• May 2026
    M T W T F S S
    « Apr    
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

(My Official Site)

PUJI UNTUK BADAN

PUJI UNTUK BADAN

Prof. Dr. Nur Syam, MSi

Bismillahir Rahmanir Rahim.

Pada saat sebelum shalat tarawih, 15/03/2026,  di Langgar Raudlatul Jannah di Dusun Semampir, Desa Sembungrejo, Merakurak Tuban saya menyempatkan diri untuk memberikan sedikit taushiyah.  Ceramah tersebut terkait dengan  amalan yang, saya kira sangat penting, yaitu tentang bagaimana kita bersyukur atas kenikmatan Tuhan atas badan kita atau jasad kita, melalui bacaan wirid yang bisa dilakukan kapan saja. Tetapi akan menjadi semakin utama jika dibaca di pagi hari antara ba’da shalat shubuh sampai berakhirnya shalat dhuha.

Saya sampaikan tiga hal, yaitu:

Pertama, manusia terbagi dalam tiga unsur, yaitu roh, nafsu dan jasad. Sementara orang melihat hanya dua unsur, yaitu badan dan roh. Badan atau jasad adalah unsur badan yang berasal dari tanah, akumulasi bahan-bahan yang berasal dari tanah. Dari  tumbuh-tumbuhan, dari Binatang, dari buahan-buahan, beras atau jagung dan lain-lain, yang kemudian menjadi sperma, lalu bertemu dengan ovum dan jadilah manusia sebagaimana yang bisa dilihat. Jasad ini yang nanti akan kembali ke tanah menjadi unsur tanah kembali.

Sedangkan roh adalah unsur yang berasal dari Allah SWT, yang ditiupkan Allah di kala janin masih berusia empat  bulan 10 hari, menjadi unsur yang menghidupkan dan kemudian memiliki kemauan atau  diberi nafsu yang akan mengarahkan kehidupannya apakah akan menjadi baik atau buruk. Untuk menjadi baik,  Allah sudah memberinya petunjuk sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW, baik dari Alqur’an dan sunnah-sunnahnya.

Rasulullah sudah mengajarkan bahwa fisik atau jasad itu memerlukan asupan, tidak hanya makan dan minum akan tetapi juga asupan dzikir atau wirid. Asupan makan dan minum sudah bisa  kita lakukan dengan makan secara teratur, bisa tiga kali makan atau dua kali makan, yang penting memenuhi standart makan. Perut kenyang. Nasi atau karbohidrat bertemu dengan ikan atau protein dan menjadi tenaga yang menguatkan hidup manusia. Ada satu lagi yang perlu mendapatkan asupan yang berasal dari dzikir bukan untuk kepentingan Allah tetapi untuk kepentingan badan atau jasad kita. Jadi, badan atau fisik itu membutuhkan asupan materi dan juga asupan spiritual. Asupan atau gizi materi berupa makanan dan minuman, dan asupan atau gizi spiritual yang berupa dzikir atau wirid.

Ada hadits yang sangat mendasar sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dzar bahwa sesungguhnya Rasulullah bersabda: “setiap pagi ruas tulang kalian terdapat sedekah. Setiap ucapan tasbih (subhanallah) adalah sedekah. Setiap ucapan Tahmid (alhamdulillah) adalah sedekah. Setiap ucapan tahlil (la ilaha illallah) adalah sedekah, setiap ucapan takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah, memerintah kebaikan adalah sedekah, mencegah perkara mungkar adalah sedekah. Dan dua rakaat yang dikerjakan dalam shalat dhuha telah mencakup segalanya”. (Diriwayatkan oleh Imam Muslim).

Bacaan kalimat ini adalah sedekah untuk tubuh atau badan atau jasad. Ada di dalam tubuh kita yang perlu disedekahi. Perlu untuk diberikan asupan atau gizi spiritual. Ada kebutuhan yang sesungguhnya sangat mendasar di dalam kehidupan ini. Kebanyakan orang yang hanya berpikir bahwa tubuh atau jasad hanya perlu makan dan minum, padahal Islam mengajarkan bahwa kebutuhan jasad bukan hanya makan dan minum akan tetapi juga asupan spiritual. Di dalam tubuh, ada daging, tulang, saraf dan sejumlah piranti kehidupan seperti otak, hati, paru-paru, usus, jantung, empedu dan jutaan saraf, yang di otak 100 juta neuron (sel saraf),  di dalam tubuh kita yang membutuhkan asupan atau gizi spiritual.

Betapa rumitnya tubuh kita itu. Sebuah misteri di dalam ciptaan Allah SWT atas diri manusia. Dan kita hanya menggunakannya. Tangan untuk segala sesuatu yang terkait dengan pekerjaan tangan, kaki untuk segala sesuatu yang terkait dengan fungsi kaki, jantung yang setiap detik, menit, jam, hari, bulan, tahun  dan seterusnya memompa darah ke otak, lalu otak meneruskan ke seluruh sel tubuh, dan dengan mekanisme seperti itu, manusia menjadi hidup, memiliki nafsu, memiliki keinginan, memiliki tujuan hidup dan sebagainya. Maha Suci Allah SWT yang telah mendesain manusia dengan kecanggihannya.

Pantaskah jika kita tidak bersyukur kepada Allah SWT. Kita disindir oleh Allah SWT sebagaimana di dalam Surat Al Waqiah, “fabiayyi alai rabbikuma tukaddziban” yang artinya “nikmat Allah mana lagi yang kamu dustakan”. Ya Allah selama ini kami kurang bersyukur kepada-Mu. Ampunilah atas kekhilafan kami ini.

Pada bulan puasa ini, marilah kita menyadari betapa besarnya nikmat Allah SWT kepada kita. Mari kita berikan hak tubuh atau badan kita, dan mari kita berikan hak bagi kaum fakir dan miskin. Dan hak itu adalah dengan membaca kalimat tasbih, Tahmid, tahlil dan takbir serta mengeluarkan zakat, infaq dan sedekah.

Wallahu a’lam bi al shawab.

 

 

 

 

 

 

Categories: Opini
Comment form currently closed..