. Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Darda’ Uwaimir, bahwa: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “carilah orang-orang yang lemah , sebab engkau semua diberi rezeki serta pertolongan dengan sebab orang-orang yang lemah di kalangan kalian”. Hadits Riwayat Abu Dawud.

Berdasarkan atas teks suci Alqur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW, maka dapat dipahami mengenai bagaimana sebaiknya umat Islam memiliki karakter yang baik atau mulia, terutama dalam berhadapan dengan sesama ciptaan Allah. Di antara yang perlu mendapatkan perhatian di dalam kehidupan adalah atas orang fakir, miskin, lemah, anak yatim, permpuan rentan, dan orang-orang difabel atau kaum disabilitas dan orang yang belum beruntung di dalam kehidupannya di dunia. Di dalam pergaulan social umat Islam tidak boleh meminggirkannya. Mereka haruslah mendapatkan kemuliaan sebagai manusia lainnya. Jangan sampai karena posisi dan keberadaannya itu membuat umat Islam melakukan tindakan yang tidak baik kepada mereka. Sebagai agama yang memandang cinta kemanusiaan sebagai prinsip utama, maka sikap dan tindakan yang harus ditampilkannya adalah tindakan yang manusiawi.

Oleh karena itu, ada tiga hal yang perlu dijelaskan, yaitu: pertama, manusia sebagai makhluk Tuhan harus ditempatkan dalam posisi terhormat dan penuh kemuliaan. Sesama ciptaan Allah tentu kita tidak boleh merendahkan derajadnya, melecehkan kejiwaannya, menghina statusnya, dan memandang sinis kehadirannya. Islam sangat melarang prilaku kesombongan, marasa hebat sendiri, merasa menang sendiri, merasa paling baik sendiri dengan memandang rendah orang lain. Di dalam filsafat Jawa digambarkan dengan ungkapan aja adigung adiguna atau merasa paling berar dan merasa paling bermanfaat. Tidak boleh berpandangan sapa sira sapa ingsung atau menganggap diri sebagai paling tinggi dan menganggap orang lain itu rendah.

Kedua, islam itu agama yang  menghadirkan cinta kasih. Islam merupakan agama yang sangat menghargai kemanusiaan. Meninggikan harkat dan martabat manusia merupakan substansi ajaran Islam. Cintailah yang di bumi, maka akan dicintai yang di langit. Pesan universal Islam yang sangat bernilai kemanusiaan. Mencintai yang di bumi itu mangandung makna tidak hanya mencintai manusia akan tetapi juga alam secara keseluruhan. Dengan mencintai semuanya, maka Allah akan mencintai kita. Pesan moral yang dapat diambil adalah cinta kasih merupakan inti dari ajaran Islam yang mulia.

Ketiga, Islam memiliki prinsip bahwa kekayaan atau harta yang dimiliki oleh seseorang tentu terdapat di dalamnya milik orang yang belum beruntung secara ekonomi. Tidak ada orang yang kaya dengan dirinya sendiri tanpa kehadiran orang lain, khususnya mereka yang bekerja untuk mengembangkan kekayaan tersebut. Islam mengajarkan agar jangan hanya berpikir akumulasi modal saja, tetapi juga berikan hak bagi orang yang telah melakukan pekerjaan untuk kekayaan dimaksud.

Di antara mereka yang belum beruntung adalah kaum fakir, miskin, anak yatim, orang lemah dan tidak beruntung. Merekalah yang harus mendapatkan perhatian bagi orang kaya, kelompok beruntung secara ekonomi, agar orang miskin, fakir dan belum beruntung secara ekonomi  bisa ikut tertawa, wong cilik melu gumuyu, di dalam menghadapi kehidupan.

Wallahu a’lam bi al shawab.

 

 

Categories: Opini
Comment form currently closed..